hidup Archives - Qultum Media
hidup Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
578
archive,tag,tag-hidup,tag-578,theme-stockholm,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-7.4,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-30952

Filosofi Ujian: Allah Ingin Kita Dekat dengan-Nya

Cobaan bisa datang kapan pun, di mana pun, dan kepada siapa pun.

Kalau kita merasa hidup ini sulit, bersabarlah. Memang tak mudah, tapi sejatinya ini hanya jalan menuju kebahagiaan yang telah Allah rencanakan.

Jika kita ditolak dalam lamaran kerja, rasa kecewa sangat wajar kita rasakan. Tapi tetaplah berusaha dan berdoa, Allah akan membuka jalan yang baru bagi kita.

Jika akhirnya kita tak masuk universitas yang kita impikan, bersabarlah. Ada tahun-tahun berikutnya. Atau mungkin yang terbaik untuk kita memang bukan di sana. Sekali lagi, Allah akan membuka jalan baru yang lebih istimewa.

Cobaan Akan Mendewasakan Kita

Percayalah, kecewa yang kita alami akan membuat kita lebih dewasa. Masalah yang kita hadapi hari ini tidaklah seberapa dibanding dengan yang akan kita dapatkan di hari nanti. Allah ingin kita belajar dari masalah-masalah kecil agar ketika dihadapkan pada yang besar kita tak terlalu terkejut.

Saat kita menganggap beban masalah terlalu berat, yakinlah akan ada yang Allah ringankan. Mungkin bukan di dunia, bisa saja masalah tersebut merupakan tebusan untuk meringankan timbangan dosa kita di akhirat sana.



Tugas kita hanya merencanakan mau ke mana dan dengan cara apa. Setelah kita berusaha mewujudkannya, serahkan semuanya pada Allah. Sebab tak ada usaha yang sia-sia, serta tak pernah ada doa yang tak didengarkan-Nya.

Banyak Jalan untuk Bahagia

Kadang, ada keajaiban-keajaiban yang tak pernah kita pinta. Hingga kita menganggap kita merupakan orang yang beruntung. Padahal, itulah cara Allah menebus luka kita di masa lalu. Masa di mana kita ikhlas dan bersabar saat menanggung rasa pilu.

Tak hanya ada satu jalan untuk mencapai kebahagiaan. Allah punya jalan lain, jalan yang tak pernah kita anggap bisa melewatinya. Tapi, bagi Allah tak ada yang mustahil. Kekuasaan-Nya memang tak pernah bisa dicapai oleh akal manusia.

Masalah yang sedang kita alami saat ini, yang kecil maupun besar, semuanya akan mengantarkan kita menuju hikmah-Nya yang belum kita ketahui. Hikmah yang membahagiakan tiap kita yang menerimanya, juga hikmah yang membuat kita lupa pada perihnya masalah yang pernah ada.

arti cinta dalam hidup

Arti Cinta yang Tak Semua Orang Sanggup Memahaminya

Arti cinta tak selalu dimengerti oleh pemiliknya.

Cinta adalah sesuatu yang tak ternilai yang kita miliki. Itu sebabnya, kita mesti merawatnya dengan sepenuh hati. Itu sebabnya pula, kita tak mungkin memercayakannya pada sembarang orang.

Orang yang mau memberikan cintanya pada orang yang tak ia kenal, atau ia kenal tapi sebagai orang yang sebenarnya tak pantas mendapatkannya, mungkin tak menyadari betapa berharga arti cinta yang ia miliki itu.

Begitu pula orang yang mengharapkan cinta orang lain, lalu menukar apa yang ia miliki dengan cinta tersebut. Ia tak tahu betapa barang yang ia miliki tak bisa dibandingkan dengan cinta yang ia idamkan itu.

Arti Cinta Tak Bisa Dijelaskan dengan Kata-kata

Kalau kita keliru memercayakan cinta pada seseorang, kita akan menyesal pada akhirnya. Begitu pula jika kita salah sangka dan mengira cinta seseorang bisa ditukar dengan harta benda yang kita miliki.

Orang yang mau menyerahkan cintanya pada orang yang salah, dan orang yang mendapatkan cinta kekasihnya dengan menukar harta benda dengannya, sejatinya sama-sama tak mengerti arti cinta. Karena tak paham betapa bernilai cinta yang ia miliki atau yang ia dapatkan, tak mengherankan jika suatu saat cinta tersebut bisa dengan mudah mereka campakkan.

Siapa pun bisa bosan, bukan?

Arti Cinta: Harus Kita Pahami

Ini mirip orang yang mengidamkan sebuah kamera dengan berbagai fiturnya yang canggih, tapi saat berhasil memilikinya dan kemudian bosan dengannya, ia meletakkannya di tempat yang tak semestinya.

Kenapa ia bisa ceroboh seperti itu? Mungkin ia tak bisa mengoperasikan kameranya itu, sebab skill-nya masih kurang. Mungkin uang yang ia gunakan untuk membelinya ia dapat dengan meminta orangtuanya, ia tak tahu sulitnya mencari uang. Mungkin juga ia bukan orang yang pandai bersyukur dan mau menghargai apa-apa yang ada di sekitarnya.

