kajian islam Archives - Laman 12 dari 56 - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
516
archive,paged,category,category-kajian-islam,category-516,paged-12,category-paged-12,wp-theme-stockholm,wp-child-theme-stockholm-child,theme-stockholm,woocommerce-no-js,metaslider-plugin,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-7.4,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-30952
persiapan menikah sejak dini

Persiapan Menikah: 5 Hal yang Harus Kita Lakukan

Persiapan untuk menikah jangan sampai diremehkan, sebisa mungkin harus kita lakukan jauh-jauh hari.

Tak sedikit orang yang menganggap pernikahan butuh banyak uang. Sebenarnya tidak juga. Lagipula, menyiapkan materi saja tak cukup. Kita juga butuh persiapan lain. Apa saja?

Persiapan Ruhiyah

Dalam biduk rumah tangga, kita tak lagi memikirkan diri sendiri. Ada pasangan kita yang selalu setia menemani hari-hari kita. Itu sebabnya kita harus menyiapkan ruhiyah kita. Karena, kita harus siap berbagi, tak hanya mengedepankan ego sendiri, dan tentu saja harus bisa lebih bertanggung jawab.

Persiapan Fikriyah

Sebelum naik ke atas singgasana pernikahan, kita mungkin sudah berjumpa dengan berbagai masalah yang bisa jadi lebih pelik daripada masalah-masalah yang kita hadapi sebelumnya. Untuk itu, kita perlu mempelajari dulu berbagai ilmu untuk bekal kita hidup di dunia yang baru.

Persiapan Jasadiyah

Kesehatan fisik juga salah satu poin yang penting untuk diperhatikan. Kalau kita memiliki penyakit, cepat-cepat cari pengobatannya, supaya tak berlarut-larut. Apalagi kalau kita memiliki penyakit yang ada hubungannya dengan kesehatan reproduksi, buru-buru saja diobati.

Persiapan Maliyah

Dalam menyiapkan kebutuhan finansial menjelang pernikahan ini, kita tak akan bicara tentang berapa penghasilan sang calon atau berapa rumah dan mobil yang dia miliki. Bukan soal mapannya, tapi semangatnya dalam berjuang membangun rumah tangga.

Rumah tangga yang dibangun atas dasar kekayaan materi sebenarnya berdiri di atas pondasi yang rapuh. Ada banyak hal yang jauh lebih penting daripada mapan dari segi materi.

Persiapan Ijtima’iyah

Selain beberapa poin di atas, tak kalah penting juga menyiapkan diri untuk hidup bermasyarakat. Mari belajar dari sekarang bagaimana cara bertetangga yang baik! Kita juga harus bisa mengerti bagaimana bersosialisasi dan mengambil peran di tengah masyarakat.

Nah, demikian poin-poin penting yang harus kita persiapkan dari sekarang sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Karena poin-poin tersebut sebuah proses maka ia erat kaitannya dengan perbaikan diri.

Mmm, ngomong-ngomong jadi nikah kapan?

 

*Disarikan dari buku Tausiyah Cinta: No Khalwat Until Akad karya @tausiyahku

**Sumber foto: https://www.fullonwedding.com

tip ramadan salah satunya membaca alquran

Tip Ramadan Ini Akan Membuat Puasamu Semakin Lancar

Tip Ramadan berikut akan membantu kita memaksimalkan ibadah di bulan penuh ampunan ini.

Ramadan kali ini adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh Zia. Ia tampak bersemangat menyambut datangnya bulan suci itu.

Hari pertama Ramadhan, ia semangat mengiringi puasanya dengan ibadah-ibadah sunah. Membaca Al-Qur’an, sedekah, dan tentu saja shalat tarawih.

Sayangnya, di pekan kedua, acara bukber yang sering menjadi ajang rumpi lebih dipilihnya. Di pekan ketiga, masjid seakan pindah ke mall. Zia disibukkan dengan belanja untuk keperluan lebaran. Pekan keempat, waktunya habis buat nyari tiket mudik.

