Kabar Qultum Archives - Laman 2 dari 7 - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
444
archive,paged,category,category-kabar-qultum,category-444,paged-2,category-paged-2,wp-theme-stockholm,wp-child-theme-stockholm-child,theme-stockholm,woocommerce-no-js,metaslider-plugin,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,smooth_scroll,wpb-js-composer js-comp-ver-7.4,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-30952
kematian pasti akan datang

Sahabat Nabi dengan Kekayaan Luar Biasa

Sahabat Nabi dengan kekayaan luar biasa jarang disebut-sebut oleh penceramah dan pengisi khutbah Jumat, padahal mereka ada dan menggunakan harta bendanya itu untuk membantu mengembangkan dakwah Islam.

Mungkin selama ini kita mengenal Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan Warren Buffett sebagai orang-orang terkaya di dunia. Tapi pernah tidak kita berpikir bahwa dulu ada lima sahabat Nabi dengan kekayaan luar biasa dan menjadi orang terkaya pada masanya. Siapakah mereka?

Kita sering mendengar nama-nama sahabat Nabi disebut dalam berbagai majelis ilmu. Tak jarang juga kita mendengar tentang mereka di televisi dan radio.

Mereka antara lain Abu Bakar yang bergelar Ash-Shiddiq (Yang Membenarkan), Umar bin Khaththab yang bergelar Al-Faruq (Yang Membedakan), Utsman bin Affan yang bergelar Dzun Nurain (Yang Memiliki Dua Cahaya), dan Ali bin Abi Thalib yang bergelar Madinatul ‘Ilmi (Kota Ilmu).




Selain nama-nama di atas, yang terkenal karena kedekatannya dengan Rasulullah, ada juga sahabat Nabi dengan kekayaan luar biasa dan kedermawanannya. Jika kita konfersi ke dalam rupiah, jumlah kekayaan mereka sangat besar untuk ukuran orang Indonesia sekarang.

Siapa saja sahabat Nabi dengan kekayaan luar biasa itu?

          Baca juga:
          Susah Bangun Malam untuk Shalat Tahajud? Ini Kiat-kiatnya
          Lima Doa Ini Akan Membuat Kita Dikejar-kejar Rezeki

Sahabat Nabi yang Kaya #1: Abdurrahman bin ‘Auf

Abdurrahman bin ‘Auf adalah sahabat Nabi yang terkenal sebagai pebisnis. Ia sahabat yang didoakan oleh beliau agar mendapatkan kerberkahan dari hartanya.

Ia memiliki empat orang istri. Ketika ia meninggal masing-masing istrinya mendapatkan warisan sebesar 100.000 Dinar.

Total kekayaan Abdurrahman bin ‘Auf saat meninggalnya sebesar 3.200.000 Dinar. Kalau dikonfersi ke mata uang Rupiah maka jumlahnya Rp6.212.688.000.000

Sahabat Nabi yang Kaya #2: Zubair bin Awwam

Zubair adalah salah satu sahabat Nabi yang termasuk Assabiqunal Awwalun. Ia memiliki keahlian berperang sambil menunggang kuda. Kebanyakan hartanya adalah tanah dan rumah.

Zubair memiliki padang belantara, 11 rumah besar di Madinah, 2 di Basrah, dan 1 di Kuffah dan Mesir.

Sebelum meninggal ia berwasiat agar 1/3 hartanya dibagikan kepada cucu-cucunya, lalu 2/3 diberikan kepada ahli warisnya.

