cobaan Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
682
archive,tag,tag-cobaan,tag-682,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive

Filosofi Ujian: Allah Ingin Kita Dekat dengan-Nya

Cobaan bisa datang kapan pun, di mana pun, dan kepada siapa pun.

Kalau kita merasa hidup ini sulit, bersabarlah. Memang tak mudah, tapi sejatinya ini hanya jalan menuju kebahagiaan yang telah Allah rencanakan.

Jika kita ditolak dalam lamaran kerja, rasa kecewa sangat wajar kita rasakan. Tapi tetaplah berusaha dan berdoa, Allah akan membuka jalan yang baru bagi kita.

Jika akhirnya kita tak masuk universitas yang kita impikan, bersabarlah. Ada tahun-tahun berikutnya. Atau mungkin yang terbaik untuk kita memang bukan di sana. Sekali lagi, Allah akan membuka jalan baru yang lebih istimewa.

Cobaan Akan Mendewasakan Kita

Percayalah, kecewa yang kita alami akan membuat kita lebih dewasa. Masalah yang kita hadapi hari ini tidaklah seberapa dibanding dengan yang akan kita dapatkan di hari nanti. Allah ingin kita belajar dari masalah-masalah kecil agar ketika dihadapkan pada yang besar kita tak terlalu terkejut.

Saat kita menganggap beban masalah terlalu berat, yakinlah akan ada yang Allah ringankan. Mungkin bukan di dunia, bisa saja masalah tersebut merupakan tebusan untuk meringankan timbangan dosa kita di akhirat sana.

Tugas kita hanya merencanakan mau ke mana dan dengan cara apa. Setelah kita berusaha mewujudkannya, serahkan semuanya pada Allah. Sebab tak ada usaha yang sia-sia, serta tak pernah ada doa yang tak didengarkan-Nya.

Banyak Jalan untuk Bahagia

Kadang, ada keajaiban-keajaiban yang tak pernah kita pinta. Hingga kita menganggap kita merupakan orang yang beruntung. Padahal, itulah cara Allah menebus luka kita di masa lalu. Masa di mana kita ikhlas dan bersabar saat menanggung rasa pilu.

Tak hanya ada satu jalan untuk mencapai kebahagiaan. Allah punya jalan lain, jalan yang tak pernah kita anggap bisa melewatinya. Tapi, bagi Allah tak ada yang mustahil. Kekuasaan-Nya memang tak pernah bisa dicapai oleh akal manusia.

Masalah yang sedang kita alami saat ini, yang kecil maupun besar, semuanya akan mengantarkan kita menuju hikmah-Nya yang belum kita ketahui. Hikmah yang membahagiakan tiap kita yang menerimanya, juga hikmah yang membuat kita lupa pada perihnya masalah yang pernah ada.

impian dalam hidup

Impian Ada untuk Diwujudkan, Bukan Hanya untuk Diimpikan

Impian adalah alasan manusia masih kuat berdiri di tengah hantaman ombak dan gelombang.

Mata uang kehidupan ini dicetak dengan maut
supaya segala yang kita beli
menjadi benar-benar berharga.

Pernah mendengar puisi ini sebelumnya, Teman? Puisi singkat dan sarat makna ini digubah oleh penyair bijak dari India, Rabindranath Tagore. Berkaca pada puisi ini, beruntunglah hingga detik ini kita masih diberi kesempatan untuk melanjutkan perjalanan. Perjalanan yang penuh rintangan namun dengan itu hidup kita justru menjadi berharga.

Impian Membuat Hidup Berharga

Apa itu hidup yang berharga? Hidup yang berharga adalah hidup yang sukses. Hidup yang sepadan dengan harga maut yang tak pernah bisa ditawar. Kita mesti sukses agar harga kehidupan kita tak seharga kehidupan ayam, sapi, atau permata paling mahal sekali pun.

Namun demikian, kesuksesan bukanlah sesuatu yang kita punya. Dan, ia bukan semacam rekening gendut, istana megah, atau jabatan yang tinggi. Hidup yang sukses bukan hidup di tengah itu semua. Lantas?

“Kegemilanganmu bukan apa yang kau punya, tapi apa yang kau berikan.” Ya, sukses adalah bersedekah pada yang papa, menyebarkan pengetahuan, dan mendermakan bantuan. Kehidupan yang berharga adalah berkarya dan memberi manfaat pada orang lain.

