malam Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
538
archive,tag,tag-malam,tag-538,theme-stockholm,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
shalat istikharah membantu kita menemukan jodoh impian

Jodoh Impian Bertamu Malam Ini. Kamu Sudah Siap?

Jodoh impian? Bagaimana mengenalinya? Bagaimana pula menemukannya?

Kita mungkin sering membayangkan siapa yang akan menjadi jodoh impian kita nanti. Mulai tetangga kita yang cantik, teman sekelas yang menjadi rebutan, sampai artis ternama yang sering diberitakan. Nah, buat yang ingin tahu siapa jodoh yang tepat untuknya, coba deh ikuti lima petunjuk ini.

Memiliki pasangan hidup adalah keinginan setiap orang. Ketika dewasa, laki-laki dan perempuan akan memikirkan siapa yang menjadi pasangan hidupnya nanti. Kadang, ada yang sampai menetapkan kriteria-kriteria tertentu. Apakah Pembaca juga demikian?

Tak apa, ini wajar, kok. Sebab, memilih pasangan hidup tak seperti memilih baju atau perhiasan. Ketika kita sudah tidak suka, kita bisa menjualnya kembali atau memberikannya kepada orang yang membutuhkan.

Pasangan hidup akan menemani kita sampai tua. Merawat, menyayangi, dan mengasihi kita. Karenanya, sudah seharusnya kita mencari orang yang tepat. Orang yang memiliki visi dan misi yang sama dengan kita, yaitu meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Sayangnya, kita kadang masih bingung dalam memilih jodoh impian. Laki-laki seperti apa yang tepat untuk kita, atau perempuan yang bagaimana yang pantas mendampingi kita?

Baca juga:
Ternyata Seperti Inilah Wanita yang Diidamkan Oleh Pria Saleh:
Ingin Rumah Tangga Bahagia? Hindari Hal-hal Ini:

Tapi, tak perlu khawatir. Bukankah kita diajarkan oleh Rasulullah untuk memilih pasangan yang baik agamanya? Di samping hal-hal lain, seperti memiliki status sosial yang terpandang, berasal dari keluarga yang baik, dan memiliki harta yang melimpah, agama adalah yang utama.

“Adalah fitrah seorang Muslimah untuk menikah dengan laki-laki kaya, memiliki status sosial yang terpandang, berasal dari keluarga yang baik, dan tampan. Itu nggak salah. Tapi, jangan dilupakan, kualitas agamanya harus tetap dinomorsatukan” (Halaqah Cinta, h. 257)

Jadi, Bagaimana Mengenali Sekaligus Menemukan Jodoh Impian Itu?

Setelah kita menentukan kriteria tersebut, bagaimana cara mendapatkan pasangan hidup yang memenuhi kriteria itu? Berikut langkah-langkah yang perlu kita lakukan.

1.    Perbaiki Niat
Niat yang sungguh-sungguh akan memudahkan kita untuk mengenali dan menemukan jodoh impian yang tepat. Harus ada keseriusan dan niat semata-mata ingin menjalankan sunah Rasulullah, yaitu untuk memiliki keturunan.

2.    Ikhtiar
Tak cukup hanya memasang niat. Kita juga harus berikhtiar mencari jodoh impian kita. Jika masih malu-malu, kita bisa minta bantuan teman untuk mengenalkan kita pada orang yang kita sukai, atau kita bisa meminta teman untuk mengenalkan kita dengan orang yang baik.

3.    Istikharah
Jika kita sudah menemukan orang yang menurut kita baik, jangan lupa beristikharah. Kita minta petunjuk pada Allah, apakah pilihan kita ini tepat untuk kita, untuk dunia dan akhirat kita? Persis seperti doa yang kita panjatkan ketika Shalat Istikharah. Lihat: Penuntun Mengerjakan Shalat Istikharah, h. 16.

4.    Utarakan Keinginan Kita
Jika Allah sudah memberikan jawaban atas Istikharah kita, utarakan kepada orang terdekat kita. Bisa ayah, ibu, atau saudara kita, agar niat baik untuk menikahi pilihan kita itu diridhai juga oleh mereka. Sampaikan bahwa kita ingin meminangnya.

