Admin Qultum, Author at Qultum Media - Laman 4 dari 82
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
2
archive,paged,author,author-admin-qultum,author-2,paged-4,author-paged-4,wp-theme-stockholm,wp-child-theme-stockholm-child,theme-stockholm,woocommerce-no-js,metaslider-plugin,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,smooth_scroll,wpb-js-composer js-comp-ver-7.4,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-30952
wisata belanja di tanah suci

Wisata Belanja di Makkah, Madinah, dan Jedah

Wisata belanja di Makkah, Madinah, dan Jedah adalah kegiatan yang banyak disukai oleh jamaah haji dan umrah asal Indonesia. Bagaimanapun, berwisata adalah hal paling mengasyikkan bagi setiap orang. Dengan berwisata, kita dapat menenangkan pikiran, menyegarkan suasana, dan menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap keluarga untuk mengisi liburan.

Berwisata sangat digemari oleh setiap orang di seluruh dunia. Tak terkecuali masyarakat Arab Saudi.

Baca juga:
Kuliner di Makkah, Madinah, dan Jedah yang Sangat Menggoda
Tanah Suci, Ibadah Haji, dan Kisah Hidup Nabi-nabi

Wisata Belanja di Mekkah

Di Mekkah, ada beberapa jenis wisata yang digemari oleh penduduk lokal, bahkan wisatawan asing. Wisata ini adalah wisata belanja. Di kota ini, terdapat tempat-tempat wisata belanja yang sangat populer dan padat dikunjungi wisatawan. Di antaranya Pasar Zakfariyah.

Pasar Zakfariyah atau ‘pasar borong’ ini terletak sekitar satu kilometer dari Masjidil Haram. Disebut pasar borong karena para pembeli yang sebagian besar jamaah haji itu memborong barang sebagai oleh-oleh di tempat ini. Pasar ini menjual berbagai barang, dari perlengkapan ibadah sampai barang-barang mewah, seperti jam tangan, emas, dan barang elektronik, seperti handphone.

Para pedagang di sini juga banyak yang mahir berbahasa Indonesia, meskipun logatnya terdengar masih kearab-araban. Pasar ini selalu ramai pengunjung yang membeli segala kebutuhan. Namun, ketika terdengar adzan, pasar-pasar ini langsung tutup, kemudian digelar karpet sebagai alas shalat di lorong-lorong pasar. Sungguh berwisata yang sangat menyenangkan, bukan?

Ada juga pasar yang menyuguhkan berbagai macam kurma. Pasar ini adalah Pasar Ukaz. Terletak di kota Mekkah, pasar ini ramai sekali didatangi pengunjung, bahkan dulu menjadi pusat perdagangan orang-orang Mekkah. Namun, sekarang pasar ini sudah mulai sepi. Luasnya pun menyempit dan menjadi lebih kecil dibandingkan dengan Pasar Aziziyah.

Pusat Perbelanjaan Bin Dawood

Pusat Perbelanjaan Bin Dawood (https://media.ihram.asia/2017/01/19/10-tempar-wisata-belanja-yang-ada-di-arab-saudi/)

Bagi wisatawan yang suka barang murah tapi berkualitas, Pasar Bin Dawood-lah tempatnya. Pasar ini berlokasi di Aziziyah, Misfalah, Sulaymaniyah, dan Ajyad. Para penjual di pasar ini menyediakan diskon besar-besaran bagi wisatawan yang membeli barang dalam jumlah banyak.

Ada lagi pasar yang tak kalah ramainya dengan pasar-pasar sebelumnya, yaitu pertokoan yang berada di Jalan Misfalah-Bukhutmah. Pasar ini berlokasi persis di pusat kota Mekkah. Banyak peziarah yang membeli oleh-oleh berupa tasbih, sajadah, karpet, aroma terapi, kurma, dan pacar kuku selepas beribadah di Masjidil Haram.

Wisata Belanja di Madinah

Madinah tak bisa dipisahkan dari kurma. Ya, karena kota ini merupakan penghasil kurma terbanyak di Arab Saudi. Karena itu, di kota ini juga banyak terdapat pasar kurma. Salah satunya adalah Pasar Kurma Madinah.

Selain menyediakan berbagai macam kurma, harganya pun terbilang cukup murah. Kita bisa membeli kurma dari harga 30 riyal sampai 90 riyal. Karena itu, banyak peziarah yang memborong kurma di pasar ini.

Tak hanya Pasar Kurma Madinah, di kota ini pun ada Pasar Bin Dawood. Namun, harga kurma di pasar ini tergolong mahal.

Satu lagi pasar yang ramai dikunjungi, yaitu pertokoan yang berada di samping Masjid An-Nabawi. Menariknya, ketika malam tiba, pasar ini semakin ramai, terlebih setelah selesai Isya. Tak hanya ramai oleh peziarah, para pedagang dadakan pun berdatangan menggelar dagangannya di lantai-lantai sekeliling masjid. Pemandangan ini persis seperti pasar malam di Indonesia.

Wisata Belanja di Jedah

Jedah adalah kota yang terkenal dengan pusat perbelanjaan modern. Di kota ini terdapat pasar-pasar megah yang menjual barang impor ternama. Salah satunya adalah pasar yang berada di kawasan perbelanjaan Balad. Pasar ini menyediakan produk-produk berkualitas yang berasal dari Milan dan Paris.