Saat meninggal, harta waris dan wasiatnya antara lain:

  • Harta waris : 38.400.000 Dirham
  • Harta wasiat : 19.200.000 Dirham

Jumlah : 57.600.000 Dirham

Jika 57.600.000 Dirham dikonfersi ke rupiah maka berjumlah Rp3.543.724.800.000

Sahabat Nabi yang Kaya #3: Utsman bin Affan

Utman bin Affan adalah sahabat Nabi yang tergolong paling kaya. Dia memiliki kekayaan berupa dinar, dirham, dan 1.000 ekor unta. Jika kita perinci kekayaannya maka berjumlah:

  • Uang Dirham : 30 juta Dirham
  • Uang Dinar : 150.000 Dinar
  • Sedekah : 200.000 Dinar
  • Unta : 1.000 ekor

Jika dirupiahkan maka berjumlah:

  • 30 juta Dirham : 1.845.690.000.000
  • 150.000 Dinar : 291.219.750.000
  • Sedekah 200.000 Dinar : 388.293.000.000
  • 1.000 ekor unta : 7.740.000.000

Jadi, jumlah kekayaan Utsman bin Affan adalah Rp2.532.942.750.000

Sahabat Nabi yang Kaya #4: Thalhah bin ‘Ubaydillah

Thalhah bin ‘Ubaydillah adalalah sahabat Nabi dari kaum Quraisy. Beliau termasuk delapan orang yang pertama kali masuk Islam. Kekayaan yang dimiliki Thalhah adalah:

  • Uang Dirham : 2.200.000 Dirham
  • Uang Dinar : 200.000 Dinar
  • Sedekah : 300.000 Dirham

Jika di rupiahkan akan berjumlah:

  • 2.200.000 Dirham : 135.350.600.000
  • 200.000 Dinar : 388.293.000.000
  • Sedekah 300.000 Dirham : 18.456.900.000

Jadi, jumlah kekayaan Thalhah bin ‘Ubaydillah adalah Rp542.100.500.000

Sahabat Nabi yang Kaya #5: Sa’d bin Abi Waqqash

Sa’d bin Abi Waqqash dikenal di kalangan sahabat sebagai orang yang sangat pemberani dalam peperangan. Tatkala wafat, ia meninggalkan harta waris sebesar 250.000 Dirham. Jika diubah ke rupiah maka berjumlah Rp15.380.750.000

Untuk lebih jelasnya mengenai rincian kekayaan lima sahabat di atas, kita bisa mengunjungi laman berikut ini.

Itulah lima sahabat Nabi yang memiliki harta melimpah. Selain itu, mereka juga dikenal sebagai sahabat-sahabat yang dermawan, rajin ibadah, dan rendah hati.

***

Para sahabat Nabi itu juga sering mengamalkan Shalat Dhuha. Sebagaimana kita tahu, Shalat Dhuha adalah ibadah yang dapat memperlancar rezeki dan memberikan keberkahan pada harta benda kita.




Nah, jika kita ingin seperti mereka, kita bisa mulai mengistiqomahkan Shalat Dhuha setiap hari. Dengan melakukan Shalat Dhuha, insya Allah rezeki kita akan dilancarkan oleh Allah.

Mari kita renungkan arti doa Shalat Dhuha berikut.

“Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah. Dengan kebenaran Dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.(Penuntun Mengejakan Shalat Dhuha, hal. 53)




Jika tak bisa tiap hari, minimal kita mengerjakannya tiga kali seminggu. Jika tak bisa tiga kali seminggu, minimal sekali seminggu. Tapi, alangkah baiknya kita mengerjakannya tiap hari, agar Allah cepat mengabulkan doa Shalat Dhuha kita.

Sahabat-sahabat Nabi yang kaya-raya dan dermawan.

  • Abdurrahman bin ‘Auf, memiliki harta sebesar Rp6.212.688.000.000
  • Zubair bin Awwam, memiliki harta sebesar Rp3.543.724.800.000
  • Utsman bin Affan, memiliki harta sebesar Rp2.532.942.750.000
  • Thalhah bin ‘Ubaydillah, memiliki harta sebesar Rp542.100.500.000
  • Sa’d bin Abi Waqqash, memiliki harta sebesar Rp15.380.750.000

 

vbi jenggotan

Komik Islam Sehari-hari dan Pesan-pesan Kebaikan di Dalamnya

Komik Islam Sehari-hari (Reborn) berisi kisah-kisah menggelitik seputar gaya hidup sebagian umat Islam di Indonesia. Menurut sang komikus, Vbi_djenggotten, hal-hal remeh tapi penting sering diabaikan oleh sebagian masyarakat kita. Berikut hasil wawancara Qultummedia.com dengan komikus yang karya-karyanya selalu bestseller itu.