5.    Nikahi Karena Allah
Nikahilah pilihan kita semata-mata karena Allah. Allah akan memberikan keberkahan pada pasangan yang menikah dengan didasari cinta kepada-Nya. Yang bertujuan untuk menjalankan sunah Rasul-Nya, agar melahirkan generasi-generasi yang saleh dan saleha.

Nah, inilah yang perlu kita lakukan untuk mendapatkan pasangan hidup yang tepat. Melibatkan Allah dalam semua urusan kita adalah sebuah keharusan. Dengan begitu, kita tak perlu ragu lagi untuk memilih pasangan hidup.

 

Gambar/foto dari www.pixabay.com

shalat tahajud adalah ibadah sunah yang utama

Shalat Tahajud: Bagaimana Agar Kita Istiqamah Mengerjakannya?

Shalat Tahajud adalah salah satu shalat sunah yang tak pernah Rasulullah tinggalkan semasa hidupnya, setidaknya ketika beliau tidak dalam kondisi sakit. Meski begitu, istiqamah mengerjakan shalat sunah ini tidak mudah.

Susah bangun malam tidak hanya dialami oleh segelintir orang. Banyak yang sepakat dengan hal itu. Jangankan untuk Shalat Tahajud dan berzikir, berjalan menuju kamar mandi dan mengambil air wudhu saja rasanya berat. Selain mengantuk, udara dingin juga menjadi sebabnya.

Baca juga:
Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud
9 Hal Agar Dimudahkan Menjalankan Shalat Tahajud

Sebenarnya, asal kita mengerti apa saja manfaat Shalat Tahajud, kita akan termotivasi untuk mengerjakannya. Pertanyaan berikutnya, bagaimana caranya agar kita bisa bangun malam dan menunaikannya? Langsung saja yuk kita simak tips-tips berikut.

  1. Tidur tidak larut malam. Usahakan tidur tidak lebih dari pukul 22.00, sehingga kita bisa bangun pukul 3.00 atau 3.30 dini hari. Tidur selama lima jam sudah cukup bagi orang dewasa. Badan terasa segar, mata pun tidak mengantuk lagi;
  1. Makan malam secukupnya. Makan yang terlalu kenyang akan menyebabkan perut kita kepenuhan, sehingga mudah mengantuk dan sulit bangun. Rasulullah saw memberikan teladan yang baik tentang makan, yaitu berhenti makan sebelum perut terasa kenyang;
  1. Tidur dalam posisi miring ke kanan. Rasulullah saw bersabda, “Jika kalian hendak tidur di pembaringan, berwudhulah seperti wudhu untuk shalat. Kemudian berbaringlah kamu dengan berbaring di lambung kananmu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Rahasia tidur Rasulullah saw tersebut dapat mengistirahatkan otak kiri, jantung, dan lambung. Secara otomatis, istirahat kita akan lebih maksimal dan begitu bangun, tubuh dan otak sudah segar;
  1. Tidur siang. Usahakan untuk menyempatkan diri tidur siang, walaupun hanya sebentar. Tidur siang idealnya dilakukan kurang dari 1 jam. Rasulullah saw juga menganjurkan kaum muslim untuk tidur siang, karena manfaatnya yang banyak. Di antaranya, bisa bangun dini hari dengan mudah, meningkatkan kinerja otak, menyehatkan badan, dan menghilangkan stres;
  1. Memasang alarm atau meminta bantuan kepada orang terdekat;
  1. Niat yang kuat. “Segala amal tergantung niatnya,” ujar Nabi Muhammad saw dalam salah satu haditsnya. Hadits ini cukup populer di kalangan umat Islam. Niat akan menentukan sekuat apa kita berusaha meraih apa yang kita niati itu, termasuk menjalankan shalat tahajud.

Bagaimana, sudah siap mengerjakan Shalat Tahajud?