Tak heran pasar ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, terlebih ketika musim haji. Para jamaah haji berdatangan memadati pasar ini untuk membeli buah tangan usai menjalankan ibadah haji.

pusat perbelanjaan di jedah

Pusat Perbelanjaan di Jedah (http://www.caramudahkebaitullah.com/2012/12/mengunjungi-pusat-perbelanjaan-balad.html)

Jedah juga memiliki pusat perbelanjaan barang murah. Pasar ini berlokasi di Haraj Sawarikh. Tempat ini menyediakan barang-barang baru dan bekas, seperti karpet, lampu kristal, barang pecah belah, kosmetik, barang elektronik, dan aneka suvenir.

Selain pasar modern, Jedah juga memiliki pasar tradisional, yaitu di Tahila Street, Falastin Street, Pasar Bab Mekkah, dan beberapa pasar tradisional lainnya.

Untuk informasi mengenai wisata belanja di tiga kota ini bisa disimak dalam buku “Hajj & Umrah for Woman”

doa adalah cara untuk mengajak allah menyelesaikan masalah kita

Doa dan Ikhtiar Adalah Kunci Terwujudnya Harapan

Doa bisa menyelesaikan hal-hal yang tak bisa selesai dengan ikhtiar.

Allah SWT menganugerahkan kepada hamba-Nya yang beriman senjata ampuh berupa doa. Dengannya seorang hamba dapat mengubah yang sukar menjadi mudah, samar menjadi terang, gundah menjadi ceria. Namun, banyak yang masih belum memahami fungsinya secara baik.

Sejatinya ketika seseorang berdoa, ia akan merasa dekat dengan Allah. Ketika kita dekat dengan Allah, menjalankan perintah-Nya, dengan sendirinya Dia akan mengabulkan apa pun yang kita minta.

Baca juga:
Doain Aja…
Lima Doa Ini Akan Membuat Kita Dikejar-kejar Rezeki

Kita bisa minta kepada Allah dimudahkan rezeki, dianugerahi anak yang saleh dan saleha, bisa juga meminta jodoh bagi muda-mudi yang lama jomblo agar mendapatkan jodoh.

Doa Kita Selalu Dikabulkan

Bukankah Allah mengabulkan permohonan setiap hamba yang dekat dengan-Nya? Jadi, mari biasakan memohon, niscaya Allah akan mengabulkannya. Sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadis, Allah akan mengabulkan permohonan orang-orang yang memohon kepada-Nya.

Itu sebabnya, kita sebagai seorang hamba yang lemah, sebaiknya tidak melulu mengandalkan akal, tidak terlalu mengandalkan kekuatan. Tidak salah memang menggunakan akal dan kekuatan, tapi apakah itu cukup? Tidak, bukan? Doalah yang melengkapi itu semua.



Dalam sebuah riwayat, diceritakan seorang sahabat turun dari masjid tanpa berdoa terlebih dahulu usai mengerjakan shalat. Rasulullah menegurnya, “Apakah kau sama sekali tidak memiliki kebutuhan kepada Allah? Sahabat itu pun terperanjat dan mulai memahami arti doa. Setelah itu, ia menjadi rajin memohon pada Allah. “Bahkan,” katanya, “garam pun aku minta kepada-Nya.”

Kita bukan siapa-siapa di mata Allah. Kita makhluk serba kekurangan dan lemah. Karena itu, sudah sepantasnya kita selalu memohon pada-Nya. Al-Qur’an juga banyak bercerita tentang orang yang dikabulkan doanya. Contoh, permohonan tiga orang yang terkurung dalam goa, ketika sedang berteduh karena hujan. Tiba-tiba mulut goa tertutup oleh batu besar. Tapi berkat doanya, Allah menyelamatkan ketiga orang itu.

Manfaat Doa

Doa memiliki banyak manfaat. Di antaranya menjadi simbol kedekatan kepada Allah. Dalam doa kita memuji, mengagungkan, bercakap-cakap dan memohon pertolongan kepada-Nya. Semakin banyak doa yang kita panjatkan, semakin dekat pula kita kepada-Nya. Bukankah jika kita dekat kepada Allah, semua yang kita minta akan dikabulkan?

Secara logika, jika kita dekat dengan seseorang, entah itu keluarga, teman, guru, tetangga atau yang lainnya, pasti kita akan diperhatikan oleh mereka. Begitu pun jika kita dekat dan selalu berdoa kepada Allah. Sebagaimana firman Allah, “Berdoalah kalian kepada-Ku, pasti Aku akan meperkenankan doa kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah Aku akan masuk neraka jahanam dengan cara yang hina dan dina. (QS. Al-Mukmin: 60)



Demikian besar manfaat berdoa, sehingga mereka yang tidak berdoa Allah sebut sebagai orang-orang yang sombong. Orang seperti ini akan Allah masukkan ke dalam neraka Jahanam dalam keadaan hina. Oleh karena itu, jangan lupa berdoa, apalagi doa itu tak memerlukan banyak tenaga. Cukup tengadahkan tangan dan bersihkan hati, mintalah kepada Dzat Yang Maha Pemberi.

Secara ringkas, berikut manfaat berdoa yang perlu kita ketahui.

