Admin Qultum, Author at Qultum Media - Laman 5 dari 82
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
2
archive,paged,author,author-admin-qultum,author-2,paged-5,author-paged-5,wp-theme-stockholm,wp-child-theme-stockholm-child,theme-stockholm,woocommerce-no-js,metaslider-plugin,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-7.4,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-30952
nikah mudah itu butuh persiapan

Nikah Ajalah, Hari Gini Pacaran Udah Nggak Zaman

Nikah itu saatnya kita bangun dari “tidur”, sementara pacaran adalah ketika kita masih “terlelap” dan “bermimpi”…

Baca juga:
Jangan Pernah Menyerah! (Special Edition)
Sabar Itu Cinta yang Menghadirkan Ketenangan
Cinta Lebih Membutuhkan Keikhlasan Dibanding Pengorbanan

Menentukan pasangan hidup dan mengambil keputusan untuk menikah di usia yang belia tentu butuh pertimbangan yang matang. Kita perlu memikirkan bagaimana persiapannya, bagaimana prosesnya, dan bagaimana meraih cita-cita bersama. Penulis buku Jatuh Cinta Tak Pernah Salah yang juga pengelola akun Instagram @negeriakhirat, Arum Listyowati Suprobo atau yang akrab disapa Arum, berbagi pengalamannya menikah di usia muda. Mari simak wawancara kami dengannya.

Mbak Arum, saya lihat tulisan-tulisan di akun Instagramnya sering bicara tentang nikah di usia muda. Mengapa?

Sederhana sih, Mas, sebenarnya. Saya ingin membuka pikiran teman-teman bahwa nikah muda itu tidak berarti mencari masalah, asal niat kita lillaahi Ta’aalaa dan dijalani dengan berpegang pada syariat-Nya. Bukan ingin ngomporin sih, tapi asumsi bahwa pacaran itu bisa menjamin kehidupan rumah tangga yang baik sudah seharusnya ditinjau ulang.

Sebelum berhijrah, saya dan suami sama-sama pernah pacaran dengan orang lain, tapi akhirnya jodoh kami bukan mereka. Saya dan suami malah bertemu secara tidak terduga. Pengalaman pribadi saya itulah salah satunya yang ingin saya bagi pada teman-teman.

Kalau boleh tahu berapa usia Mbak Arum saat menikah dulu?

Saya menikah usia 20 tahun, suami saya 23 tahun. Jadi memang sama-sama baru menginjak usia 20-an tahun.

Ada tidak kendala sebelum memutuskan untuk nikah muda, misalnya dari keluarga, teman, atau lingkungan?

Kendala utama jelas dari orangtua, karena waktu itu saya masih kuliah. Kedua dari diri saya sendiri. Waktu itu saya sulit sekali membayangkan di usia yang masih sangat muda saya harus memikirkan rumah tangga, ketika teman-teman saya yang lain hanya memikirkan kuliah mereka. Sedangkan kendala dari teman dan lingkungan tidak terlalu saya rasakan. Ya paling teman-teman saya hanya terkejut dan tidak percaya, tapi setelah saya jelaskan alhamdulillaah mereka bisa mengerti pilihan saya.

Kalau menurut Mbak Arum sendiri, apakah saat itu Mbak Arum sudah merasa matang secara emosional?

Secara emosional saya sebenarnya belum bisa dibilang matang, tetapi alhamdulillaah suami sudah cukup dewasa, mungkin karena beliau punya pengalaman yang cukup banyak meski usianya baru duapuluhan. Di awal-awal menikah saya merasa kurang persiapan untuk menghadapi permasalahan rumah tangga. Tapi itu bukan sesuatu yang tidak bisa diselesaikan, sebab kami memang punya komitmen untuk terus belajar, lebih-lebih ada dukungan dari orangtua kami yang bisa menjadi tempat kami mencurahkan isi hati.

Sekarang kami menyadari betapa untuk menikah kita perlu mempertebal iman, membersihkan hati, dan memperbanyak ilmu. Sebab kehidupan rumah tangga tidak untuk satu atau dua hari saja tetapi selamanya.

Boleh diceritakan apa makna Jatuh Cinta Tak Pernah Salah?

Jatuh cinta bisa terjadi pada siapa saja, bisa datang tiba-tiba atau perlahan, di tempat yang kita duga atau tidak, dan di waktu yang memungkinkan atau menurut kita mustahil. Tidak ada yang salah dengan semua itu. Kalau kemudian ada yang menjadi persoalan, itu adalah bagaimana kita merespon hati yang sedang jatuh cinta. Orang yang berpikiran panjang akan sanggup mengendalikannya, sedang mereka yang mudah termakan dorongan nafsu akan mudah terjerumus.