Buku Penakluk Subuh karya Muhammad Iqbal mengajak kita meraih keberkahan hidup melalui 13 amalan pagi yang penuh rahasia dan manfaat. Buku bisa didapatkan di toko buku Gramedia, Gunung Agung, TM Bookstore, dan toko-toko buku online.

shalat tahajud mudah

Shalat Tahajud dan Kiat-kiat Mudah Agar Kita Istiqamah Mengerjakannya

Shalat Tahajud sering dikatakan gampang-gampang susah untuk dikerjakan. Mengerjakannya sebenarnya mudah, sama seperti shalat-shalat sunah lainnya, hanya bangun malamnya saja yang berat.

Apa yang membuat kita merasa begitu berat untuk bangun dan mengerjakan Tahajud di malam hari? Sementara ketika ada event pertandingan bola tengah malam di televisi kita bisa dengan mudah membuka mata.

Semua kembali pada motivasi, tekad, dan niat  yang kuat. 

Baca juga:
Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud
Penuntun Mengerjakan Shalat Istikharah

Tersebutlah seorang anak kecil yang kelak dikenal dengan nama Abu Yazid Al-Busthami. Suatu hari ia meminta pada ayahnya agar diajari cara mengerjakan Tahajud. Awalnya, sang bapak menolak karena ia terlalu kecil untuk melakukan salat malam itu. Tapi, hatinya luruh setelah sang anak berkata, “Aku ingin bisa Tahajud, tapi Ayah menghalang-halangi.”

 

Shalat Tahajud: Keutamaan dan Kiat-kiat Bangun Malam

Di kalangan orang saleh, Tahajud memang dianjurkan dan dijadikan kebiasaan. Mengapa salat ini begitu menarik bagi orang-orang saleh? Sepertiga malam adalah saat yang tepat untuk memanjatkan doa. Saat itu, Allah dan malaikat-malaikatnya turun ke bumi dan berkeliling membawa barakah bagi orang-orang yang ikhlas mendirikan Tahajud.

“Berdoalah maka akan Aku kabulkan.” 

Inilah ajakan berdoa dari Sang Pencipta pada hambanya. Di dalamnya terkandung makna kewajiban dan hak hambanya untuk berdoa. Berdoa menjadi bagian penting bagi kehidupan orang-orang yang meyakini kebesaran-Nya.

Disebutkan dengan jelas di dalam surat Al-Baqarah ayat 186, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka sesungguhkan Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia (benar-benar) berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”

Apa sebenarnya makna doa? Berdoa adalah salah satu media komunikasi manusia kepada Tuhan. Lewat keyakinan dan sikap optimis, secara psikologis ada rasa lega setelah manusia merapalkan doa. Mungkin bisa dikatakan inilah cara curhat seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Apa yang dipanjatkan dalam sebuah doa?  Berdoa bisa apa saja, asal mengandung unsur kebaikan. Doa yang berisi suatu yang buruk tidak akan terkabul. Doa yang baik misalnya, memohon diberi kesehatan, usia panjang, keselamatan dunia dan akhirat, berkah rezeki, dimudahkan jodoh, dibebaskan dari segala masalah, dan lain-lain.

Berikut contoh doa agar terbebas dari masalah:

“Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon ampunan dan terbebas dari masalah di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan terbebas dari masalah dalam urusan agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku dan tenangkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah! Jagalah aku dari arah muka, belakang, kanan, kiri dan dari atasku, dan aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak dihancurkan dari bawahku.”

The_Science_of_ShalatMungkin sebagian dari Anda pernah bertanya-tanya, mengapa shalat harus dikerjakan sebanyak lima kali dalam sehari semalam dan kenapa sebaiknya dilakukan di awal waktu? Jawaban pertanyaan itu sangat terkait dengan rahasia di balik waktu-waktu di mana kita diperintahkan untuk mengerjakan shalat-shalat tersebut. Rahasia itu terungkap berdasarkan beberapa penelitian dan pengamatan para pakar di bidangnya.

 

Setiap peralihan waktu shalat, sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan energi alam yang dapat diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang akrab dengan dunia fotografi.

Pada waktu subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam fisiologi, tiroid memiliki pengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh manusia. Warna biru muda juga memunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rezeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur pulas pada waktu subuh akan menghadapi masalah rezeki dan komunikasi. Hal ini terjadi karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika ruh dan jasad masih tertidur. Pada saat adzan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkat optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu rukuk dan sujud.