  1. Melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
  2. Menghadapkan wajah kepada Allah dengan penuh ketundukan.
  3. Mengajukan ‘proposal’ berisi permohonan bantuan kepada Allah Yang Maha Memiliki segalanya.
  4. Mendapat rahmat-Nya.
  5. Sebagai investasi di akhirat kelak.
  6. Menyukai apa yang disukai Allah.
  7. Meraih sesuatu yang pasti, karena pada waktu-waktu tertentu, Allah langsung mengabulkan doa sorang hamba.
  8. Pelindung dari segala bencana.
  9. Meringankan beban dampak bencana.
  10. Sebagai perisai dari bahaya.
  11. Menolak tipu daya musuh, menghilangkan kegaduhan, serta memudahkan terkabulnya sesuatu yang sukar.

 




kesetiaan adalah kunci

Jodoh Terbaik dan Janji Allah Menciptakan Pendamping untuk Kita

Jodoh terbaik tak bisa hanya ditunggu kedatangannya. Kita perlu menjemputnya. Begitu pula cinta, rasa terindah yang Allah titipkan pada hati setiap insan. Cinta ibarat pohon, jika kita sabar merawatnya, pohon itu akan tumbuh besar dan kuat.

Tak perlu terburu-buru menafsirkan cinta, tak perlu juga berkejaran dengan waktu untuk merasakannya. Sebab, cinta bukan hanya tentang bagaimana perasaan itu muncul tapi juga bagaimana perasaan itu tetap utuh.

Di balik kata ‘cinta’ yang sangat sederhana itu terkandung makna yang dalam. Banyak orang yang terlena karenanya, banyak pula yang menghalalkan segala cara untuk dapat merasakannya. Tak jarang mereka menangis karena cinta, kecewa karena cinta, dan berharap karena cinta.

Tak dapat dipungkiri, pertanyaan-pertanyaan kecil mengenai cinta sering mengusik pikiran kita. Termasuk ini: ke manakah kita akan pergi selepas banyaknya rasa yang pernah singgah di hati kita? Akankah penantian panjang ini berlabuh pada seseorang yang tepat? Mungkinkah kita dipersatukan dengan seseorang yang telah lama kita rindukan kehadirannya?

Hanya Allah pemegang jawaban bagi segala gundah yang kita rasakan. Kita hanya perlu bersabar, berdoa, dan tentu saja terus berikhtiar.

Jodoh Terbaik Sudah Ada yang Menentukan

Tetaplah berbaik sangka pada Allah, serahkanlah semuanya pada Allah. Percayalah bahwa Allah akan memberikan yang terbaik untuk kita di waktu yang tepat. Sebab, seindah-indahnya rencana yang telah kita rancang, rencana Allah adalah yang terbaik untuk kita jalankan.

Sebelum penantian ini berlabuh pada hati yang kita dambakan, kira-kira apa saja yang bisa kita lakukan untuk mengisi kekosongan dan memantapkan pilihan? Yuk, kita ikuti tip-tip berikut.

  1. Perbaiki hati.

Pertama, yuk tanya lagi ke hati kita. Apa tujuan kita menikah? Kenapa kita ingin segera menikah? Apakah benar ingin menjaga kehormatan, atau hanya ikut-ikutan teman?

Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepadanya. Maka, mari menata hati kita agar dapat melakukan segala sesuatu semata-mata demi beribadah kepada-Nya, termasuk menikah.

  1. Karena ia bisa berasal dari mana saja, jagalah akhlak kita di mana pun kita berada.

Kita tak pernah tahu, dari mana jodoh terbaik kita datang dan kapan Allah mempertemukan kita dengannya. Kita tentu tak mau calon pendamping berpikir ulang untuk mendekati kita, hanya karena akhlak kita yang kurang baik.

Jadi diri sendiri itu suatu keharusan, tapi bukan berarti kita boleh bersikap seenaknya dan semau sendiri. Maka dari itu, yuk perbaiki terus akhlak kita agar kelak yang menjadi pendamping kita adalah orang yang memiliki akhlak yang sama mulianya dengan kita.

  1. Teruslah memantaskan diri, karena jodoh terbaik kita juga sedang mempersiapkan dirinya.

Ingat janji Allah Ta’ala dalam firman-Nya, “Wanita-wanita yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik (pula).”

Yuk, selalu berusaha memantaskan diri, lebih sering datang ke majelis-majelis ilmu dan bergabung dengan komunitas-komunitas positif yang lainnya. Percayalah, sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan mengingkari janji-Nya.

  1. Bekali diri dengan ilmu, karena kelak keluarga kita adalah sekolah pertama bagi anak-anak kita.

Menikah itu ibarat membangun bahtera yang siap berlayar di tengah lautan luas. Ketika berlayar, bahtera itu akan mengarungi samudera kehidupan yang mempunyai berbagai kemungkinan. Kadang ombaknya tenang, tapi kadang membahayakan.

Pertanyaan kita, apakah bahtera kita sudah siap menghadapi itu semua? Nahkoda kapal harus siap kapan pun rintangan menghadang. Begitu pula kita yang sedang menanti pasangan yang kita idam-idamkan. Persiapkan diri dengan baik, agar kita berhasil mengarungi samudera kehidupan dalam bahtera rumah tangga.