Dalam satu kalimat saja, pesan apa yang ingin Mbak Arum sampaikan dalam buku Jatuh Cinta Tak Pernah Salah ini?

Mencintai dan dicintai adalah anugerah dari Allah SWT yang harus senantiasa disyukuri.

Menurut Mbak Arum apa yang menarik dari buku ini?

Semuanya. Hahaaa… Begini, Mas, buku ini kan isinya quote dan kisah-kisah. Saya sebagai penulis berharap buku ini bisa memberikan pencerahan atau minimal penyemangat, terutama saat pembaca sedang dalam situasi yang tidak menentu.

Saya pribadi senang jika dalam situasi seperti itu membaca kalimat-kalimat yang menguatkan dan menghibur, sebab kadang saat sedang mendapat masalah, kita tidak memerlukan saran dari orang lain tentang solusinya, sebab kita sendiri mungkin sudah tahu. Yang kita butuhkan adalah perhatian dan rasa pengertian. Quote itu kan hasil renungan yang seolah-olah adalah bentuk perhatian pada kita.

doa ibu mustajabah

Doa Ibu, Istri, dan Anak Saleha Mudah Dikabulkan Oleh Allah

Doa ibu adalah bekal penting dalam hidup seseorang, yang dengannya segala harapan akan terwujud dan segala kesulitan bisa terpecahkan.

Kita mungkin pernah mendengar kisah pebisnis yang bangkrut dan kesulitan membayar hutang-hutangnya. Untuk bangkit ia mengalami kesulitan. Suatu saat seorang temannya menyarankan agar ia menemui ibunya, bersimpuh dan meminta maaf padanya. Tak berapa lama setelah melakukan hal itu, pebisnis tersebut merasa lapang dan kembali semangat bekerja. Perlahan keuntungan bisnisnya pun meningkat dan hutang-hutangnya bisa ia lunasi.

Doa Ibu Imam Masjidil Haram

Kisah lain yang cukup populer tentang kekuatan doa ibu adalah kisah Syekh Abdurrahman As-Sudais. Semasa kanak-kanak As-Sudais dikenal sebagai anak yang nakal, jail, dan sering membuat jengkel ibunya. Ia pernah menaburkan pasir di atas masakan daging kambing yang disuguhkan untuk tamu orangtuanya.

Kejengkelan terhadap As-Sudais tak membuat ibundanya mengutuki buah hatinya itu, justru sang ibu mendoakan kebaikan baginya. “Pergilah, Nak! Pergilah! Semoga Allah menjadikanmu imam Masjidil Haram,” ujar sang ibu. Belakangan kita tahu Abdurrahman As-Sudais menjadi imam Masjidil Haram dan tilawah Al-Qur`annya sering diperdengarkan di masjid-masjid di seluruh dunia.

Silaturahmi dan Tak Tergesa-gesa

Salah satu rahasia sebuah doa mudah dikabulkan adalah menjaga silaturahmi dan tidak tergesa-gesa saat memanjatkannya. Dalam sebuah hadits Nabi saw bersabda, “Senantiasa doa seorang hamba akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa atau memutus silaturahmi, dan selama ia tidak meminta dengan tergesa-gesa (isti’jal).

Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nabi Muhammad saw bersabda, “Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi (pengabulannya), yaitu doa orangtua, doa orang yang bepergian (safar), dan doa orang yang dizalimi.”

Nah, Pembaca, bagaimana sebenarnya cara melangitkan doa agar mudah terkabul? Buku Ibu, Istri, & Anak Saleha; Sungguh Doamu Tak Pernah Sia-sia karya Nurul Asmayani ini memberikan tip-tip dan kisah nyata tentangnya. Buku terbitan Qultummedia ini akan membuka hati dan wawasan kita tentang doa sekaligus cara-cara memanjatkannya sesuai ajaran Rasulullah.

Buku ini menyertakan banyak kisah inspiratif agar kita tak menghentikan doa dan ikhtiar. Banyak hal dalam kehidupan yang mungkin membuat seseorang lelah dan bimbang, namun saat semua disandarkan dan dipasrahkan kepada Allah SWT, insya Allah segalanya akan terasa ringan.

vbi jenggotan

Komik Islam Sehari-hari dan Pesan-pesan Kebaikan di Dalamnya

Komik Islam Sehari-hari (Reborn) berisi kisah-kisah menggelitik seputar gaya hidup sebagian umat Islam di Indonesia. Menurut sang komikus, Vbi_djenggotten, hal-hal remeh tapi penting sering diabaikan oleh sebagian masyarakat kita. Berikut hasil wawancara Qultummedia.com dengan komikus yang karya-karyanya selalu bestseller itu.

Assalamualaikum, apa kabar, Mas Vby?
Alhamdulillaah, dinamis 🙂

Kapan pertama kali menerbitkan komik bertema keislaman?
Komik Islam pertama sekitar tahun 2011. 