Ketika memasuki waktu zhuhur, warna alam menguning dan berpengaruh terhadap perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga memiliki pengaruh terhadap hati. Di samping itu, warna kuning juga memunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi, mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan shalat zhuhur berulang-ulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaannya serta berkurang keceriaannya.

Saat ashar, warna alam berubah menjadi oranye. Hal ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kondisi prostat, uterus, ovary, testis, dan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga bisa memengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang kerap tertinggal waktu ashar akan menurun daya kreativitasnya. Di samping itu, organ-organ reproduksi juga akan kehilangan energi positif dari warna alam tersebut.

Menjelang maghrib, warna alam berubah menjadi merah. Pada waktu itu, kita kerap mendengar nasihat orang-orang tua agar kita tidak berada di luar rumah. Nasihat tersebut ada benarnya karena saat maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini, jin dan iblis amat bertenaga karena mereka beresonansi atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang berada dalam perjalanan sebainya berhenti sejenak dan mengerjakan shalat maghrib. Hal itu lebih baik dan lebih aman karena pada waktu ini banyak interferens atau tumpang tindihnya dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan dapat menimbulkan fatamorgana yang dapat merusak penglihatan kita.

Sedangkan ketika waktu isya’, alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu isya’ menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang kerap ketinggalan waktu isya’ akan sering merasa gelisah. Ketika alam diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan jiwa dan raga. Dengan tidur waktu itu, kondisi jiwa kita berada pada gelombang delta dengan frekuensi di bawah 4 Hz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu istirahat.

Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu, dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan frekuensi kelenjar pineal (otak kecil), kelenjar pituitary (bawah otak), thalamus, dan hypothalamus. Maka, kita sepatutnya bangun dari tidur pada waktu ini dan mengerjakan shalat malam.

Demikian sebagian kecil dari penjelasan Prof. Riset. DR. Ir. H. Osly Rachman, MS. dalam bukunya, “The Science of Shalat”. Ia menguraikannya secara luas tentang lautan hikmah shalat menurut ilmu pengetahuan atau sains. Bahkan, lebih jauh lagi ia mengupas shalat laksana sebagai suatu kesatuan utuh antara kesehatan, ibadah, rezeki, psikologi, dan lain sebagainya. Tentu nilai manfaat yang terkandung di dalam shalat ini jika diaplikasikan, tidak hanya akan mengantarkan seseorang menuju ketakwaan, tapi juga bisa menggapai hidup yang paripurna dan bahagia.

Buku terbitan QultumMedia ini dibuka dengan penjelasan untuk apa kita shalat, mukjizat shalat dari segi waktu dan jumlah rakaat, korelasi ajaib antara waktu shalat dan energi alam, mukjizat shalat subuh, shalat tahajud sebagai antistres, dan antinyeri sendi dengan shalat dhuha.

Lebih lanjut lagi, penulis menjelaskan tentang rahasia dan hikmah wudhu menurut aspek kesehatan, filosofi kiblat dan cara menentukannya secara mudah dengan garis matahari. Kemudian, dilanjutkan dengan aplikasi gerakan shalat sebagai terapi kesehatan yang dimulai dari berdiri, rukuk,hingga salam yang dilengkapi dengan keutamaan khusyuk dan menggapainya dalam shalat.

Pada tiga bagian akhir, dijelaskan tentang keagungan Allah pada ruang tanpa batas dari takbir hingga big bang theory, aspek keutamaan, hukum, zikir, dan merengkuh kesempurnaan shalat berjamaah, serta merambah jalan menuju shalat yang dititi dengan memelihara shalat.




Berdoa ada tata caranya. Inilah salah satu jalan apakah sebuah doa yang dipanjatkan akan terkabul atau tidak, cepat atau lambat. Tatacara ini semacam sopan santun seorang hamba kepada kunjungan-Nya, misalnya usai salat, lakukan dzikir, lantunkan shalawat, kirimkan doa kepada orangtua, guru-guru, dan kakek-nenek.