Keping-keping Impian dalam Buku Dancing In The Rain

Itu artinya, Teman, semua orang pasti bisa sukses. Sekali lagi, semua orang, tanpa kecuali. Semelarat apa pun hidup seseorang, ia tetap bisa hidup dengan berharga. Kelokan-kelokan hidup Rimma Bawazier dalam Dancing in The Rain ini adalah salah satu dari jutaan contoh nyata bahwa getirnya hidup di masa kecil justru menjadikannya seperti yang kita kenal hari ini.

Dalam buku ini, Rimma menunjukkan betapa berharganya memiliki impian dan cita-cita. Bukan impian kembang tidur, tentu, melainkan impian yang mendorong kita mau berkarya untuk orang lain. Impian macam ini, kata Rimma, “membuat hidup jadi lebih hidup.” Selebihnya adalah tindakan nyata dan doa. Tanpa keduanya, impian sehebat apa pun hanya fatamorgana. Tapi dengan semua itu, hidup bagai sebuah tarian yang indah.

Dancing in the Rain adalah buku tentang perjalanan hidup yang luar biasa seorang fashion designer dan model yang menapaki tangga kehidupan dari bagian yang paling bawah. Kisah-kisahnya sungguh menggugah semangat dan menggetarkan jiwa.

Dengan menyebut nama-Nya, bacalah!

cobaan hidup

Cobaan Hidup dan Perintah Allah Agar Kita Bersabar

Cobaan hidup tak akan meruntuhkan hidup kita, sekeras apa pun ia menghantam, selama kita masih ingat pada Allah Taala dan mau bersabar.

Coba tebak, kata apa yang paling mudah diucapkan tapi sulit dilakukan? Yup, sabar. Kata “sabar” sering diucapkan kepada orang lain yang terkena cobaan hidup, terlibat masalah, atau sedang dikuasai amarah. Namun ketika sabar itu dipraktikkan, sulit sekali dan butuh hati yang ikhlas untuk menerimanya.

Ada tiga macam sabar di dunia. Pertama, sabar dalam menghadapi cobaan hidup. Karena cobaan dari Allah pasti ada untuk menguji keimanan dan kesabaran kita. Kedua, sabar dalam menjalankan perintah Allah. Jika kita mampu menjalaninya dengan sepenuh hati, niscaya akan mendapat hikmah dan manfaatnya. Ketiga, sabar dalam menjauhi hal-hal yang dilarang oleh Allah.

Woles Aja…: Bagaimana Sabar Bisa Mengatasi Cobaan Hidup

Nah, hal ini yang dibahas oleh Alisnaik dalam komik terbarunya yang berjudul Woles Aja… Ia ingin menunjukkan bagaimana kesabaran dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hmm, pernah nggak ketika naik angkot, tetapi supirnya memilih untuk ngetem? Pasti bete kan, karena jadi nunggu lama. Belum kalau ada janji dengan orang lain, pasti jadi telat deh.

Dalam komik ini, diceritakan Pipit dan Merak sedang naik angkot. Tiba-tiba supir angkot memutuskan untuk ngetem karena menunggu penumpang. Sambil menunggu, ia pun menggunakan waktunya untuk membaca Al-Qur`an. Tentu saja Pipit dan Merak terkesima, karena biasanya supir angkot identik dengan karakter yang kurang baik. Namun ternyata ada juga lho, supir angkot yang berakhlak baik seperti ini.

Ide membuat cerita ini ini didapatkan oleh penulis ketika ia melihat langsung seorang supir angkot yang menyempatkan untuk membaca Al-Quran ketika menunggu penumpang. Hal itu rupanya menginspirasi penulis dan dibuatlah komik ini. Masih banyak lagi ide lainnya yang penulis dapatkan dari hal yang ada di sekitarnya.

Secara keseluruhan, komik ini menceritakan tentang bagaimana melatih dan menerapkan kesabaran. Karena sabar itu bukanlah pasrah, pasif, dan nurut saja apa kata orang. Tetapi justru berusaha untuk nggak terpengaruh oleh omongan orang. Jika kita terbiasa sabar, masalah-masalah yang menghantui pasti akan mudah diatasi. Selamat belajar sabar, ya!

Sabar memang susah dilakukan, tapi jika kita terbiasa sabar, pasti akan mudah melakukannya. Simak beberapa cerita menarik tentang sabar dalam komik Woles Aja… karya Alisnaik ini. Ringan, segar, namun juga penuh makna.

 

Sumber foto: https://yeaharip.com

WhatsApp chat