Assalamualaikum, apa kabar, Mas Vby?
Alhamdulillaah, dinamis 🙂

Kapan pertama kali menerbitkan komik bertema keislaman?
Komik Islam pertama sekitar tahun 2011. 

Apa kesibukannya sekarang selain membuat komik?
Merintis branding kaos, dan belajar panahan.

Dari sederet komik yang dibuat, tema apa yang paling menarik untuk digarap?
Tema Islam, karena saya sekaligus belajar lebih banyak tentang agama saya.

Bisa diceritakan proses kreatif pembuatan komik Islam Sehari-hari Reborn?
Berawal dari kegelisahan saya terhadap realitas masyarakat Indonesia, yang di atas kertas adalah muslim, tapi dalam praktiknya masih belum cukup paham dengan Islam, bahkan malah ada yang memusuhi ajarannya. Kok bisa? Kalau saya simpulkan sih, karena mereka belum tahu, tapi merasa sudah cukup tahu.

Nah, dari situlah saya terpikir untuk menyampaikan kegelisahan saya dengan cara yang ringan.

Inspirasi komik ini berasal dari mana?
Kebanyakan dari peristiwa yang saya saksikan sendiri. Baik ketika berkendara di jalanan, lingkungan rumah, kantor, maupun melalui media massa.

Hal tersulit apa saat mengeksekusi komik Islam Sehari-hari?
Mencari referensi yang valid terkait permasalahan yang ada. Saya menghindari hal-hal yang bersifat khilafiyah, agar tidak menimbulkan perdebatan. Daaaaan….yang paling sulit juga adalah beban moralnya.

Apa yang membedakan komik ini dengan komik Islam Sehari-hari terdahulu?
Ada tambahan bab baru mengenai isu dan fitnah yang sedang dihadapi umat Islam saat ini, yaitu fenomena mudahnya memberi label radikal hanya karena melihat tampilan luar, tanpa mengenali lebih dalam.

Bagian komik mana yang paling disukai Mas Vby dan mengapa?
Quote di halaman pertama. Sebuah kesalahan apabila dilakukan secara berulang, lama-lama bisa jadi pembenaran.  Ini yang terjadi saat ini. Sebenarnya bukan yang paling saya sukai, tapi quote ini yang mendasari lahirnya ide komik ini.

Kalo bagian komik mananya, saya suka semuanya….

Secara umum, pesan apa yang ingin disampaikan dalam komik Islam Sehari-hari Reborn?
Itu tadi, quote pada halaman pertama. Kesalahan yang terkesan kecil, tapi terus diulang, lama-lama menjadi kabur, dan akhirnya dianggap kebenaran. Hal yang bertentangan dengan Islam, karena dilakukan berulang-ulang, akhirnya kabur, lalu dianggap sebagai suatu kebenaran…

Bisa dijelaskan mengapa satu gambar komik lebih mudah dicerna dibandingkan lewat tulisan?

Bahasa gambar adalah bahasa yang universal. Anak-anak pun lebih cepat mengerti bahasa visual. Ada banyak bahasa untuk mengatakan senyum. Bisa ‘smile’, ‘ngguyu’ dan lain-lain. Namun, yang mampu memahami hanya mereka yang mengerti bahasa tersebut.

Bila kata senyum dalam bahasa Indonesia diganti dengan emoticon senyum, semua orang dari Afrika sampai Australia insya Allah paham dengan pesan yang dimaksud.

kegagalan adalah awal bagi sebuah kesuksesan

Kegagalan Hari Ini Adalah Pelajaran untuk Kesuksesan Esok Hari

Kegagalan tak pernah hadir selamanya; ia sesaat datang untuk kemudian berlalu.