Berdoa tidak boleh tergesa-gesa. Lakukan dalam keadaan tenang dan damai. Perhatikan juga waktu-waktu khusus untuk berdoa, misalnya usai shalat fardhu, usai shalat Tahajud, di antara azan dan iqomah, dan lain sebagainya.

Berikut  beberapa tip agar doa kita segera terkabul:

1. Mencari waktu yang mustajab

Waktu yang mustajab adalah hari Arafah (9 Zulhijjah), bulan Ramadan, hari Jumat, dan waktu sahur atau sepertiga malam yang terakhir.

2. Memanfaatkan keadaan yang mustajab untuk berdoa

Saat perang, saat turun hujan, ketika sujud, waktu di antara azan dan iqamah, atau ketika menjelang berbuka puasa adalah waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa.

The_Science_of_ShalatMungkin sebagian dari Anda pernah bertanya-tanya, mengapa shalat harus dikerjakan sebanyak lima kali dalam sehari semalam dan kenapa sebaiknya dilakukan di awal waktu? Jawaban pertanyaan itu sangat terkait dengan rahasia di balik waktu-waktu di mana kita diperintahkan untuk mengerjakan shalat-shalat tersebut. Rahasia itu terungkap berdasarkan beberapa penelitian dan pengamatan para pakar di bidangnya.

 

Setiap peralihan waktu shalat, sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan energi alam yang dapat diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang akrab dengan dunia fotografi.

Pada waktu subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam fisiologi, tiroid memiliki pengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh manusia. Warna biru muda juga memunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rezeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur pulas pada waktu subuh akan menghadapi masalah rezeki dan komunikasi. Hal ini terjadi karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika ruh dan jasad masih tertidur. Pada saat adzan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkat optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu rukuk dan sujud.




Ketika memasuki waktu zhuhur, warna alam menguning dan berpengaruh terhadap perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga memiliki pengaruh terhadap hati. Di samping itu, warna kuning juga memunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi, mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan shalat zhuhur berulang-ulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaannya serta berkurang keceriaannya.

Saat ashar, warna alam berubah menjadi oranye. Hal ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kondisi prostat, uterus, ovary, testis, dan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga bisa memengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang kerap tertinggal waktu ashar akan menurun daya kreativitasnya. Di samping itu, organ-organ reproduksi juga akan kehilangan energi positif dari warna alam tersebut.

Menjelang maghrib, warna alam berubah menjadi merah. Pada waktu itu, kita kerap mendengar nasihat orang-orang tua agar kita tidak berada di luar rumah. Nasihat tersebut ada benarnya karena saat maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini, jin dan iblis amat bertenaga karena mereka beresonansi atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang berada dalam perjalanan sebainya berhenti sejenak dan mengerjakan shalat maghrib. Hal itu lebih baik dan lebih aman karena pada waktu ini banyak interferens atau tumpang tindihnya dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan dapat menimbulkan fatamorgana yang dapat merusak penglihatan kita.

Sedangkan ketika waktu isya’, alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu isya’ menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang kerap ketinggalan waktu isya’ akan sering merasa gelisah. Ketika alam diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan jiwa dan raga. Dengan tidur waktu itu, kondisi jiwa kita berada pada gelombang delta dengan frekuensi di bawah 4 Hz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu istirahat.

Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu, dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan frekuensi kelenjar pineal (otak kecil), kelenjar pituitary (bawah otak), thalamus, dan hypothalamus. Maka, kita sepatutnya bangun dari tidur pada waktu ini dan mengerjakan shalat malam.

Demikian sebagian kecil dari penjelasan Prof. Riset. DR. Ir. H. Osly Rachman, MS. dalam bukunya, “The Science of Shalat”. Ia menguraikannya secara luas tentang lautan hikmah shalat menurut ilmu pengetahuan atau sains. Bahkan, lebih jauh lagi ia mengupas shalat laksana sebagai suatu kesatuan utuh antara kesehatan, ibadah, rezeki, psikologi, dan lain sebagainya. Tentu nilai manfaat yang terkandung di dalam shalat ini jika diaplikasikan, tidak hanya akan mengantarkan seseorang menuju ketakwaan, tapi juga bisa menggapai hidup yang paripurna dan bahagia.