  1. Jaga pikiran agar tetap positif.

Kita harus ingat bahwa Allah selalu mengikuti prasangka hamba-Nya. Kalau hati kita berburuk sangka pada-Nya, bisa jadi Dia mengikuti prasangka kita itu. Jadi, jika jodoh terbaik tak kunjung datang, ubah pola pikir kita dan mulailah berpikir positif tentangnya.

Menanti jodoh itu banyak sisi positifnya. Kita bisa punya lebih banyak waktu untuk menambah ilmu agama, membahagiakan kedua orangtua, dan memperbaiki diri.

Nah, itulah beberapa tip yang dapat kita lakukan saat menanti jodoh terbaik. Semoga kita semakin yakin bahwa ikhtiar dan doa-doa kita suatu saat akan berakhir pengabulan dari Allah SWT. Amin.

 

Sumber foto: https://pixabay.com/en/ring-wedding-love-bible-wed-2407552/

pria saleh dan wanita saleha itu layak berdampingan

Pria Saleh Tak Akan Mendambakan Istri Kecuali yang Saleha Juga

Pria saleh adalah dambaan semua wanita, sebagaimana wanita saleha adalah dambaan semua pria. Lantas, bagaimana caranya agar kita, para wanita, layak mendapatkan suami yang sesuai harapan?

Sebagian orang menganggap wanita hanya mampu menanti datangnya calon suami sembari memantaskan diri. Karenanya, sudah sewajarnya wanita bersabar dalam penantiannya, sebab jarang sekali ada yang berani mengungkapkan perasaannya kepada seorang pria.

Dalam pernikahan, seringnya wanita memang dipilih. Meski demikian, sebenarnya bukan berarti wanita tak berhak untuk memilih.

Pria Saleh Adalah Dambaan Setiap Wanita

Bila ada seorang pria yang datang padanya, tapi sayang akhlak dan agamanya tak sesuai harapannya, boleh saja wanita itu menolak ajakan sang pria untuk berumah tangga. Kenapa? Karena siapa pun, apalagi seorang wanita, punya hak untuk mendapatkan pendamping yang terbaik.

Tak jarang kita berandai-andai. Seandainya Allah mengirimkan seorang pria yang tulus melabuhkan cintanya pada kita, seandainya Allah menganugerahkan rumah tangga yang bahagia pada kita, seandainya suami kita itu adalah orang yang bisa menjauhkan kita dari neraka dan mendekatkan kita ke surga…

Kita tak sadar, kita pun kadang masih melupakan Allah. Saat bersedih, kita terpuruk begitu dalam, seakan-akan kita tak kebagian kasih sayang-Nya. Saat bahagia, kita melayang begitu tinggi, seakan-akan keberhasilan yang kita raih semata-mata karena usaha kita. Kita juga tak sadar, bahwa ibadah kita masih berantakan dan sunah Rasul tak selalu kita jalankan. Begitu pula perbaikan diri dan proses hijrah, masih berjalan di tempat.

Kalau seperti itu kebiasaan kita, apakah calon suami yang saleh dan sesuai harapan kita akan datang begitu saja dan mengajak kita membangun rumah tangga bersama?

Pria Saleh Hanya Layak untuk Wanita Saleha

Di bulan yang penuh keberkahan ini, mari kita belajar menjadi wanita yang tak hanya pandai menuntut tapi juga pandai berinisiatif melakukan kebaikan. Mari perbaiki ibadah kita, eratkan hubungan kita dengan Allah, tunaikan kewajiban kita dan jalankan sunah-sunah Rasul-Nya.

Sering-seringlah mengikuti kajian agama, luruskan niat hijrah kita, dan tentu yang tak kalah penting, pelajari apa yang menjadi kodrat kita sebagai wanita. Menjadi seorang ibu, misalnya.

Menikah bukan hanya tentang mendapatkan hak, tapi juga menunaikan kewajiban. Yuk, sama-sama memperbaiki diri. Semoga kita mendapatkan suami yang bisa membimbing menuju surga-Nya. Aamiin, Allahumma aamiin…

Gina Novita, tim penulis buku “Doain Aja…”

 

Foto: Pixabay.com

Cinta Lebih Membutuhkan Keikhlasan Dibanding Pengorbanan

Cinta lebih membutuhkan keikhlasan dibanding pengorbanan, apalagi hanya sebatang cokelat atau sebaris puisi.

Waaaah, bicara ini lagi. Gak ada tema lain apa ya?

Hihi, jangan salah, sebab yang ini beda…

Baca juga:
Meraih Cinta Bahagia dengan Doa & Zikir
Hidup Bahagia Bersama Cinta Abadi

Jadi, begini. Mungkin sebagian dari kita memahami cinta sebatas hubungan istimewa antara seseorang dengan lawan jenisnya. Padahal kalau kita amati lebih dekat, sebenarnya seseorang tidak bisa dikatakan cinta jika ia tak memiliki keikhlasan yang luar biasa.

Kok bisa?

Mmm, kita buat perumpamaan seperti ini. Ada seorang ibu yang rela menahan rasa sakit demi melihat senyum seorang anak yang akan dia lahirkan. Ada seorang ayah yang sanggup berjalan kaki puluhan kilometer untuk menghidupi keluarganya. Dan, ada seseorang yang jarang terbangun tengah malam tapi suatu malam menguatkan diri untuk wudhu dan shalat Tahajud.