Apa kesibukannya sekarang selain membuat komik?
Merintis branding kaos, dan belajar panahan.

Dari sederet komik yang dibuat, tema apa yang paling menarik untuk digarap?
Tema Islam, karena saya sekaligus belajar lebih banyak tentang agama saya.

Bisa diceritakan proses kreatif pembuatan komik Islam Sehari-hari Reborn?
Berawal dari kegelisahan saya terhadap realitas masyarakat Indonesia, yang di atas kertas adalah muslim, tapi dalam praktiknya masih belum cukup paham dengan Islam, bahkan malah ada yang memusuhi ajarannya. Kok bisa? Kalau saya simpulkan sih, karena mereka belum tahu, tapi merasa sudah cukup tahu.

Nah, dari situlah saya terpikir untuk menyampaikan kegelisahan saya dengan cara yang ringan.

Inspirasi komik ini berasal dari mana?
Kebanyakan dari peristiwa yang saya saksikan sendiri. Baik ketika berkendara di jalanan, lingkungan rumah, kantor, maupun melalui media massa.

Hal tersulit apa saat mengeksekusi komik Islam Sehari-hari?
Mencari referensi yang valid terkait permasalahan yang ada. Saya menghindari hal-hal yang bersifat khilafiyah, agar tidak menimbulkan perdebatan. Daaaaan….yang paling sulit juga adalah beban moralnya.

Apa yang membedakan komik ini dengan komik Islam Sehari-hari terdahulu?
Ada tambahan bab baru mengenai isu dan fitnah yang sedang dihadapi umat Islam saat ini, yaitu fenomena mudahnya memberi label radikal hanya karena melihat tampilan luar, tanpa mengenali lebih dalam.

Bagian komik mana yang paling disukai Mas Vby dan mengapa?
Quote di halaman pertama. Sebuah kesalahan apabila dilakukan secara berulang, lama-lama bisa jadi pembenaran.  Ini yang terjadi saat ini. Sebenarnya bukan yang paling saya sukai, tapi quote ini yang mendasari lahirnya ide komik ini.

Kalo bagian komik mananya, saya suka semuanya….

Secara umum, pesan apa yang ingin disampaikan dalam komik Islam Sehari-hari Reborn?
Itu tadi, quote pada halaman pertama. Kesalahan yang terkesan kecil, tapi terus diulang, lama-lama menjadi kabur, dan akhirnya dianggap kebenaran. Hal yang bertentangan dengan Islam, karena dilakukan berulang-ulang, akhirnya kabur, lalu dianggap sebagai suatu kebenaran…

Bisa dijelaskan mengapa satu gambar komik lebih mudah dicerna dibandingkan lewat tulisan?

Bahasa gambar adalah bahasa yang universal. Anak-anak pun lebih cepat mengerti bahasa visual. Ada banyak bahasa untuk mengatakan senyum. Bisa ‘smile’, ‘ngguyu’ dan lain-lain. Namun, yang mampu memahami hanya mereka yang mengerti bahasa tersebut.

Bila kata senyum dalam bahasa Indonesia diganti dengan emoticon senyum, semua orang dari Afrika sampai Australia insya Allah paham dengan pesan yang dimaksud.

merantaulah

Merantaulah, Semua Orang Besar Pernah Menjalaninya

Merantaulah…

Akan kau dapatkan pengganti dari orang-orang yang kau tinggalkan.
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Baca juga:
Jangan Takut Gagal! (Special Edition)
Jangan Pernah Menyerah! (Special Edition)

Demikian penggalan syair Imam Syafi’i, ulama besar yang karya-karyanya masih terus dikaji dan dinikmati sampai saat ini, tentang pentingnya merantau. Merantau bukan sesuatu yang asing di tengah masyarakat kita. Masyarakat Minangkabau terutama, sejak berabad-abad yang lalu sudah memiliki tradisi merantau.

Apa pun alasan seseorang untuk merantau, ia harus memiliki keberanian. Sebab, merantau sedikit banyak memaksa kita keluar dari suatu zona aman. Kita akan dihadapkan pada hal-hal baru, yang mungkin memberikan banyak tantangan.

Merantaulah!

Kita yang terbiasa dekat dengan keluarga dan teman, serta nyaman dengan lingkungan tempat tinggal, harus siap dengan apa pun yang akan kita temui di perantauan. Ini tentu sebuah tantangan. Sebab jika tidak, kesempatan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda atau berkenalan dengan orang-orang baru akan hilang begitu saja. Padahal, merantau menuntut kita pandai bergaul. Harapannya, akan banyak kemudahan yang bisa kita dapatkan.