Orang yang tak mengerti arti cinta yang ia miliki akan dengan mudah menyerahkan cintanya atau menerima cinta dari orang lain dengan cara yang tak semestinya. Ia juga, saatnya nanti, akan menyia-nyiakan cinta yang ia berikan pada orang lain atau cinta yang ia terima dari mereka.

Semoga kita bisa belajar tentang cinta dan bisa memperlakukannya dengan cara yang tepat.

 

Sumber foto: pixabay.com

bahagia muncul dari diri kita, bukan dari luar diri kita

Inilah Cara Meraih Kebahagiaan Seperti Dilakukan Oleh Para Nabi

Bahagia itu bisa dirancang dan diciptakan. Karenanya, bukan mustahil ia hadir tanpa jeda. Bahkan cara mewujudkannya pun sederhana.

Jika selama ini sudut pandang kita dalam memaknainya mengacu pada hal-hal yang sifatnya duniawi atau materiil, ubahlah segera. Percaya atau tidak, kebahagiaan seperti itu semu. Sebab, ia tak melulu ada kaitannya dengan kepuasan duniawi, materiil, apalagi sebatas finansial.

Baca juga:
Hujan Bahagia
Menikah Muda dan Hal-hal Tak Terduga di Dalamnya

Kebahagiaan yang sesungguhnya bisa kita dapatkan dengan meraih kepuasan batiniah, seperti memperbanyak ibadah, menghindari suuzhan, atau menahan diri saat makan agar tidak terlalu kenyang. Cara lain yang bisa kita lakukan untuk mendapatkannya adalah dengan membagikan ilmu yang bermanfaat dan tidak menyebarkan berita dusta (hoax) atau fitnah di media sosial.

Ucapan syukur sudah bisa menunjukkannya. Sebab itu berarti pengakuan bahwa segala sesuatu yang kita dapat adalah anugerah dari Allah; bukan semata-mata karena usaha kita.

Bisa juga kita memaknainya dengan mengoptimalkan seluruh potensi diri untuk mengabdi kepada-Nya. Tidak ada penglihatan, pendengaran, perasaan, perkataan, dan perbuatan kecuali untuk beribadah kepada-Nya. Tidak kita gunakan untuk melanggar aturan-Nya. Semua digunakan untuk beribadah.

Bisa juga kita maknai bahwa dalam kondisi apa pun, lapang maupun sempit, kita tetap ikhlas bersedekah. Sedikit yang kita miliki, kita sisihkan untuk kita sedekahkan. Sebagaimana sedekahnya para sahabat Nabi Muhammad, seperti Abdurrahman bin Auf, Abu Bakar bin Khaththab, dan Ustman bin Affan.

Bahagia Ala Nabi Muhammad saw

Meski dijamin masuk ke surga dan terbebas dari dosa, Nabi Muhammad tetap menghabiskan sepertiga malam yang sunyi dan dingin dengan beribadah dan bermunajat kepada-Nya dengan takbir, ruku’, dan sujud, hingga air mata pun membasahi pipi dan kedua kakinya bengkak. Inilah cara Nabi Muhammad saw bahagia dengan bersyukur (‘abdan syakuuraa).

Bahagia Ala Nabi Yusuf as

Sementara itu, Kebahagiaan bagi Nabi Yusuf as adalah menjaga nafsunya dari ajakan bermaksiat seorang istri pejabat. Ia memilih dikurung dalam penjara daripada menuruti bujuk rayunya.

Bahagia Ala Nabi Ayub as

Kebahagiaan itu seperti Nabi Ayub yang kian dekat kepada-Nya dan tidak pernah berburuk sangka kepada Allah. Berkat kesaabarannya, penyakit Nabi Ayub diangkat dan bisa kembali hidup normal dan bahagia.

***

Uraian di atas diambil dari buku “Berupaya Tanpa Jeda, Beryukur Tanpa Kendur.” Buku yang ditulis oleh Syaiful Anshor ini memberikan banyak inspirasi dan ajakan agar kita selalu menyukuri segala keadaan yang diberikan Sang Pencipta. Sebab, saat kita bersyukur maka akan ada janji bahwa nikmat-Nya itu akan ditambah.

 

foto: unsplash.com

impian dalam hidup

Impian Ada untuk Diwujudkan, Bukan Hanya untuk Diimpikan

Impian adalah alasan manusia masih kuat berdiri di tengah hantaman ombak dan gelombang.

Mata uang kehidupan ini dicetak dengan maut
supaya segala yang kita beli
menjadi benar-benar berharga.

Pernah mendengar puisi ini sebelumnya, Teman? Puisi singkat dan sarat makna ini digubah oleh penyair bijak dari India, Rabindranath Tagore. Berkaca pada puisi ini, beruntunglah hingga detik ini kita masih diberi kesempatan untuk melanjutkan perjalanan. Perjalanan yang penuh rintangan namun dengan itu hidup kita justru menjadi berharga.