Saat berikhtiar mewujudkan sesuatu, kita tak pernah mengharapkan kegagalan. Setiap usaha yang kita lakukan selalu berawal dari niat kuat untuk menggapainya dan keinginan yang besar untuk mewujudkannya. Meski kadang ujung ikhtiar tak sesuai harapan, kita akan merasa puas karena kita sudah berani mencoba.

Baca juga:
Jangan Takut Gagal! (Special Edition)
Merayakan Kegagalan

Suatu ketika, saya mendapat tawaran dari seorang teman untuk menjadi pengajar di sebuah sekolah, sebuah profesi yang pernah saya impikan tapi sama sekali belum pernah saya jalani. Tawaran itu membuat saya berpikir panjang, dan sempat bimbang. Tapi setelah beberapa hari melawan keraguan, saya memutuskan datang ke sekolah yang dimaksud untuk menerimanya.

Sepanjang perjalanan, pikiran saya diliputi kecemasan. Saya tertarik dengan tawaran itu, tapi pada saat yang sama grogi. Rasanya saya tak siap menjalaninya. Berdiri di depan murid-murid dan menjadi pusat perhatian mereka? Deuh, saya akan menyesal seumur hidup jika sampai terlihat gugup.

Angkot yang saya tumpangi terasa sangat lambat. Sepanjang perjalanan, apa yang saya cemaskan pelan-pelan surut, tapi sesekali tergantikan dengan kecemasan lain yang lebih besar. Saya menyesal membiarkan perasaan dan khayalan saya sedemikian liar, sebab yang kemudian saya dapatkan ternyata di luar dugaan.

Ketika saya tiba di sekolah, ibu kepala sekolah yang ramah menyambut saya, dan dengan gaya bicaranya yang lembut memberitahu bahwa posisi yang sempat ia tawarkan itu telah terisi. Ya, baru saja terisi.

Saya tercenung sepersekian detik saat mendengar pemberitahuan itu.

Selalu Ada Pelajaran dari Sebuah Kegagalan

Apakah saya kecewa? Tak perlu ditanya. Selama perjalanan pulang, tak henti-hentinya saya merutuki diri sendiri. Andai saya tak galau sampai berhari-hari, mungkin saya sudah resmi menjadi pengajar di sana. Andai saya tak mengulur waktu dan membuat pihak sekolah menunggu sekian lama, mungkin besok saya sudah berdiri di depan kelas dan menyampaikan materi pelajaran.

Banyaknya kata ‘andai’ yang berkelebat di benak saya menyadarkan saya tentang sebuah pelajaran. Menjadi pengajar memang tak bisa saya wujudkan hari itu, tapi saya menyadari satu hal: bahwa keraguan untuk menentukan langkah bisa membawa penyesalan berkepanjangan.

Beberapa minggu kemudian dan setelah saya ‘move on’ dari rasa kecewa akibat kegagalan itu, teman saya bertanya bagaimana saya bisa terlihat baik-baik saja dengan kenyataan tersebut.

“Kalau gue jadi lo, gue pasti udah down. Bukan cuma karena gue gak diterima, tapi karena posisi itu terisi satu jam sebelum gue datang. Nyesek!”

Saya bergeming. Siapa bilang saya tak kecewa, bukan hanya dengan keputusan pihak sekolah yang memberikan kesempatan tersebut kepada orang lain (meski ini bisa dimaklumi sih sebenarnya), tapi juga dengan diri saya sendiri. Untuk apa saya bimbang terlalu lama saat seseorang berharap saya segera memberikan jawaban?

Namun setelah saya renungkan, kegagalan dan kekecewaan yang harus saya telan itu mungkin cara Allah agar saya punya waktu lebih lama untuk mematangkan diri sebelum menjadi pengajar yang lebih baik lagi. Saya percaya, rencana Allah selalu lebih indah dari rencana kita.