Untuk mengejar cita-cita misalnya, kuliah di kota lain memaksa kita untuk berani hidup sendiri. Tinggal di kos-kosan, dengan orang-orang yang mungkin sepenuhnya berbeda dengan lingkungan asal kita. Mau atau tidak, kita harus belajar menyelesaikan kesulitan sendiri. Ini termasuk mencari solusi seandainya uang bulanan tak kunjung datang.

Merantaulah!

Jauh dari rumah tak selamanya mendatangkan kesusahan. Seperti yang dikatakan Imam Syafi’i, merantau akan menghadirkan orang-orang baru di sekeliling kita, menggantikan mereka yang kita tinggalkan. Merantau juga menempa mental kita agar menjadi lebih baik, tidak mudah takut, dan kaya pengalaman.

Hanya air menggenang yang bisa keruh dan mendatangkan jentik penyakit. Dan, hanya orang yang berdiam diri atau takut jauh dari rumah yang kelak berhadapan dengan kesulitan mengubah nasib. Bergerak, berpindah, dan berubah adalah realita kehidupan yang pasti kita alami. Hanya dengan keberanian semuanya bisa kita hadapi.

 

Regards,

Tri Prihantini
(Editor Qultummedia)

 

image dari https://www.pexels.com/photo/guy-city-looking-person-34051/

shalat istikharah cara terbaik untuk memohon pada Allah

Shalat Istikharah: Cara Terbaik untuk Mempercepat Terkabulnya Doa

Shalat Istikharah bisa menjadi cara terbaik untuk memohon pada Allah Taala agar mengabulkan harapan dan cita-cita kita.

Sudah bukan rahasia kalau anak muda kadang ‘terserang’ galau. Galau yang dimaksud bisa apa saja, seperti galau menentukan pilihan sekolah, galau menentukan pilihan pekerjaan, hingga galau menentukan jodoh atau pasangan hidup. Hidup berlarut-larut di antara dua pilihan atau lebih tentu bisa membuat hati kita resah. Kita perlu keluar dari situasi ini.

Baca juga:
Penuntun Mengerjakan Shalat Istikharah
Free E-Book: Panduan Lengkap Shalat Istikharah

Apa solusinya jika kita belum juga menemukan jawabannya? Berdoa saja mungkin belum cukup, perlu ditambah dengan shalat. Ingat ‘kan dengan firman Allah yang ini, “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.”

Tapi, shalat yang seperti apa? Pernah dengar yang namanya Shalat Istikharah? Shalat ini ditujukan untuk meminta petunjuk dari Allah di antara banyaknya pilihan untuk menghindari keraguan.

Shalat Istikharah dilakukan minimal dua rakaat, dan maksimal dua belas rakaat. Usai shalat, bacalah doa dengan penuh kerendahan hati dan kekhusyukan apa yang kita inginkan.

Fadilah Shalat Istikharah

  1. Jika seseorang telah mantap dengan suatu urusan lalu ia memohon kepada Allah agar urusan tersebut menjadi baik dan diridai Allah, Allah bisa mempermudah jalannya untuk urusan tersebut;
  1. Namun, jika perkara tersebut ternyata tidak baik baginya maka Allah akan datangkan penghalang baginya sehingga ia tidak bisa melaksanakan urusan tersebut. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 216, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
  1. Sebagai bukti bergantungnya seorang hamba kepada Allah SWT dan kepasrahan dirinya pada segala urusannya. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Taubah: 51. “Katakanlah, “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung Kami, dan hanya kepada Allah-lah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”

Kutipan fadilah shalat Istikharah di atas diambil dari buku Fadilah dan Tatacara Shalat Sunah + Shalat Wajib yang disusun oleh Ustadz Mawi Khusni Albar. Buku ini mengajak pembaca dalam menyempurnakan ibadah shalat wajib dan melengkapinya dengan shalat-shalat sunah.

Beberapa shalat sunah yang dibahas di antaranya Shalat Istikharah, Dhuha, Tahajud, Hajat, Tobat, dan lain sebagainya. Semua dilengkapi dengan alasan manfaat serta keutamaan atau fadilahnya.

Semoga informasi ini bermanfaat dan galau tidak lagi menjadi ‘penyakit’ para jomblo.

 

foto: www.idmuslim.com

kegagalan adalah awal bagi sebuah kesuksesan

Kegagalan Hari Ini Adalah Pelajaran untuk Kesuksesan Esok Hari

Kegagalan tak pernah hadir selamanya; ia sesaat datang untuk kemudian berlalu.

Saat berikhtiar mewujudkan sesuatu, kita tak pernah mengharapkan kegagalan. Setiap usaha yang kita lakukan selalu berawal dari niat kuat untuk menggapainya dan keinginan yang besar untuk mewujudkannya. Meski kadang ujung ikhtiar tak sesuai harapan, kita akan merasa puas karena kita sudah berani mencoba.

