perempuanteduh Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
769
archive,tag,tag-perempuanteduh,tag-769,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
perempuan teduh saleha

Perempuan Teduh: Sebab Hati Mereka Adalah Rumah

Perempuan teduh menenangkan hati dan menyejukkan suasana.

Lewat kelembutan tuturnya, amarah dapat berubah menjadi cinta. Lewat kesejukan hatinya, kekecewaan berganti menjadi senyuman.

Nasihat ibu dapat mengubah suasana buah hatinya. Padahal, sang ayah telah berusaha menghentikan tangis anak tersebut.

Wajah perempuan bisa meneduhkan pandangan suaminya. Seusai lelah bekerja, semua itu tergantikan dengan sambutan hangat di rumah. Tiap lelah terbayarkan karena hadirnya perempuan yang ia cintai.

Mereka menjadikan rasa malu sebagai mahkotanya. Tak semua orang boleh memandang dan mendekatinya. Mereka tahu bahwa ia adalah makhluk terhormat, yang harus menjaga dirinya untuk taat.

Perempuan teduh selalu menjaga yang Allah titipkan. Sebab, ia tahu itu adalah hal yang berharga. Ia tak ingin lepas amanah, bahkan sampai mengecewakan penciptanya.

Tentang Fitrah Perempuan

Tak ada yang lebih membuka hati perempuan selain cinta. Kadang cinta membuat perempuan tak tahu harus ke mana. Tak jarang juga cinta memalingkan perempuan dari fitrahnya.

Hati perempuan adalah rumah. Tak sembarang orang bisa tinggal di dalamnya. Ia akan memastikan rumahnya selalu nyaman.

Perempuan seharusnya menjadikan rumah itu teduh. Dapat menaungi orang-orang yang ia kasihi. Menjadi pelindung orang-orang yang ia cintai.

Tak ada yang ingin rumahnya diganggu. Perempuan mesti menyadari itu. Jika ada yang ingin membuka rumahnya, ia harus tahu siapa yang mengetuknya. Ia mesti memastikan di rumahnya hanya terisi orang-orang baik.

Hati perempuan mudah terbolak-balik. Hanya Allah yang bisa mengendalikan hati tersebut. Sudah seharusnya ia memohon untuk itu.

Perempuan teduh takkan bisa hidup jauh dari Allah. Sebab, hanya Allah yang bisa meneduhkan hatinya. Hanya Allah yang tahu luka yang ia miliki, tanpa-Nya luka itu takkan bisa terobati.

Perempuan teduh hanya punya satu tujuan. Meraih ridha Allah merupakan hal yang utama. Semua perjuangan untuk menjaga kehormatan, semua ditujukan untuk meraih ridha Allah semata.

Sampai kapan pun, ia tak bisa jauh dari Sang Pencipta. Ia mengerti untuk apa ia diciptakan; Beribadah pada Allah.

***

Semua yang terkait dengan tulisan di atas, sudah dimuat dengan rapi dalam buku Perempuan Teduh karya @haruntsaqif. Penulis buku tersebut telah menggambarkan perempuan dan keteduhan yang dimilikinya.

Buku Perempuan Teduh bisa dipesan secara online. Perihal caranya bisa dilihat di akun instagram @qultummedia.

 

*Sumber foto: pixabay.com

perempuan teduh wanita saleha

Perempuan Teduh: Wanita Musuh Ketidakpastian

Perempuan teduh memang anugerah bagi semesta, tapi perihal cinta mereka sulit bercanda.

Perempuan sulit melupakan orang yang ia cintai. Meski cintanya tak berbalas, ia selalu memendam rasa yang dimilikinya.

Hati perempuan juga mudah luluh. Jika diberi perhatian lebih, perasaannya mulai berbeda. Ia memikirkan orang yang memberikan perhatian tersebut. Perlahan, benih cinta di hatinya bermekaran.

Perempuan ingin dijaga. Tak heran, ia butuh sandaran dalam hidupnya. Namun perempuan seharusnya peka. Cinta yang salah justru akan membuatnya kecewa.

Terkadang, cinta memang ujian. Cinta dapat membawa pada hal-hal yang tak Allah inginkan. Itulah mengapa perempuan mesti menjaga diri, karena kecantikannya bukan untuk sembarang lelaki.

Perempuan tak ingin menunggu. Ia butuh kepastian. Tapi, kadang perempuan butuh di waktu yang tak tepat. Saat belum siap merawat cinta, justru yang terjadi kekecewaan melanda hatinya.

Perempuan harus berpikir lebih matang. Bagaimana kondisi hari ini dan yang akan ia jumpai. Ia mesti berpikir dewasa, menyadari segala kehormatan yang ia miliki.

Titipan Allah padanya

Allah menitipkan padanya hal-hal yang berharga. Termasuk cinta. Sesuatu yang Allah titipkan mesti dijaga dengan baik. Bila ada yang lepas dari perempuan, akan ada kemuliaan darinya yang memudar.

Sumber kecewa adalah berharap pada manusia. Perempuan harus mengerti bahwa ia kuat berjalan sendiri. Ada masa saat ia harus kuat menghadapi cobaan. Tanpa lelaki di sampingnya. Tanpa pasangan dalam hidupnya.

Perempuan memang butuh lelaki untuk menjaganya, Tapi, semua itu butuh tahapan. Harus ada hal yang dijalani untuk jenjang baru. Jika tak ada persiapan, hanya berakhir dengan kekecewaan.

Tak ada yang mengetahui hati perempuan kecuali dirinya sendiri. Tentang rasa yang ia pendam ataupun cinta yang dirahasiakan. Hati perempuan tercipta dari kelembutan. Mudah terbuka, mudah terluka.

Selama tak ada yang pasti, perempuan harus menutup hatinya. Ada saatnya lebih baik dijauhi dibanding merasakan patah hati.

Patah hati bukanlah hal yang mudah disembuhkan. Perlu waktu dan tenaga untuk memulihkannya. Perempuan bisa meniadakan luka, tapi tak mudah lupa pada yang memberikannya.

***

Perempuan adalah makhluk kepastian. Buku Perempuan Teduh karya @haruntsaqif menjelaskan tentang perempuan dan masalah cinta yang ia alami. Selain itu, penulis meramu perasaan perempuan dengan tulisan yang sarat makna.

Kini Buku Perempuan Teduh bisa dipesan secara online. Perihal caranya bisa dilihat di akun instagram @qultummedia.

 

*Sumber foto: pixabay.com

Pin It on Pinterest

WhatsApp chat