Semoga kita tak menjadi peragu untuk menggapai impian, dan semoga kita tak mudah putus asa. Beranilah mencoba, dan beranilah menghadapi kemungkinan terburuk sebagai akibat dari pilihan kita. Kalaupun akhirnya kegagalan jua yang kita dapatkan, berjanjilah pada diri sendiri bahwa itu tak akan membuat kita menyerah.

 

Fitria Sambuari (Kontributor Qultummedia.com)

 

image: : best-wallpaper.net.

stan qultum

IBF 2016: Datang, Bermain, dan Belajar

stan qultumAneka event seru selama Islamic Book Fair (IBF) digelar mulai 26 Februari hingga 6 Maret 2016 di Istora Senayan Jakarta. Hampir semua stan penerbit berebut cara untuk menarik pengunjung, misalnya dengan menyebarkan brosur hingga mengundang mereka singgah di stan buku mereka.

READ MORE

mosaic

#JanganLupaBahagia Challenge!

mosaicHidup kita berharga. Maka, berbahagialah dengan setiap langkah yang kita ambil. Jangan biarkan kita terperangkap dalam kesedihan semu. Setiap diri layak untuk berbahagia dan dikelilingi oleh kebahagiaan.

READ MORE

berani berhijrah harus diiringi dengan proses belajar yang tak pernah berhenti

Berani Berhijrah: Demi Masyarakat Indonesia yang Lebih Baik

Berani berhijrah adalah pilihan besar dalam hidup. Di dalamnya tersimpan sebuah kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik, juga semangat untuk menyongsong hari esok yang lebih menjanjikan.

Tak ada yang baik-baik saja jika kita sering meluangkan waktu untuk memikirkan hidup kita; pendidikan kita, rencana ke depan, kebiasaan, pola pikir, prestasi, sampai derajat kita di sisi Allah Taala. Akan selalu ada yang perlu kita tilik dan koreksi, akan selalu ada yang perlu kita benahi.

Baca juga:
Berani Jujur Itu Baik!
Berani Berhijrah

Pengalaman adalah guru terbaik yang pernah ada. Ya, dari pengalaman kita bisa belajar banyak hal, termasuk menetapkan hati untuk berhijrah. Berubah menjadi pribadi yang lebih taat pada-Nya, dan semakin sadar bahwa kita ada dalam pengawasannya sehari-semalam penuh. Hal itulah yang dituliskan Aldilla Dharma dalam buku Jangan Pernah Menyerah!

Sesuai dengan judulnya, menurut Aldilla buku ini berisi tentang semangat untuk berhijrah. Sejarah penyebaran Islam di dunia menjadi dasar Aldilla menulis buku pertamanya ini, yang memang dikenal dunia dengan prosesnya yang cepat, damai, dan berpijak pada dua hal, yaitu akidah yang lurus (al-‘aqidah as-salimah) dan ilmu pengetahuan.

Sebagai sebuah buku ber-genre pengembangan diri islami, Aldilla melalui buku ini mengajak pembaca untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya, dengan koridor yang telah ditetapkan oleh Allah melalui agama Islam. Bukan perkara mudah memang, tapi bersama-sama memulai, tak ada yang tak mungkin.

 

Berani Berhijrah: Dimulai dari Sebuah Akun Instagram

Niatan Aldilla dalam menyebarkan ajaran-ajaran Islam melalui media sosial tak hanya terbatas pada pembuatan buku. Jauh sebelum hal itu ia sudah membangun komunitas berbasis sosial media—tepatnya Instagram—dengan nama Berani Berhijrah.

Apa sih, yang menjadi alasan Aldilla membangun komunitas yang telah memiliki follower lebih dari 500.000 orang ini?

“Setelah berhijrah, saya melihat ada batas dan jarak antara anak muda dan agama,” ujarnya. Lebih lanjut ia mengatakan, “muncul stigma bahwa mereka yang doyan bahas agama adalah mereka yang sudah berumur. Dari sana saya melihat ada kekosongan yang harus diisi, yaitu jembatan antara anak muda dan agama. Untuk itulah atas dasar petunjuk Ilahi, Berani Berhijrah terlahir”.