Baca juga:
Jangan Takut Gagal! (Special Edition)
Merayakan Kegagalan

Suatu ketika, saya mendapat tawaran dari seorang teman untuk menjadi pengajar di sebuah sekolah, sebuah profesi yang pernah saya impikan tapi sama sekali belum pernah saya jalani. Tawaran itu membuat saya berpikir panjang, dan sempat bimbang. Tapi setelah beberapa hari melawan keraguan, saya memutuskan datang ke sekolah yang dimaksud untuk menerimanya.

Sepanjang perjalanan, pikiran saya diliputi kecemasan. Saya tertarik dengan tawaran itu, tapi pada saat yang sama grogi. Rasanya saya tak siap menjalaninya. Berdiri di depan murid-murid dan menjadi pusat perhatian mereka? Deuh, saya akan menyesal seumur hidup jika sampai terlihat gugup.

Angkot yang saya tumpangi terasa sangat lambat. Sepanjang perjalanan, apa yang saya cemaskan pelan-pelan surut, tapi sesekali tergantikan dengan kecemasan lain yang lebih besar. Saya menyesal membiarkan perasaan dan khayalan saya sedemikian liar, sebab yang kemudian saya dapatkan ternyata di luar dugaan.

Ketika saya tiba di sekolah, ibu kepala sekolah yang ramah menyambut saya, dan dengan gaya bicaranya yang lembut memberitahu bahwa posisi yang sempat ia tawarkan itu telah terisi. Ya, baru saja terisi.

Saya tercenung sepersekian detik saat mendengar pemberitahuan itu.

Selalu Ada Pelajaran dari Sebuah Kegagalan

Apakah saya kecewa? Tak perlu ditanya. Selama perjalanan pulang, tak henti-hentinya saya merutuki diri sendiri. Andai saya tak galau sampai berhari-hari, mungkin saya sudah resmi menjadi pengajar di sana. Andai saya tak mengulur waktu dan membuat pihak sekolah menunggu sekian lama, mungkin besok saya sudah berdiri di depan kelas dan menyampaikan materi pelajaran.

Banyaknya kata ‘andai’ yang berkelebat di benak saya menyadarkan saya tentang sebuah pelajaran. Menjadi pengajar memang tak bisa saya wujudkan hari itu, tapi saya menyadari satu hal: bahwa keraguan untuk menentukan langkah bisa membawa penyesalan berkepanjangan.

Beberapa minggu kemudian dan setelah saya ‘move on’ dari rasa kecewa akibat kegagalan itu, teman saya bertanya bagaimana saya bisa terlihat baik-baik saja dengan kenyataan tersebut.

“Kalau gue jadi lo, gue pasti udah down. Bukan cuma karena gue gak diterima, tapi karena posisi itu terisi satu jam sebelum gue datang. Nyesek!”

Saya bergeming. Siapa bilang saya tak kecewa, bukan hanya dengan keputusan pihak sekolah yang memberikan kesempatan tersebut kepada orang lain (meski ini bisa dimaklumi sih sebenarnya), tapi juga dengan diri saya sendiri. Untuk apa saya bimbang terlalu lama saat seseorang berharap saya segera memberikan jawaban?

Namun setelah saya renungkan, kegagalan dan kekecewaan yang harus saya telan itu mungkin cara Allah agar saya punya waktu lebih lama untuk mematangkan diri sebelum menjadi pengajar yang lebih baik lagi. Saya percaya, rencana Allah selalu lebih indah dari rencana kita.

Semoga kita tak menjadi peragu untuk menggapai impian, dan semoga kita tak mudah putus asa. Beranilah mencoba, dan beranilah menghadapi kemungkinan terburuk sebagai akibat dari pilihan kita. Kalaupun akhirnya kegagalan jua yang kita dapatkan, berjanjilah pada diri sendiri bahwa itu tak akan membuat kita menyerah.

 

Fitria Sambuari (Kontributor Qultummedia.com)

 

image: : best-wallpaper.net.

bacaan dan gerakan shalat buku untuk pemula

Bacaan dan Gerakan Shalat: Cara Mudah untuk Menghafalkannya

Bacaan dan gerakan shalat mungkin tampak membingungkan bagi kita yang baru mempelajarinya, tapi sebenarnya mudah dipahami dan dihafalkan asal kita betul-betul mau mempelajarinya.

Sudahkah kita yakin bacaan dan gerakan shalat kita sempurna? Jika merasa ada yang kurang, tidak ada salahnya bukan belajar menyempurnakannya? Shalat pasti akan terasa lebih khusyuk jika bacaan dan gerakannya sempurna.