Tarawih? Sudah lupa tuh!

Mmm.., apakah kita sama dengan Zia? Kalau ya, kita mainstream binggo dong! Padahal, ibadah ini spesial pake telor lho! Selain cuma setahun sekali, Allah juga menjanjikan pahala luar biasa bagi siapa aja yang menjalankan shalat sunah ini.

Nah, biar makin semangat tarawihnya, nih ada beberapa tip dari kami. Praktikin, yuk!

Tip Ramadan #1: Ikut Tarhib

Tarhib artinya anjuran atau motivasi. Dalam event yang biasa diadakan di masjid dan mushala beberapa hari sebelum Ramadan ini, kita dimotivasi agar membulatkan semangat saat masuk bulan Ramadan.

Tip Ramadan #2: Cari Teman yang Kompetitif

Emang lomba lari? Hehe, tenang… Dari dulu manusia paling suka berkompetisi. Habil dan Qabil berkompetisi memperebutkan salah satu saudara perempuan mereka yang jelita, Abu Bakar dan Umar berkompetisi banyak-banyakan sedekah.

Sama. Kita juga perlu berkompetisi dengan teman-teman untuk melakukan sebaik-baik ibadah wabil khusus shalat tarawih di bulan yang mulia ini. Soalnya, kalau sendirian ibadahnya gampang banget dihampiri mahluk bernama “M” alias males.

Tip Ramadan #3: Kurangi Bukber

Kok malah dikurangi? Yang sering penulis ikuti sih, bukber itu acara intinya kebanyakan ngobrol ngalor-ngidul. Shalat Maghrib saja kadang terbengkalai, apalagi shalat tarawihnya. Menurut penulis sih…

Tip Ramadan #4: Jangan Kalap Saat Berbuka

Siapa yang pas dengar adzan Maghrib langsung nyantap berturut-turut kolak, kue basah, kurma, es buah, lanjut nasi sepiring penuh? Selain nggak bagus buat pencernaan, kalap saat berbuka juga bakal berimbas ke ibadah tarawih. Gimana mau shalat tarawih yang berbelas bahkan berpuluh rakaat, baru shalat Isya yang cuma empat rakaat aja sudah ngantuk berat.

Tips Ramadan #5: Berdoa di Waktu-waktu Mustajab

Salah satu waktu paling mustajab buat berdoa adalah di waktu sahur dan berbuka puasa. Sayang, di waktu sahur kita terlalu asyik ketawa-ketiwi dengan acara tivi, di waktu berbuka kita terlalu khusyuk menyantap hidangan yang tersaji. Hiks…

Mending dioptimalin sih sebenarnya buat berdoa sebanyak-banyaknya. Salah satunya minta sama Allah supaya diistiqamahkan dalam menjalankan shalat tarawih selama satu bulan full (kecuali pas lagi halangan buat yang perempuan.

Oke, segitu aja tipnya biar tarawih tahun ini istiqamah dan sukses gilang-gemilang. Hayo siapa yang berani praktikiiin?

*Enje, tim penulis @Muslimah_Talk. Bukunya yang sudah diterbitkan adalah Saleha Is Me (bestseller) dan Islamic Generation.

**Sumber foto: pixabay.com

jodoh dari allah itu yang terbaik

Jodoh dari Allah, Maka Kepada-Nya Kita Memohon

Jodoh dari Allah, bukan dari selain-Nya.

Menentukan pilihan nggak boleh asal-asalan. Dan, untuk mengenali apakah seseorang merupakan jodoh dari Allah atau bukan caranya sederhana, yaitu dengan melihat sejauh mana komitmennya terhadap ajaran Islam.

 

Jodoh dari Allah: Tips Memilih Calon Suami

“Bila seorang laki-laki yang kau ridai agama dan akhlaknya meminang anak perempuanmu, nikahkanlah dia. Apabila engkau tidak menikahkannya, niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas.” (HR. Tirmidzi)

Adalah fitrah seorang muslimah untuk menikah dengan laki-laki yang kaya, memiliki status sosial yang terpandang, berasal dari keluarga yang baik, dan tampan. Itu nggak salah. Tapi, jangan dilupakan, kualitas agamanya harus tetap dinomorsatukan.

