tahsin Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
875
archive,tag,tag-tahsin,tag-875,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
hafidz al-quran

Biografi Singkat 5 Hafidz Al-Quran Paling Inspiratif

Selain lantunan bacaan yang merdu, qari juga mempunyai hal lain yang bisa kita kagumi. Di antaranya kisah tentang keakraban mereka dengan Al-Quran.

Bagi seseorang yang dekat dengan Al-Quran, rasanya tiada hari yang indah untuk dilewati tanpa membacanya. Sebab, Al-Quran punya tempat tersendiri yang mengisi ruang hati mereka. Dan itu tidak bisa digantikan.

Baca juga: 5 Keberkahan Berkat Belajar & Mengajarkan Al-Quran

Sebagaimana kita tahu, orang yang dekat dengan Al-Quran punya banyak kemuliaan. Al-Quran telah membuat hidup mereka terjaga. Jiwa mereka sempurna ketenangannya. Dan yang pasti, Al-Quran melembutkan hati mereka.

Kalau kita perhatikan, kehidupan mereka juga begitu istimewa. Tiap orang beramai-ramai ingin mendapat berkah darinya. Doa mereka menjadi sesuatu yang kita dambakan. Bahkan tak jarang, lantunan tilawah mereka menggetarkan hati kita.

***

Pembaca yang dirahmati Allah, kita tahu di antara orang-orang yang dekat dengan Al-Quran, qari adalah salah satunya. Tulisan ini mengajak pembaca untuk mengenal beberapa qari melalui biografi singkat mereka. Semoga kisah mereka menjadi teladan untuk kita.

1. Syaikh Abdurrahman as-Sudais

Syaikh Abdurrahman as-Sudais merupakan qari ternama dan diakui keilmuannya. Sebagian kita mungkin pernah mendengar lantunan Al-Quran yang ia bacakan. Atau bahkan menjadikannya sebagai qari favorit yang nada bacaannya kita tiru.

Ulama yang memiliki nama lengkap Abdurrahman bin Abdul Aziz bin Muhammad as-Sudais ini lahir di al-Bukairiyah. Sebuah kota yang terletak di provinsi al-Qasim, sebelah timur laut dari provinsi Mekkah.

Syaikh as-Sudais pertama kali diangkat menjadi imam di Masjidil Haram pada usia yang masih muda, yakni 22 tahun. Selain aktif menjadi imam di Masjidil Haram, ia turut serta dalam membina ummat di Saudi Arabia.

Jasanya yang tak terhitung membuat Syaikh as-Sudais dianugerahi beberapa penghargaan. Di antaranya pada tahun 2005, ia mendapatkan penghargaan sebagai “Islamic Personality Of the Year” (Toko Muslim Berpengaruh) dari Dubai International Holy Quran Award (DIHQA) Organising Committee.

2. Syaikh Asy-Syuraim

Selain Syaikh as-Sudais, Syaikh Asy-Syuraim juga merupakan salah satu qari di Masjidil Haram yang populer. Ia dilahirkan di kota Riyadh dengan nama lengkap Su’ud bin Ibrahim bin Muhammad Alu Syuraim.

Mengenai pendidikannya, Syaikh Asy-Syuraim menempuh kuliah di Universitas Muhammad Ibnu Su’ud Al-Islamiyah di Riyadh jurusan Aqidah dan al-Madzhab al-Mu’shirah. Kemudian melanjutkan ke tingkat Magister di Ma’had al-Ali lil Qadha’.

Baca juga: 7 Fenomena Sains Modern Ini Ada di Dalam Al-Qur’an

Pada tahun 1416 H, ia melanjutkan pendidikannya di Universitas Ummul Qura untuk jenjang doktoral, dan lulus dengan mendapatkan nilai summa cum laude.

Sebagai imam Masjidil Haram, ia disebut sebagai qari yang kuat hafalannya. Ia juga dikenal sebagai orang yang menuangkan seluruh masa mudanya untuk menghafal dan menjaga Al-Quran.

3. Muhammad Thaha al-Junayd

Nama Muhammad Thaha sudah tak asing di telinga umat Muslim dunia, termasuk kita. Lantunan bacaan Al-Qurannya saat masih belia sering menemani keseharian kita. Tak jarang masjid di dekat rumah melantunkan rekaman tilawah darinya.