Bagaimanapun shalat adalah ibadah yang utama dalam Islam. Rasulullah menyebutnya sebagai tiang agama, yang siapa pun mendirikannya maka ia sama dengan mendirikan agama dan siapa pun meninggalkannya maka ia sama dengan meruntuhkan agama.

Shalat juga beliau katakan sebagai hal pertama yang akan ditanyakan di alam kubur. Apakah kita menjaganya dengan baik, apakah kita menyempurnakan bacaan dan gerakannya dengan baik, atau tidak. Kalau shalat kita baik maka amal-amal yang lain akan turut baik, sebaliknya jika shalat kita buruk maka amal-amal kita yang lain juga ikut buruk.

Baca juga:
Panduan Lengkap Shalat, Doa, Zikir, dan Shalawat
5 Shalat Pembangun Jiwa

Nah, bagaimana jika kita bahkan belum hafal bacaan dan gerakan shalat? Tenang, ada banyak buku panduan bacaan dan gerakan shalat yang bisa menjadi tuntunan. Tapi, buku “Bacaan & Gerakan Shalat” yang diterbitkan olehQultummedia punya banyak kelebihan. Sebab, buku ini sengaja disajikan secara sederhana untuk mereka yang bahkan belum pernah belajar shalat.

Bacaan dan Gerakan Shalat: Bagaimana Menghafalkannya?

Tips menghafal bacaan shalat ada berbagai cara.

Pertama, membaca berulang kali. Ini adalah cara yang paling sederhana dan mungkin siapa pun sudah melakukannya saat ingin segera bisa mengerjakan shalat.

Kedua, mempraktikkan gerakan dan bacaan shalat. Ini adalah lanjutan dari cara yang pertama. Bagaimanapun mempraktikkan sesuatu akan membantu kita mengingat dan menyempurnakan apa yang sedang kita pelajari itu.

Ketiga, menulis ulang bacaan shalat dengan tulisan tangan, berulang kali. Mungkin seperti cara yang dipakai anak-anak, tapi percaya atau tidak, cara ini sangat membantu.

Keempat, lihat dan dengarkan tatacara shalat di YouTube; cermati, lihat, dan dengarkan, berulang kali. Dengan melihat videonya, hal-hal yang perlu kita cermati dalam shalat akan kita pahami dengan lebih gamblang.

Kelima, bertanya kepada guru atau ustadz yang lebih tahu tentang masalah shalat. Ini tak kalah penting, sebab man ta’allama bighairi syaikhin fa syaikhuhu syaithaan, barangsiapa belajar tanpa bimbingan seorang guru maka gurunya adalah setan.

Nah, agar lebih afdol, pahami arti bacaan shalat. Ini bukan hanya bisa membuat kita lebih bersemangat dalam mengerjakan shalat lima waktu, tapi juga bisa membuat kita lebih khusyuk.

Sekali lagi, agar cepat hafal,  buku “Bacaan & Gerakan Shalat” akan memandu kita menyempurnakan ilmu seputar shalat, termasuk shalat lima waktu dan shalat jenazah serta ghaib. Selain dilengkapi tatacara shalat, buku terbitan Qultummedia ini juga berisi kumpulan doa-doa mustajabah.

Selamat membaca!

 

 

sumber gambar: www.sweetfajr.com

silaturahmi

Silaturahmi: Mengapa Kita Perlu Terus Melakukannya?

Silaturahmi mungkin tampak sepele, tapi banyak manfaat yang bisa kita petik dari kegiatan yang tak hanya baik tapi juga mengasyikkan ini.

Shalat, puasa, haji. Begitu kurang lebih bayangan kita setiap mendengar kata ibadah. Tak keliru, memang. Tapi jika kita cermati ajaran Islam lebih dekat, ibadah sebenarnya tak melulu berupa aktivitas ritual.

Baca juga:
25 Ibadah Pilihan untuk Keluar dari Kemelut
Ragam Tradisi Unik Lebaran di Tanah Air

Islam yang kita yakini adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan (ilahiyyah) sekaligus kemanusiaan (insaniyyah). Karenanya, keseimbangan antara keduanya sangat diperhatikan.

Dalam Al-Qur`an, Allah beberapa kali menyinggung tentang iman (pada Allah) beriringan dengan amal saleh (pada sesama). Ayat ini contohnya.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka surga Firdaus sebagai tempat tinggalnya.” (QS. Al-Kahfi: 107)

Apa yang dimaksud “amal saleh” dalam ayat di atas? Allah tak ingin kita egois: sepanjang waktu larut dalam kesendirian dengan-Nya. Kita juga diperintahkan untuk memikirkan orang lain. Peduli terhadap masalah-masalah mereka dan mau mengulurkan tangan untuk membantu mereka.