Nah, sekarang muncul pertanyaan. Bagaimana sih cara melihat komitmen seorang laki-laki terhadap agamanya? Ada beberapa hal yang harus ada pada laki-laki itu.

  1. Laki-laki itu harus beragama Islam;
  2. Lelaki itu melaksanakan kewajiban-kewajiban pokok agamanya, yaitu salat lima waktu, puasa Ramadan, zakat, haji bila mampu;
  3. Berakhlak baik;
  4. Memiliki usaha untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik;
  5. Memiliki semangat untuk mengajak orang lain menuju kebaikan dan mencegah keburukan.

Urusan tampan, status sosial, dan kaya itu nggak harus 100%. Boleh kok diturunkan menjadi 80% atau 70%. Tapi, kalau untuk agama nggak bisa ditawar-tawar. Dia harus Muslim, akhlaknya baik, dan dia melaksanakan ajaran agamanya dengan baik.

 

Jodoh dari Allah: Tips Memilih Calon Istri

“Wanita itu dinikahi karena empat hal, yaitu karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, atau agamanya. Pilihlah berdasarkan agamanya agar selamat dirimu.” (HR. Bukhari-Muslim)

Betapa bahagia jika kelak kita memiliki istri saleha yang taat dan selalu mendukung kebaikan suaminya, yang apabila dipandang menyejukkan, bisa menjaga dirinya, dan bisa menjaga keutuhan rumah tangganya.

Biar bisa melihat perempuan yang memiliki potensi agama yang baik, kita bisa memperhatikan dari hal-hal ini dalam dirinya.

  1. Dia harus beragama Islam;
  2. Dia melaksanakan kewajiban-kewajiban pokok agama: salat lima waktu, puasa Ramadan, zakat, dan haji bila mampu;
  3. Dia berakhlak baik;
  4. Dia memiliki kesiapan untuk berubah menjadi lebih baik;
  5. Dia memiliki semangat untuk mengajak orang lain menuju kebaikan dan mencegah keburukan.

Jadi, Teman, pilihlah wanita yang baik agama dan mulia akhlaknya. Bukan hanya demi keberuntungan kita, tapi juga bagi kebaikan anak-anak kita kelak. Abul Aswad Ad-Du’ali berkata kepada putra-putranya, “Anak-anakku, aku telah berbuat baik kepada kalian sejak kalian masih kecil hingga dewasa, bahkan sejak kalian belum lahir.”

“Bagaimana cara ayah berbuat baik kepada kami sebelum kami lahir?”

“Ayah telah memilihkan untuk kalian seorang wanita terbaik di antara sekian banyak wanita, seorang ibu yang pengasih dan pendidik yang baik untuk anak-anaknya.”

Nah, ngomong-ngomong, orang yang sedang kamu ikhtiarkan itu udah memenuhi syarat-syarat di atas belum?

 

*Diambil dari buku Halaqah Cinta: Follow Your Prophet, Find Your True Love karya Arif Rahman Lubis (penggagas @teladanrasul)

**Sumber foto: http://www.pertheventphotography.com.au

cenat-cenut-calon-dokter

Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Anak Kedokteran

cenat-cenut-calon-dokterTes masuknya susah. Ujian lulusnya lebih susah.

Kalau kata orang, mahasiswa kedokteraan itu keren abis. Gimana nggak keren, passing grade jurusannya tinggi. Sebelum masuk mesti rebutan dulu sama lulusan SMA se-Indonesia. Kuliahnya superserius. Nggak ada waktu buat nge-game. Setelah lulus mesti ikut co-assistant (koas) dulu di rumah sakit. Lalu, jadi dokter deh. Ke mana-mana megang suntikan dan kalungan stetoskop.

Prosesnya panjang  dan melelahkan. Tapi, mereka bisa melewatinya.