Muhammad Thaha sudah menghafal Al-Quran sejak usia 8 tahun. Dengan dibantu oleh orangtuanya, ia berhasil menyelesaikan hafalan pada usia 13 tahun. Ia mengaku banyak termotivasi oleh sang ayah yang akhirnya mendorong dirinya terjun untuk menghafal Al-Quran.

Supaya hafalannya terjaga, Muhammad Thaha membuat jadwal khusus untuk muraja’ah (mengulang hafalan) beberapa juz dalam sehari. Baginya, menjaga hafalan jauh lebih sulit dibandingkan menghafal itu sendiri.

Muhammad Thaha mengungkapkan bahwa kunci pertama yang harus dimiliki para penghafal Al-Quran adalah niat. Dengan niat yang kuat, Allah akan memudahkan seseorang meraih cita-citanya menghafalkan Al-Quran.

4. Syaikh Misyari Rasyid Al-‘Afasi

Kemerduan suara Syaikh Misyari Rasyid sudah terdengar ke berbagai penjuru dunia. Mungkin sebagian kita akrab dengan nada dan lantunan Al-Qurannya. Ada banyak video tilawahnya yang beredar di internet, dan tentu saja digemari banyak orang.

Syaikh Misyari Rasyid lahir pada tahun 1976 M di Kuwait. Ia merupakan qari internasional yang mengisi banyak masjid besar di negara kelahirannya. Ia merupakan spesialis ilmu Al-Quran, terutama dalam masalah bacaan.

Baca juga: 5 Perempuan Hebat di Dalam Al-Quran (1)

Sepanjang hidupnya, Syaikh Misyari Rasyid beberapa kali menerima penghargaan. Pada tanggal 25 Oktober 2008, ia dianugerahi Oscar Kreativitas Arab pertama oleh Uni Kreativitas Arab di Mesir.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadapnya. Lantaran berperan dalam mempromosikan prinsip-prinsip dan ajaran Islam. Serta memanfaatkan teknologi modern untuk menyampaikan pesan damai.

5. Syaikh Usamah bin ‘Abdillah Khayyath

Syaikh Usamah lahir pada tahun 1375 H di Mekkah. Ia belajar di kota kelahirannya itu dan lulus dari Fakultas Kitab dan Sunnah pada tahun 1396 dengan predikat cumlaude.

Syaikh Usamah ditetapkan sebagai imam Masjidil Haram pada tahun 1997 menggantikan ayahnya, Abdullah bin Abdul Ghani Khayyath. Sebagai imam, ia dikenal dengan gaya bahasa yang kuat dan mampu menggetarkan hati.

Ia berprofesi sebagai pengajar di Masjidil Haram, mantan Anggota Majelis Syura, Dosen di Fakultas Syari’ah Jami’ah Ummul Qura’. Salah satu keistimewaan Syaikh Usamah ialah mendapatkan ijazah sanad dalam meriwayatkan kutubus sunnah dan seluruh kitab induk hadits yang lain.

***

Al-Quran adalah mukjizat Rasulullah untuk umat manusia akhir zaman. Di dalamnya terkandung berbagai informasi penting, bukan hanya tentang masalah ketuhanan tapi juga kemanusiaan, bukan hanya bagaimana mempersiapkan hari akhir tapi juga bagaimana menghadapi hari ini.

Bulan Agustus 2019 ini, Qultummedia mempersembahkan sebuah buku yang akan membantu pembaca untuk membaca, memahami, dan menghafalkan bagian terakhir Al-Quran, yakni Juz 30 atau Juz ‘Amma. Di dalam buku ini, Juz ‘Amma kami hadirkan dengan latin dan terjemahnya, sirah atau sejarah ayat-ayat, hikmah atau pelajaran dari ayat-ayat tersebut, juga asbabun nuzul atau sebab-sebab turunnya ayat.

Selain itu, buku ini juga kami lengkapi dengan panduan shalat wajib dan sunah, zikir bakda shalat, dan tak lupa doa-doa yang berdasarkan hadis-hadis Rasulullah saw.

 

Sumber foto: freepik.com

WhatsApp chat