Lebih jauh Allah menjelaskan bahwa ridha-Nya juga meniscayakan amal saleh. Berbuat baik pada orang lain tak hanya akan melahirkan kebahagiaan di hatinya tapi juga menerbitkan ridha Allah pada diri kita, yang dalam ayat di atas digambarkan dengan surga Firdaus.

Mengapa Silaturahmi?

Nah, salah satu amal saleh yang ditekankan dalam Islam adalah silaturahmi. Silaturahmi tersusun dari dua kata, yaitu shilah yang maknanya hubungan dan rahmi yang artinya kasih sayang. Bagi masyarakat Indonesia, silaturahmi adalah tradisi yang sudah berakar kuat dan terus dijaga hingga kini.

Dengan bersilaturahmi, kita berharap kasih sayang antara kita dan kerabat tak terputus. Orang-orang yang enggan menjaga silaturahmi ibarat pasir kering yang mudah terurai –tak ada kedekatan emosional, solidaritas, dan persaudaraan dengan kerabatnya.

Putusnya silaturahmi kerap menjadi awal datangnya bencana bagi sebuah keluarga. Seorang anak bersikap masa bodoh dengan orangtuanya yang sakit-sakitan, seorang adik yang tega menggugat kakaknya sendiri terkait warisan, dan lain-lain.

Ironis bukan, jika seseorang rajin menjaga hubungannya dengan Allah tapi abai dengan keluarganya sendiri? Ia rajin shalat jamaah di masjid, berpuasa sunah, atau naik haji dan umrah tiap tahun, tapi dengan orangtuanya durhaka atau dengan saudaranya tak pernah rukun.

Islam menghendaki kehidupan yang baik bagi kita, di dunia dan akhirat. Dan itu tak bisa didapatkan hanya dengan memenuhi haqqullah atau kewajiban terhadap Allah tapi juga haqqul Adam atau kewajiban terhadap manusia.

Jika tak bisa meluangkan waktu untuk mengunjungi kerabat dan teman, kita bisa meneleponnya. Jika menelepon pun tak ada waktu, kita bisa mengirimkan pesan pendek padanya. Dengan banyaknya media komunikasi seperti sekarang, silaturahmi bukan lagi sesuatu yang merepotkan.

 

Firdaus Agung (editor QultumMedia)

 

hidayah adalah keberuntungan

Mudik dan Perjuangan untuk Mengalahkan Ego Kita

Mudik selalu penuh perjuangan…

Inilah momen bahagia kembali ke rumah untuk saling bermaafan, dan utamanya melepas kerinduan kepada orangtua, sanak saudara, atau sahabat lama. Saking pentingnya, sebagaian besar dari kita bahkan rela untuk bermacet-macet di jalan, mengeluarkan biaya yang tak sedikit, dan menempuh puluhan bahkan ratusan kilometer demi menjumpai mereka yang lama terpisah ruang dan jarak.

Baca juga:
Merayakan Kegagalan
Kegagalan Hari Ini Adalah Pelajaran untuk Kesuksesan Esok Hari

Namun, apakah semua orang merasa lapang dan bahagia saat pulang? Untuk sebagian mereka yang tak punya persoalan di kampung halamannya, pulang tentu saja saat yang dinanti-nantikan. Tapi untuk mereka yang menyimpan persoalan, mudik pasti terasa berat.

Tanpa sadar, kita kerap memendam persoalan dan mengabaikan konflik dengan alasan nanti akan normal dengan sendirinya. Atau, karena kesibukan, kesalahpahaman yang seharusnya bisa segera diluruskan menjadi berlarut-larut karena tumbuhnya beragam prasangka. Padahal, persoalan sekecil apa pun jika kita biarkan akan membebani hati dan pikiran kita.

Mudik Adalah Saat untuk Mendewasa

Momen pulang kampung adalah waktu yang tepat untuk kita menyelesaikan permasalahan dengan orang-orang terdekat. Jarak, waktu, dan kesempatan yang selama ini menjadi aral pertemuan tak lagi masalah. Dengan pulang, kita bisa memulai perdamaian, berbicara dari hati ke hati, dan mencari jalan keluar atas sebuah persoalan. Salah paham antara orangtua dan anak, konflik antara kakak dan adik, atau perselisihan antar teman bisa kita selesaikan.

Mulailah mendengarkan apa yang mereka persoalkan tentang diri kita. Cobalah untuk berlapang dada menerima segala anggapan mereka atas apa yang kita lakukan. Bila perlu, jelaskan alasan mengapa kita bersikap demikian dan betapa inginnya kita menyelesaikan kerenggangan hubungan ini. Ingat-ingatlah betapa banyak kenangan indah dan bahagia yang tercipta di sana, di rumah kita, kampung halaman tercinta.