Namun, mahasiswa kedokteran juga manusia. Di balik tampilan keren seorang calon dokter, hal-hal konyol juga mereka miliki. Simak deh penuturan Tazkia Fatimah yang harus kembang-kempis melewati masa-masa kuliah di FK dan koas dalam bukunya, Cenat-Cenut Calon Dokter.

READ MORE

hajj--umroh-for-woman

Blusukan Di Mekah dan Madinah

hajj--umroh-for-womanMekah dan Madinah adalah dua kota suci umat Islam. Jutaan orang pergi tiap tahun ke dua kota ini untuk memenuhi kewajiban haji dan umrah. Nama keduanya begitu lekat di hati tiap muslim-muslimah. Anda yang pernah naik haji atau umrah amat beruntung pernah tinggal di dua kota sarat sejarah itu.

Buku Hajj & Umrah for Woman: Panduan Perjalanan Aman dan Menyenangkan ini bertutur panjang-lebar tentang haji perempuan, mulai dari penjelasan hukumnya, tata caranya, hingga uraian khusus tentang tatacara memasuki kota suci Mekah. Tak hanya itu, buku ini juga berisikan panduan untuk wisata spiritual dan sejarah di seantero Arab Saudi, baik di Mekah, Madinah, maupun kota-kota lain.

READ MORE

igen

Belajar Melulu, Kapan Mainnya?

igenSemua orang di planet ini punya waktu yang sama dalam sehari-semalam. Nggak ada yang punya waktu lebih dari duapuluh empat jam. Tapi, kenapa ya hanya segelintir orang saja yang bisa sukses? Kenapa cuma sedikit yang berbahagia menjalani hari-harinya?

Mau tahu rahasianya? Rahasia mereka sederhana kok: pandai mengatur waktu.

Namanya orang hidup nggak mungkin dong belajar melulu. Tapi, mustahil juga kalau main terus-terusan. Nggak bisa orang hidup hanya di dalam rumah. Tapi, nggak akan betah juga hidup di kolong langit. Solusinya? Ya tertib dalam mengatur waktu.

READ MORE

i-have-a-dream

Apa Impian Kamu?

i-have-a-dreamBisa dibayangin nggak seorang anak yang kesulitan belajar dan dianggap bodoh di sekolahnya, ditambah keluarganya punya banyak masalah, di kemudian hari berhasil mematenkan ratusan temuan? Ah, boro-boro ratusan, satu penemuan aja sulit mau membayangkan. Tapi, Teman, Thomas Alfa Edison udah ngebuktiin lho kalau dirinya bisa.

Apa ya rahasia kesuksesannya?

Dalam buku I Have A Dream, Kak Arif Rahman Lubis cerita panjang lebar tentang bagaimana kita bisa menggapai kesuksesan. Pertama, kita kudu punya sesuatu yang mengarahkan hidup kita. Sesuatu itu adalah cita-cita.

READ MORE

impian dalam hidup

Impian Ada untuk Diwujudkan, Bukan Hanya untuk Diimpikan

Impian adalah alasan manusia masih kuat berdiri di tengah hantaman ombak dan gelombang.

Mata uang kehidupan ini dicetak dengan maut
supaya segala yang kita beli
menjadi benar-benar berharga.

Pernah mendengar puisi ini sebelumnya, Teman? Puisi singkat dan sarat makna ini digubah oleh penyair bijak dari India, Rabindranath Tagore. Berkaca pada puisi ini, beruntunglah hingga detik ini kita masih diberi kesempatan untuk melanjutkan perjalanan. Perjalanan yang penuh rintangan namun dengan itu hidup kita justru menjadi berharga.

Impian Membuat Hidup Berharga

Apa itu hidup yang berharga? Hidup yang berharga adalah hidup yang sukses. Hidup yang sepadan dengan harga maut yang tak pernah bisa ditawar. Kita mesti sukses agar harga kehidupan kita tak seharga kehidupan ayam, sapi, atau permata paling mahal sekali pun.