Ini semua cinta, bukan? Yap, ini semua cinta. Sebab, ada keikhlasan yang membuncah-buncah dalam sikap orang-orang dalam contoh di atas.

Saat kita berani memutuskan untuk jatuh cinta, kita harus siap untuk mengikhlaskan hati untuk merasakan apa pun. Karena cinta bukan hanya tentang bahagia. Cinta yang Allah titipkan itu bercerita tentang banyak hal. Terkadang kita jatuh cinta, tapi orang yang kita sukai tidak memandang sedikit pun rasa yang kita simpan itu. Atau tidak jarang cinta kita berbalas, tapi sayang orang yang kita cintai tak kunjung memberi kepastian. Ada juga malah yang bangga dengan cintanya, lantas menjalin hubungan melewati batas. Katanya sih pengorbanan.

Teman, cinta itu bukan tentang pengorbanan tapi keikhlasan. Bagaimana bisa kita terus-terusan menunggu sesuatu yang tanpa kepastian, lalu kita katakan itu pengorbanan, padahal banyak hal yang sudah pasti yang menjadi kebahagiaan kita. Bagaimana bisa kita menyerahkan jiwa dan raga secara cuma-cuma lalu kita menyebutnya bukti cinta, sedangkan masa depan kita masih panjang, dan seseorang yang benar-benar baik telah Allah siapkan. Bagaimana bisa kekecewaan dan kesedihan yang berkepanjangan karena rasa yang tak terbalas kita anggap kekuatan, sementara di luar sana orang-orang yang tulus mencintai kita selalu mengharapkan kita bahagia.

Seseorang yang berkorban atas nama cinta belum tentu ikhlas. Bisa jadi ada satu dan lain hal yang ia inginkan, sehingga harus melakukan pengorbanan. Tapi, seseorang yang ikhlas pasti akan rela berkorban untuk apa pun yang terbaik bagi cintanya. Orang yang ikhlas pasti bersedia berkorban, sementara orang yang mau berkorban, sebesar apa pun pengorbanannya, belum tentu ikhlas.

Keikhlasan dekat dengan rahmat Sang Pencipta. Seseorang yang jatuh cinta, kemudian ia landasi cintanya itu dengan iman dan ikhlas, maka ia tidak akan takut dengan segala sesuatu yang mungkin terjadi pada cintanya. Sebab, ia tahu cintanya pada siapa pun di dunia ini tidak akan berlangsung lama.

Seseorang yang berkorban terkadang menyesali pengorbanannya, jika apa yang ia inginkan tak ia dapatkan. Tapi, seseorang yang ikhlas mencintai akan selalu ridha dengan apa pun yang terjadi pada akhirnya, entah ia mendapatkan apa yang ia cintai atau tidak. Karena ia percaya, Allah tidak akan memberikan hal buruk di setiap keikhlasan yang ia lakukan.

Maka, jika kita sedang mencintai seseorang, cintailah dirinya dengan hati yang ikhlas. Karena jika ia yang terbaik untuk kita, ia akan menjadi hadiah terindah dari keikhlasan yang kita ikhtiarkan itu. Jika ia bukan yang terbaik, ia akan menjadi pelajaran terhebat yang akan membuat kita lebih bijaksana.

Allah tidak akan mengecewakan hamba-Nya yang mengikhlaskan hati pada ketetapan-Nya. Jatuh cinta itu tidak pernah salah kok, cara kita menjaganya mungkin yang kurang tepat. Allah tidak mungkin menitipkan sesuatu yang tidak baik pada kita.

 

Salam,

Arum LS.

menikah saja selagi masih muda

Menikah Muda dan Hal-hal Tak Terduga di Dalamnya

Menikah muda bukan cita-cita yang banyak diinginkan orang. Memang sejumlah hal harus dipersiapkan dengan baik, sebelum kita merasakan banyak manfaat di baliknya.

Said Rosyadi dan Armyta Dwi Pratiwi adalah dua orang yang paling sibuk di balik akun Instagram @Kartun.Muslimah. Sebuah akun yang gencar men-share informasi seputar keislaman, terutama kepada anak-anak muda.

Bulan Februari ini keduanya akan me-launching sebuah buku yang berjudul Menikah Saja. Karya pertama mereka yang menceritakan susah-senang pengalaman mereka menikah di usia belia dan memberi gambaran bahwa menikah muda itu nggak seseram yang selama ini kita bayangkan.

Baca juga:
Menikah Saja
5 Hal Yang Mesti Kita Persiapkan Sebelum Menikah

Yuk, langsung kita simak wawancara Qultummedia.com dengan mereka!

Assalamualaikum, Mas Said. Apa kabar?

Wa’alaikumussalamAlhamdulillah, kami sekeluarga baik. Sehat walafiat.

Sepertinya selalu sibuk ya, Mas. Boleh dong diceritakan apa kesibukannya saat ini…

Kesibukan sehari-hari ngejalanin bisnis online kecil-kecilan dari rumah. Sambil main bareng anak-anak juga. Kadang keluar kota ngejar ilmu di seminar atau pelatihan, yang kemudian saya share untuk santri di Pesantren Bisnis Online Sintesa.

