janganpernahmenyerah Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
619
archive,tag,tag-janganpernahmenyerah,tag-619,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
roadshow buku

Roadshow Pertama Aldilla Dharma: “Benar-benar Luar Biasa!”

Roadshow ke beberapa kota dilakukan oleh Aldilla Dharma dan Penerbit Qultummedia. Banyak kesan positif yang didapatkan.

Setelah sukses “melahirkan” karya pertamanya, Jangan Pernah Menyerah, Aldilla Dharma memiliki sejumlah kegiatan baru dalam karier kepenulisannya, yakni berpromosi.

Baca juga:
Jangan Takut Gagal! (Special Edition)
Jangan Pernah Menyerah! (Special Edition)

“Kemarin sempat roadshow dan siaran radio di beberapa kota, seperti Jakarta, Kediri, Surabaya, Malang, Solo, Jogjakarta, Semarang, dan Banjarmasin,” kata Aldilla saat diwawancara Qultum Media via surel.

Ya, roadshow dan siaran radio adalah beberapa jenis promosi yang dijalankan Aldilla terkait karyanya. Berbagai pengalaman menarik dan seru pun dirasakan pria yang sedang berjuang untuk menyelesaikan tesisnya di Jurusan Magister Kenotariatan, Universitas Brawijaya ini.

“Seru sih, bertemu teman-teman baru. Jadi banyak belajar hal-hal baru juga di tiap daerah,” kata Aldilla.

Roadshow yang Luar Biasa

Selama roadshow, Aldilla menemukan banyak hal baru yang dapat membuatnya ‘geleng-geleng kepala’. Salah satunya adalah respons pembaca yang datang ke acara roadshow buku Jangan Pernah Menyerah.

“Luar biasa. Respon mereka sangat luar biasa,” ungkap Aldilla. “Aku bilang luar biasa, ya, soalnya aku juga bahkan bisa “gila-gilaan” bareng mereka,” tambah pria yang bercita-cita menjadi notaris syariah ini.

Menurut Aldilla, meski di beberapa kota para pembaca yang datang awalnya bersikap malu-malu, setelah dipancing mereka ternyata tak ragu untuk bersuara.

Selain respons yang luar biasa, kejutan lain yang dirasakan Aldilla saat berada di tengah-tengah para pembacanya adalah aksi curhat-curhatan.

“Awalnya aku harus memotivasi mereka. Belakangan malah mereka yang memotivasi aku buat berhijrah dari keterpurukan cinta,” ungkap Aldilla.

Alhasil, ajang tersebut menjadi ajang curhatan antara penulis dan pembacanya. Meski baper, alhamdulillah roadshow dan siaran radio tetap berjalan dengan lancar.

Roadshow dan Hadirnya Buku Kedua

Nah, bagi kamu yang sudah membaca buku pertama Aldilla, kini sudah bisa menikmati buku keduanya, lho. Dalam buku berjudul Jangan Takut Gagal! ini, Aldilla memaparkan jawaban atas beberapa pertanyaan.

“Kalau di buku pertama aku lebih menebar kegelisahan yang membuat orang bertanya-tanya, di buku kedua ini justru memaparkan jawaban atas segala pertanyaan itu,” kata Aldilla.

Penasaran, kan, dengan buku keduanya? Jangan khawatir, kamu sudah bisa mendapatkannya di toko buku terdekat atau membeli ebook-nya melalui PlayStore.

berani berhijrah harus diiringi dengan proses belajar yang tak pernah berhenti

Berani Berhijrah: Demi Masyarakat Indonesia yang Lebih Baik

Berani berhijrah adalah pilihan besar dalam hidup. Di dalamnya tersimpan sebuah kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik, juga semangat untuk menyongsong hari esok yang lebih menjanjikan.

Tak ada yang baik-baik saja jika kita sering meluangkan waktu untuk memikirkan hidup kita; pendidikan kita, rencana ke depan, kebiasaan, pola pikir, prestasi, sampai derajat kita di sisi Allah Taala. Akan selalu ada yang perlu kita tilik dan koreksi, akan selalu ada yang perlu kita benahi.

Baca juga:
Berani Jujur Itu Baik!
Berani Berhijrah

Pengalaman adalah guru terbaik yang pernah ada. Ya, dari pengalaman kita bisa belajar banyak hal, termasuk menetapkan hati untuk berhijrah. Berubah menjadi pribadi yang lebih taat pada-Nya, dan semakin sadar bahwa kita ada dalam pengawasannya sehari-semalam penuh. Hal itulah yang dituliskan Aldilla Dharma dalam buku Jangan Pernah Menyerah!

Sesuai dengan judulnya, menurut Aldilla buku ini berisi tentang semangat untuk berhijrah. Sejarah penyebaran Islam di dunia menjadi dasar Aldilla menulis buku pertamanya ini, yang memang dikenal dunia dengan prosesnya yang cepat, damai, dan berpijak pada dua hal, yaitu akidah yang lurus (al-‘aqidah as-salimah) dan ilmu pengetahuan.

Sebagai sebuah buku ber-genre pengembangan diri islami, Aldilla melalui buku ini mengajak pembaca untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya, dengan koridor yang telah ditetapkan oleh Allah melalui agama Islam. Bukan perkara mudah memang, tapi bersama-sama memulai, tak ada yang tak mungkin.

 

Berani Berhijrah: Dimulai dari Sebuah Akun Instagram

Niatan Aldilla dalam menyebarkan ajaran-ajaran Islam melalui media sosial tak hanya terbatas pada pembuatan buku. Jauh sebelum hal itu ia sudah membangun komunitas berbasis sosial media—tepatnya Instagram—dengan nama Berani Berhijrah.

Apa sih, yang menjadi alasan Aldilla membangun komunitas yang telah memiliki follower lebih dari 500.000 orang ini?

“Setelah berhijrah, saya melihat ada batas dan jarak antara anak muda dan agama,” ujarnya. Lebih lanjut ia mengatakan, “muncul stigma bahwa mereka yang doyan bahas agama adalah mereka yang sudah berumur. Dari sana saya melihat ada kekosongan yang harus diisi, yaitu jembatan antara anak muda dan agama. Untuk itulah atas dasar petunjuk Ilahi, Berani Berhijrah terlahir”.

Tak disangka, gerakan yang awalnya hanya mengajak orang untuk berhijrah, makin hari makin banyak pengikutnya. Oleh karenanya, tercetuslah ide untuk menjadikan gerakan ini sebuah komunitas. Bahkan kini, menurut Aldilla, Berani Berhijrah sedang dalam proses pelegalan untuk menjadi sebuah yayasan.

Tak muluk-muluk, melalui komunitas Berani Berhijrah dan buku Jangan Pernah Menyerah!, ia berharap Indonesia berani berhijrah menjadi lebih baik.

WhatsApp chat