Pulang dan saling bermaafan merupakan tradisi kebaikan. Memang, tidak harus menunggu momen pulang kampung untuk memperbaiki konflik dan menyambung silaturahmi. Tapi, Hari Raya seperti mempertemukan formula keduanya dalam suasana yang spesial.

Kembali pulang setelah lama berjuang di perantauan dan membuka hati untuk bermaaf-maafan demi mencapai hati yang suci. Saat “keduanya” bertemu dalam suasana yang spesial, rasanya mudah bagi kita melapangkan hati dan mengikhlaskan maaf kepada orang lain, apalagi kepada orang-orang terdekat.

Pulanglah untuk menemui mereka yang namanya sering kita sebut dalam doa-doa panjang. Pulanglah untuk merekatkan bakti dan kasih sayang kita kepada mereka yang mencintai tanpa syarat. Pulanglah untuk membersihkan debu-debu prasangka dalam hati kita. Pulanglah…

 

Regards,

Tri Prihantini (editor QultumMedia)

jodoh impian

Jodoh Impian: Adakah Doa Khusus untuk Mendekatkannya?

Jodoh impian konon salah satu dari beberapa masalah yang menjadi misteri Ilahi. Mungkin ada benarnya, tapi bukan berarti kita hanya bisa pasrah begitu saja jika ia tak segera datang.

Sudah bertahun-tahun memanjatkan doa agar diberi pasangan hidup tetapi belum juga terjawab? Nah, jangan-jangan ada yang keliru dengan cara berdoa kita. Mari belajar kembali cara berdoa yang sesuai adab menurut Islam. Ingat, Allah selalu menjawab permohonan umat-Nya.

Baca juga:
Menjemput Jodoh dengan Istikharah
Jodoh Impian Bertamu Malam Ini. Kamu Sudah Siap?

Berdoa itu bagian dari ibadah. Seperti kita ketahui, manusia di muka bumi memiliki kewajiban beribadah kepada Allah. Tengoklah bacaan-bacaan di dalam shalat, semua adalah pujian kepada Allah dan mengandung banyak permohonan pada-Nya.

Yang terpenting, semua berangkat dari iman kepada Sang Pencipta. Memang, berdoa saja tidak cukup, perlu diiringi ikhtiar. Untuk itu, jangan lelah berusaha dan berdoa.

Jodoh Impian Datang, Tak Lama Lagi!

Setidaknya ada dua hal yang wajib kita lakukan sebelum berdoa. Pertama, menjauhi makanan haram. Hati yang kotor karena berbagai maksiat atau jiwa yang tak bersih dari perkara haram akan menjadi penghalang terkabulnya doa.

Nabi bersabda, “Barangsiapa yang selama 40 hari hanya memakan makanan yang halal, Allah akan menerangi hatinya dengan cahaya.” Dalam hadist yang lain, Nabi saw bersabda, “Barangsiapa ingin doanya dikabulkan oleh Allah maka makanan dan pekerjaannya harus halal.”

Kedua, berbaik sangka kepada Allah. Berbaik sangka atau berpikiran positif kepada Sang Pencipta wajib hukumnya. Pikiran positif adalah awal yang baik untuk memanjatkan doa. Diriwayatkan dalam sebuah hadits qudsi dari Anas ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, Allah SWT berfirman, “Aku sebagaimana hamba-Ku menyangka diri-Ku, dan Aku akan bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.”

Selain kedua hal di atas, memperhatikan kekhusyukan saat berdoa juga penting. Sebab berdoa memerlukan ketenangan, kerendahhatian, dan fokus. Saat seseorang merapalkan doa dengan tergesa-gesa dan menyepelekannya, jangan berharap doa tersebut akan sampai ke ‘langit.’

Jika Anda sedang mendambakan seorang pasangan hidup, ikuti syarat-syarat di atas. Dan berdoalah dengan khusuk. Berikut contoh doanya.

Robbi laa tadzarnii fardan wa anta khoirul waaritsiin.

(Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.)

Robbi hablii milladunka zaujatan thoyyibah akhtubuhaa wa atazawwaju bihaa wa takuunnu shoohibatan lii fid diini wad du-nyaa wal aakhiroh.

(Ya Rabb, berikanlah kepadaku istri/suami (disesuaikan dengan permintaan) yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi, dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia, dan akhirat.)

***

Selengkapnya, pengetahuan seputar doa, seperti alasan-alasan harus berdoa, tatacara berdoa, waktu yang tepat untuk berdoa, dan apa saja doa-doa yang tidak dikabulkan bisa simak lebih lanjut di dalam buku Jangan Lelah Berdoa! karya Nasrudin Abd. Rohim. Buku terbitan Qultummedia ini berusaha memaparkan alasan-alasan dan tatacara agar pembaca tidak putus asa dalam berdoa.