Mas Said dan Mbak Armyta kan menikah di usia yang relatif muda. Bisa di-share sedikit apa suka-dukanya menikah di usia muda?

Menikah, apalagi di usia muda, udah pasti perjuangan. Suka-duka udah satu paket yang nggak bisa dipisahkan. Enaknya, perjuangan itu kita tanggung bersama-sama. Pas lagi suka, ada pasangan tempat kita berbagi kebahagiaan. Pas lagi duka, ada pasangan tempat kita berbagi beban. Masalah yang paling sering kami alami sebenarnya tentang menyatukan pikiran dan hati. Butuh waktu yang nggak singkat, harus sabar dan perlahan.

Sebentar lagi buku pertamanya Mas Said dan Mbak Armyta akan terbit. Bisa diceritakan apa yang melatarbelakangi ditulisnya buku ini?

Yang pertama, karena kami ingin berbagi pengalaman. Pengalaman yang di dalamnya ada hal-hal yang bisa diambil pelajaran buat siapa saja yang mau menikah, terutama menikah muda. Yang kedua, karena menurut kami melalui buku kami akan lebih efektif dalam menyampaikan pesan. Sebelumnya kami sering diundang mengisi acara yang bertema nikah muda. Tiap acara berbeda, materi yang kami sampaikan hampir sama. Kami berpikir, kenapa nggak ditulis di buku aja? Sekali tulis kan bisa banyak orang yang baca.

Banyak anak muda saat ini yang menganggap pacaran sebagai hubungan yang wajar antara laki-laki dan perempuan. Apa yang keliru dengan anggapan ini?

Itu karena pengaruh tontonan yang luar biasa merusak anak-anak muda zaman sekarang. Pacaran, mengumbar aurat, bermesraan di depan umum dicontohkan dalam tontonan tersebut. Bahkan sebagian besar pemerannya adalah anak sekolahan. Lama-kelamaan hal ini seperti lumrah. Bahkan kalau yang nggak pacaran di-bully. Jones alias jomblo ngenes, katanya. Lebih miris lagi, kalau pacaran diangap wajar, kalau nikah malah dianggap memalukan. Banyak anggapan negatif kalau ada anak muda yang menikah.

Kebanyakan orangtua zaman sekarang lebih memilih menyekolahkan anaknya hingga jenjang perguruan tinggi. Ini masalah nggak sih kalau kita kaitkan dengan menikah di usia belia?

Sebetulnya nggak ada masalah antara kuliah sama nikah. Orangtua yang punya keputusan anaknya harus selesai kuliah dulu baru menikah pun sah-sah aja. Cuma yang salah itu anggapan bahwa menikah bisa menghambat kuliah. Nggak dong. Pengalaman istri saya dulu yang menikah di semester akhir kuliahnya, ngerjain skripsinya ditemani suami. Wisuda pun udah ada yang mendampingi. Bukankah itu lebih asyik? Hehe…

Tapi bagi anak muda, menikah di usia yang masih sangat belia itu tantangan juga kan, Mas. Ada tips nggak untuk mengatasi masalah ini?

Kita semua sepakat bahwa itu tantangan. Dan nggak main-main emang. Makanya, penting banget yang namanya persiapan. Di buku yang saya tulis pun 90% isinya membahas tentang persiapan menikah muda. Kalau ada orang yang mau menikah 2-3 tahun lagi atau bahkan 5 tahun lagi, persiapaannya bisa dimulai dari sekarang lho.

Apa harapan Mas Said dengan diterbitkannya buku ini?

Harapan saya, supaya masyarakat nggak lagi memandang nikah muda itu hal yang tabu. Dan mereka yang membaca jadi punya keyakinan terhadap pernikahan. Jadi, mereka tahu proses apa yang harus dijalani secara syar’i.

Sabar Itu Cinta yang Menghadirkan Ketenangan

Sabar itu cinta, atau ketenangan. Bisa ketenangan dalam pikiran, hati, badan, atau jiwa. Sabar juga perbuatan nyata, yang perlu dilatih dan dipupuk, termasuk (atau terlebih) dalam hidup berumah tangga.

Tentu saja, ini bukan hal yang mudah.

Untuk menjadi suami atau istri yang penyabar, kita perlu belajar untuk rileks menghadapi pelbagai persoalan hidup. Sebab, seseorang yang bawaannya sabar saat masih single, bisa berubah ketika ia sudah berumah tangga: bertambah sabar atau sebaliknya.

Baca juga:
Menjemput Jodoh dengan Istikharah
Jomblo dan Pertanyaan “Kamu Kapan?”

Biasanya sikap ini dilawankan dengan ketergesaan. Kondisi ini biasanya memperumit persoalan. Tak heran, jalan keluar suatu masalah yang sebenarnya ada di depan mata malah tak tampak. Kita malah mencari ke sana-kemari seolah solusi masalah kita ada di tempat yang jauh.

Menjadi pribadi yang penyabar bukanlah hal mudah. Untuk memiliki kebiasaan ini penuh rintangan. Kita perlu pemahaman dan latihan yang tak kenal waktu. Sebab, tak semua masalah yang kita hadapi dalam hidup berumah tangga selalu sama. Lalu, bagaimana langkah-langkahnya?