Buku terbitan QultumMedia ini dibuka dengan penjelasan untuk apa kita shalat, mukjizat shalat dari segi waktu dan jumlah rakaat, korelasi ajaib antara waktu shalat dan energi alam, mukjizat shalat subuh, shalat tahajud sebagai antistres, dan antinyeri sendi dengan shalat dhuha.

Lebih lanjut lagi, penulis menjelaskan tentang rahasia dan hikmah wudhu menurut aspek kesehatan, filosofi kiblat dan cara menentukannya secara mudah dengan garis matahari. Kemudian, dilanjutkan dengan aplikasi gerakan shalat sebagai terapi kesehatan yang dimulai dari berdiri, rukuk,hingga salam yang dilengkapi dengan keutamaan khusyuk dan menggapainya dalam shalat.

Pada tiga bagian akhir, dijelaskan tentang keagungan Allah pada ruang tanpa batas dari takbir hingga big bang theory, aspek keutamaan, hukum, zikir, dan merengkuh kesempurnaan shalat berjamaah, serta merambah jalan menuju shalat yang dititi dengan memelihara shalat.




3. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan

Dikisahkan dari Jabir ra, saat itu Nabi Muhammad saw berada di padang Arafah, lalu beliau menghadap kiblat dan terus berdoa sampai matahari terbenam (HR. Muslim).

Namun, berdoa saja tidak cukup. Harapan kita perlu diiringi ikhtiar terus-menerus. Di sini motivasi dan semangat berdoa juga perlu dijaga. Selengkapnya ada Tuntunan Shalat, Doa, dan Zikir Sehari-hari yang bisa dijadikan referensi dan akan memandu Anda menyempurnakan wudhu, shalat, shalat jamak, Qasar, shalat Hajat, dan shalat Jenazah. Buku ini juga berisi kumpulan doa dan zikir, seperti doa dilapangkan rezeki, doa memohon kemuliaan dunia akhira, doa agar amal ibadah diterima, doa selamat dunia akhirat, dan lain sebagainya.

Siapa yang kuat menahan rasa kantuknya dengan mengerjakan amalan ini, akan diberikan kemuliaan dan doa-doanya dikabulkan.

Apa saja manfaat Tahajud? Dari sisi kesehatan, bangun tengah malam dan terkena air dingin bisa mengobati berbagai penyakit. Dampak positif Tahajud sendiri bisa menguatkan daya tahan tubuh dan menghindarkan penyakit jantung, kanker, dan stres.

Shalat Tahajud adalah shalat yang paling utama setelah salat fardlu, demikian disebutkan dalam buku Banjir Kemuliaan dengan Shalat Tahajud. Salat ini memiliki derajat tertinggi dibandingkan salat sunah lainnya.

“Dirikanlah shalat dari condong matahari sampai gelap malam dan Quran fajar (shalat subuh), sesungguhnya Quran fajar itu dipersaksikan. Pada malam hari hendaklah engkau bertahajjud sebagai tambahan untuk engkau, mudah-mudahan Maha Pemeliharamu mengangkat engkau ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra`: 78-79)

Berikut kiat-kiat yang bisa memudahkan kita melakukan Tahajud. Mari praktikkan malam semampunya!

  1. Tidur lebih awal
  2. Memasang alarm
  3. Berniat sebelum tidur agar bangun sepertiga malam
  4. Minum air putih sebelum dan sesudah bangun tidur
  5. Mengajak teman atau saudara untuk Shalat Tahajud
  6. Mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat pada siang hari
  7. Tidur siang yang cukup
  8. Membaca doa dan zikir pilihan sebelum tidur
  9. Segera bangun begitu mendengar alarm berbunyi.

Bagi kaum muslimin yang ingin menempa hidup dengan disiplin mendirikan Tahajud, buku Banjir Kemuliaan dengan Shalat Tahajud bisa dijadikan referensi yang tepat. Buku ini berisi aneka keistimewaan Tahajud, manfaat Tahajud, serta cara melakukan Tahajud dengan tepat dan benar.

 

Sumber foto: pixabay.com