Namun demikian, kesuksesan bukanlah sesuatu yang kita punya. Dan, ia bukan semacam rekening gendut, istana megah, atau jabatan yang tinggi. Hidup yang sukses bukan hidup di tengah itu semua. Lantas?

“Kegemilanganmu bukan apa yang kau punya, tapi apa yang kau berikan.” Ya, sukses adalah bersedekah pada yang papa, menyebarkan pengetahuan, dan mendermakan bantuan. Kehidupan yang berharga adalah berkarya dan memberi manfaat pada orang lain.

Keping-keping Impian dalam Buku Dancing In The Rain

Itu artinya, Teman, semua orang pasti bisa sukses. Sekali lagi, semua orang, tanpa kecuali. Semelarat apa pun hidup seseorang, ia tetap bisa hidup dengan berharga. Kelokan-kelokan hidup Rimma Bawazier dalam Dancing in The Rain ini adalah salah satu dari jutaan contoh nyata bahwa getirnya hidup di masa kecil justru menjadikannya seperti yang kita kenal hari ini.

Dalam buku ini, Rimma menunjukkan betapa berharganya memiliki impian dan cita-cita. Bukan impian kembang tidur, tentu, melainkan impian yang mendorong kita mau berkarya untuk orang lain. Impian macam ini, kata Rimma, “membuat hidup jadi lebih hidup.” Selebihnya adalah tindakan nyata dan doa. Tanpa keduanya, impian sehebat apa pun hanya fatamorgana. Tapi dengan semua itu, hidup bagai sebuah tarian yang indah.

Dancing in the Rain adalah buku tentang perjalanan hidup yang luar biasa seorang fashion designer dan model yang menapaki tangga kehidupan dari bagian yang paling bawah. Kisah-kisahnya sungguh menggugah semangat dan menggetarkan jiwa.

Dengan menyebut nama-Nya, bacalah!

inikah cinta edit

Dikit-dikit Jatuh Cinta

inikah cinta editAda cowok ngaku ‘klik’ saat seorang cewek membalas smsnya. Lebih ‘klik’ lagi saat si cewek mengirim emoticon manis padanya. Hatinya serasa kejatuhan duren. *halah

Emang sih, zaman sekarang semua jadi mudah dan murah. Cinta juga termasuk. Sepasang muda-mudi gampang sekali jatuh cinta. Bahkan, remaja tanggung pun ngaku pernah jatuh cinta. Udah gitu harga cintanya murah lagi. Asal beliin es krim, cinta. Asal rajin kirim pulsa, cinta. Nggak heran, umur cintanya sepanjang umur es krimnya. Yang lebih beruntung, sepanjang masa aktif pulsanya.

Mungkin, itu sebabnya koran kriminal gampang nyari berita. Ada remaja bunuh diri gara-gara cinta gaya pulsa. Sepasang muda-mudi kepergok menggugurkan kandungan di sebuah klinik ilegal. Ada juga pasutri ribut gara-gara salah satunya berselingkuh. Bahkan ada yang galau nggak siap ujian gara-gara waktu belajarnya habis buat ngobrol sama si dia.

READ MORE

me

Emang Gue Siapa?

meKunci sukses kita ada dalam diri kita sendiri, bukan dalam uluran tangan orang lain. *tsah!

Anyway, Gaes, ada gak sih anak muda yang gak pengin masa depannya sukses? Sembilan puluh sembilan koma sembilan puluh sembilan persen anak muda pasti pengin sukses. Kalau ada yang gak mau sukses, jangan-jangan ada masalah tuh dengan saraf-saraf di lipatan otaknya. Hehe…

Tapi, mimpi aja apa udah cukup? Ya jelas gak lah. Ada satu prinsip yang kita kudu tahu kalau pengin masa depan kita cerah: kenali diri sendiri. Kedengeran aneh? Lo pasti udah mikir, tiap orang bukannya udah pasti kenal dirinya sendiri? Dia tahu siapa namanya, di mana alamatnya, apa makanan dan film kesukaannya, de el el. READ MORE