Pertama, mengenali makna sabar melalui ilmu agama.

Kata ini berasal dari bahasa Arab sho-ba-ro. Artinya ‘menahan’ dan ‘mencegah’. Setidaknya ada 90 ayat yang menguraikan kata itu di dalam Al-Qur’an. Perintah untuk bersabar digunakan sebagai jembatan menuju rahmat-Nya. Namun yang perlu digarisbawahi, sabar bukanlah kepasrahan membabi buta yang tak diiringi dengan usaha.

Mari kita simak kembali terjemah QS. Al-Baqarah: 153 ini. Artinya: ”Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Kedua, belajar kepada siapa saja yang memiliki kesabaran yang tinggi.

Kisah para nabi banyak memberikan pelajaran pada kita bagaimana seharusnya bersikap dalam situasi yang mudah menyulut emosi. Misalnya, kisah tentang Nabi Khidir yang mengajarkan ilmu sabar kepada Nabi Musa as. Atau kisah Nabi Yunus yang harus menghadapi kaumnya yang tak patuh dan perjuangan beratnya saat berada di dalam perut ikan paus.

Contoh kesabaran yang juga sudah mendarah daging dalam diri seseorang ditunjukkan oleh Umar bin Khattab. Umar yang dikenal garang dan ditakuti orang ternyata memiliki sifat yang lembut kepada istrinya. Umar pernah dimarahi oleh sang istri, tapi beliau hanya diam dan tak membalas amarah istrinya itu sedikit pun. Ia memilih menahan diri dan tak emosional.

Ketiga, belajar berpikir panjang dan tak mudah panik.

Salah satu yang membedakan manusia dengan hewan adalah akal dan budinya. Lewat akal manusia bisa berpikir, sehingga membuat dirinya memiliki ketenangan. Sementara itu, tindakan tanpa berpikir bisa sangat membahayakan, sebab darinya bisa muncul kepanikan, kecemasan, bahkan ketakutan.

Keempat, belajar bersikap rileks dalam menghadapi aneka persoalan.

Sikap tenang akan membuahkan kebahagiaan dalam berumah tangga. Itu sebabnya, rumah tangga yang ideal dalam Islam adalah rumah tangga yang dikaruniai sakinah atau ketenangan. Sebab dengannya, kebahagiaan akan tercipta.

Kelima, selalu ingat bahwa sesudah kesulitan ada kemudahan.

Sebagaimana QS. Al-Insyirah ayat 5-6, Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

Tak ada masalah tanpa solusi. Dan datangnya solusi, berdasarkan ayat di atas, bersamaan dengan datangnya masalah tersebut.

Keenam, bersabar dalam membina rumah tangga.

Sikap mulia ini tentu saja bisa dijadikan prinsip dasar dalam mendidik anak, membangun ekonomi keluarga, dan menghadapi berbagai perkara lain dalam rumah tangga. Dengan adanya sikap sabar, rumah tangga akan cenderung lebih tenang dan bahagia.

 

foto credit: www.pixabay.com

 

jodohku kamu, bukan dia

Jodohku Ternyata Kamu dan Sebuah Buku Tentangnya

“Jodohku ternyata bukan dia…” Begitu keluh seseorang tentang kesedihannya karena ditinggal sang kekasih. “Mungkin jodohku masih mencari jalan untuk menemukanku,” ujar orang yang berbeda.

Dulu informasi seputar pernikahan cenderung tertutup rapat. Di era media sosial seperti sekarang, hal tersebut berubah. Curhat pun bisa ‘bebas’ dilakukan, termasuk tentang bagaimana mencari pasangan hidup.

Nah, Sobar D. Prabowo, penggagas akun Twitter dan Instagram @nikahasik adalah satu di antara sedikit orang yang sering bersentuhan dengan urusan curhat-curhatan masalah ini. Pria yang punya pengalaman menikah di usia 21 tahun ini kebetulan baru saja merilis buku terbarunya yang berjudul Jangan-jangan Kita Berjodoh.

Baca juga:
Jungkir Balik Nikah Muda
Jangan-jangan Kita Berjodoh

Yuk, kita ikuti obrolan singkat dengannya tentang @nikahasik dan aktivitasnya di media sosial!

 Awalnya, apa yang melatarbelangi Mas Sobar membuat akun @nikahasik di Twitter dan Instagram?

Saya suka main Twitter. Tapi lama-lama, saya prihatin sama akun-akun Twitter yang sok romantis dan suka ngomporin orang untuk pacaran. Saya waktu itu mikir, “Ni orang apa nggak peduli ya dengan banyaknya perzinaan di antara orang-orang yang pacaran? Kok gencar sekali mengampanyekan pacaran…”

Nah, dari situ saya kepikiran bikin campaign tandingan. Awalnya pengin ngangkat tema bahwa menjomblo itu asik, tapi karena saya sudah nikah (dan bisa gawat kalo istri saya mengira saya pengin jomblo lagi), maka saya pakai nama akun Twitter @nikahasik.

 Mengapa memilih tema seputar pernikahan?