Tak disangka, gerakan yang awalnya hanya mengajak orang untuk berhijrah, makin hari makin banyak pengikutnya. Oleh karenanya, tercetuslah ide untuk menjadikan gerakan ini sebuah komunitas. Bahkan kini, menurut Aldilla, Berani Berhijrah sedang dalam proses pelegalan untuk menjadi sebuah yayasan.

Tak muluk-muluk, melalui komunitas Berani Berhijrah dan buku Jangan Pernah Menyerah!, ia berharap Indonesia berani berhijrah menjadi lebih baik.

a2

Trunk Show Ria Miranda dan Launching Fashion Friendship

a2

Ria Miranda dalam Trunk Show 2015 dan peluncuran buku

Fashion Friendship dari Qultum Media.

<!–more–>

c2

Bersama sahabat. Jenahara & Ria Miranda penulis

buku Fashion Friendship.

 

e2

Fashion show oleh model yang menampilkan karya-karya Ria Miranda.

d2

Jenahara & Ria Miranda berfoto bersama redaksi Qultum Media.

g2

Para pengunjung Trunk Show 2015 sedang melihat-lihat

booth Qultum Media.

f2

Jenahara & buku Fashion Friendship.

 

b2

Penyerahan book frame oleh Pimred Qultum Media, H. A. Fulex Bisyri,

kepada Jenahara, Ria Miranda, dan Wardah Cosmetics.

 

FF-trunk-depan edit

Trunk Show Ria Miranda 2015 & Soft Launching Fashion Friendship

FF-trunk-depan editJumat, 5 Desember 2014 lalu dilaksanakan peluncuran buku Fashion Friendship (FF) yang ditulis oleh Jenahara & Ria Miranda. Selain penulis dan redaksi, acara ini juga dihadiri oleh Wardah Cosmetic.

Acara peluncuran buku FF bertepatan juga dengan RiaMiranda Trunk Show 2015. Banyak media cetak dan elektronik yang datang untuk meliput kegiatan ini. Para tamu undangan dan peserta yang kebanyakan adalah muslimah hijabers sangat antusias menyaksikan acara ini. Begitu pun yang terlihat di booth QultumMedia.

READ MORE

taaruf-my-way1

@Muslimah_talk; Media Dakwah dengan Puluhan Ribu Follower

taaruf-my-way1Setelah Februari 2014 lalu sukses “melahirkan” karya perdananya yang berjudul Saleha is Me, kini @Muslimah_talk menghadirkan karya keduanya dengan judul Ta’aruf is My Way

Akun @Muslimah_talk sendiri berdiri sejak 13 Desember 2012 dan hingga kini sudah memiliki puluhan ribu follower dengan kepengurusan yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Melalui buku keduanya ini, @Muslimah_talk mencoba berbagi kisah nyata tentang ta’aruf dari mereka yang pernah menjalankannya. 

Ingin tahu lebih dalam tentang akun @Muslimah_talk? Berikut wawancara QultumMedia via surel bersama @Muslimah_talk.

READ MORE

12-weeks-to-get-married

12 Minggu Menuju Pelaminan

12-weeks-to-get-marriedBelum ketemu jodoh dan berniat ta’aruf? Boleh saja. Asalkan kamu tahu benar apa makna sebenarnya dari ta’aruf ini. Kalau kamu benar-benar menjalankan proses ta’aruf ini dengan baik dan sesuai kaidah, kamu nggak akan butuh waktu lama untuk married dan ijab-kabul. Kok bisa?

Lalu, tahukah kamu bahwa ta’aruf itu bisa dilakukan baik secara online maupun offline? Nah, bagi yang belum tahu, yuk ikuti wawancara QultumMedia bersama Maswahyu ST, penulis buku 12 Weeks to Get Married sekaligus penggagas rumahtaaruf.com.

READ MORE