Soalnya kalau temanya seputar budi daya cabai rawit saya nggak menguasai… Hehehe…

Di media sosial, tema jodoh tampaknya banyak yang meminati. Apa banyak follower @nikahasik yang curhat ke Mas Sobar seputar masalah ini? Sharing dong, barangkali ada pengalaman yang menarik…

Iya, banyak memang. Ada yang minta dicarikan jodoh, ada yang minta doa agar cepat ketemu jodoh, ada juga yang curhat seputar kisah pernikahannya. Ada yang curhat masalah keluarga, bahkan ada yang terang-terangan minta sumbangan untuk nikah.

Apa alasan Mas Sobar menyarankan anak-anak muda segera menikah?

Bukan. Saya bukan menyarankan mereka menikah. Menikah itu nggak gampang, kayak membalik telapak kaki gorila. Saya hanya menyarankan mereka untuk nggak pacaran. Simpel.

Bisa diceritakan sedikit pengalaman Mas Sobar saat memutuskan menikah muda?

Jadi, dulu saya ini ‘terjebak’ pergaulan bebas. Dalam arti, dibebaskan untuk menikah oleh ibu saya, meski masih muda. Ya sudah, restu ada, dan kebetulan saya juga sudah kerja.

Apa salahnya, kan?

Tentang buku Jangan-jangan Kita Berjodoh, apa yang ingin Mas Sobar sampaikan?

Buku ini saya susun utamanya untuk menjawab permasalahan yang sering ditanyakan oleh sahabat #NikahAsik. Selain itu, di dalamnya ada kisah-kisah inspiratif dan pelajaran yang saya dapatkan selama saya concern dengan tema ini.

Semua saya coba sajikan agar pembaca memiliki gambaran yang lebih jelas soal jodoh, cinta, dan pernikahan.

 

foto: unsplash.com

bahagia muncul dari diri kita, bukan dari luar diri kita

Inilah Cara Meraih Kebahagiaan Seperti Dilakukan Oleh Para Nabi

Bahagia itu bisa dirancang dan diciptakan. Karenanya, bukan mustahil ia hadir tanpa jeda. Bahkan cara mewujudkannya pun sederhana.

Jika selama ini sudut pandang kita dalam memaknainya mengacu pada hal-hal yang sifatnya duniawi atau materiil, ubahlah segera. Percaya atau tidak, kebahagiaan seperti itu semu. Sebab, ia tak melulu ada kaitannya dengan kepuasan duniawi, materiil, apalagi sebatas finansial.

Baca juga:
Hujan Bahagia
Menikah Muda dan Hal-hal Tak Terduga di Dalamnya

Kebahagiaan yang sesungguhnya bisa kita dapatkan dengan meraih kepuasan batiniah, seperti memperbanyak ibadah, menghindari suuzhan, atau menahan diri saat makan agar tidak terlalu kenyang. Cara lain yang bisa kita lakukan untuk mendapatkannya adalah dengan membagikan ilmu yang bermanfaat dan tidak menyebarkan berita dusta (hoax) atau fitnah di media sosial.

Ucapan syukur sudah bisa menunjukkannya. Sebab itu berarti pengakuan bahwa segala sesuatu yang kita dapat adalah anugerah dari Allah; bukan semata-mata karena usaha kita.

Bisa juga kita memaknainya dengan mengoptimalkan seluruh potensi diri untuk mengabdi kepada-Nya. Tidak ada penglihatan, pendengaran, perasaan, perkataan, dan perbuatan kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Tidak kita gunakan untuk melanggar aturan-Nya. Semua digunakan untuk beribadah.

Bisa juga kita maknai bahwa dalam kondisi apa pun, lapang maupun sempit, kita tetap ikhlas bersedekah. Sedikit yang kita miliki, kita sisihkan untuk kita sedekahkan. Sebagaimana sedekahnya para sahabat Nabi Muhammad, seperti Abdurrahman bin Auf, Abu Bakar bin Khaththab, dan Ustman bin Affan.

Bahagia Ala Nabi Muhammad saw

Meski dijamin masuk ke surga dan terbebas dari dosa, Nabi Muhammad tetap menghabiskan sepertiga malam yang sunyi dan dingin dengan beribadah dan bermunajat kepada-Nya dengan takbir, ruku’, dan sujud, hingga air mata pun membasahi pipi dan kedua kakinya bengkak. Inilah cara Nabi Muhammad saw bahagia dengan bersyukur (‘abdan syakuuraa).

Bahagia Ala Nabi Yusuf as

Sementara itu, Kebahagiaan bagi Nabi Yusuf as adalah menjaga nafsunya dari ajakan bermaksiat seorang istri pejabat. Ia memilih dikurung dalam penjara daripada menuruti bujuk rayunya.

Bahagia Ala Nabi Ayub as

Kebahagiaan itu seperti Nabi Ayub yang kian dekat kepada-Nya dan tidak pernah berburuk sangka kepada Allah. Berkat kesaabarannya, penyakit Nabi Ayub diangkat dan bisa kembali hidup normal dan bahagia.

***

Uraian di atas diambil dari buku “Berupaya Tanpa Jeda, Beryukur Tanpa Kendur.” Buku yang ditulis oleh Syaiful Anshor ini memberikan banyak inspirasi dan ajakan agar kita selalu menyukuri segala keadaan yang diberikan Sang Pencipta. Sebab, saat kita bersyukur maka akan ada janji bahwa nikmat-Nya itu akan ditambah.

 

foto: unsplash.com