Impian Membuat Hidup Berharga

Apa itu hidup yang berharga? Hidup yang berharga adalah hidup yang sukses. Hidup yang sepadan dengan harga maut yang tak pernah bisa ditawar. Kita mesti sukses agar harga kehidupan kita tak seharga kehidupan ayam, sapi, atau permata paling mahal sekali pun.

Namun demikian, kesuksesan bukanlah sesuatu yang kita punya. Dan, ia bukan semacam rekening gendut, istana megah, atau jabatan yang tinggi. Hidup yang sukses bukan hidup di tengah itu semua. Lantas?

“Kegemilanganmu bukan apa yang kau punya, tapi apa yang kau berikan.” Ya, sukses adalah bersedekah pada yang papa, menyebarkan pengetahuan, dan mendermakan bantuan. Kehidupan yang berharga adalah berkarya dan memberi manfaat pada orang lain.

Keping-keping Impian dalam Buku Dancing In The Rain

Itu artinya, Teman, semua orang pasti bisa sukses. Sekali lagi, semua orang, tanpa kecuali. Semelarat apa pun hidup seseorang, ia tetap bisa hidup dengan berharga. Kelokan-kelokan hidup Rimma Bawazier dalam Dancing in The Rain ini adalah salah satu dari jutaan contoh nyata bahwa getirnya hidup di masa kecil justru menjadikannya seperti yang kita kenal hari ini.

Dalam buku ini, Rimma menunjukkan betapa berharganya memiliki impian dan cita-cita. Bukan impian kembang tidur, tentu, melainkan impian yang mendorong kita mau berkarya untuk orang lain. Impian macam ini, kata Rimma, “membuat hidup jadi lebih hidup.” Selebihnya adalah tindakan nyata dan doa. Tanpa keduanya, impian sehebat apa pun hanya fatamorgana. Tapi dengan semua itu, hidup bagai sebuah tarian yang indah.

Dancing in the Rain adalah buku tentang perjalanan hidup yang luar biasa seorang fashion designer dan model yang menapaki tangga kehidupan dari bagian yang paling bawah. Kisah-kisahnya sungguh menggugah semangat dan menggetarkan jiwa.

Dengan menyebut nama-Nya, bacalah!

cobaan hidup

Cobaan Hidup dan Perintah Allah Agar Kita Bersabar

Cobaan hidup tak akan meruntuhkan hidup kita, sekeras apa pun ia menghantam, selama kita masih ingat pada Allah Taala dan mau bersabar.

Coba tebak, kata apa yang paling mudah diucapkan tapi sulit dilakukan? Yup, sabar. Kata “sabar” sering diucapkan kepada orang lain yang terkena cobaan hidup, terlibat masalah, atau sedang dikuasai amarah. Namun ketika sabar itu dipraktikkan, sulit sekali dan butuh hati yang ikhlas untuk menerimanya.

Ada tiga macam sabar di dunia. Pertama, sabar dalam menghadapi cobaan hidup. Karena cobaan dari Allah pasti ada untuk menguji keimanan dan kesabaran kita. Kedua, sabar dalam menjalankan perintah Allah. Jika kita mampu menjalaninya dengan sepenuh hati, niscaya akan mendapat hikmah dan manfaatnya. Ketiga, sabar dalam menjauhi hal-hal yang dilarang oleh Allah.

Woles Aja…: Bagaimana Sabar Bisa Mengatasi Cobaan Hidup

Nah, hal ini yang dibahas oleh Alisnaik dalam komik terbarunya yang berjudul Woles Aja… Ia ingin menunjukkan bagaimana kesabaran dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hmm, pernah nggak ketika naik angkot, tetapi supirnya memilih untuk ngetem? Pasti bete kan, karena jadi nunggu lama. Belum kalau ada janji dengan orang lain, pasti jadi telat deh.

Dalam komik ini, diceritakan Pipit dan Merak sedang naik angkot. Tiba-tiba supir angkot memutuskan untuk ngetem karena menunggu penumpang. Sambil menunggu, ia pun menggunakan waktunya untuk membaca Al-Qur`an. Tentu saja Pipit dan Merak terkesima, karena biasanya supir angkot identik dengan karakter yang kurang baik. Namun ternyata ada juga lho, supir angkot yang berakhlak baik seperti ini.

Ide membuat cerita ini ini didapatkan oleh penulis ketika ia melihat langsung seorang supir angkot yang menyempatkan untuk membaca Al-Quran ketika menunggu penumpang. Hal itu rupanya menginspirasi penulis dan dibuatlah komik ini. Masih banyak lagi ide lainnya yang penulis dapatkan dari hal yang ada di sekitarnya.

Secara keseluruhan, komik ini menceritakan tentang bagaimana melatih dan menerapkan kesabaran. Karena sabar itu bukanlah pasrah, pasif, dan nurut saja apa kata orang. Tetapi justru berusaha untuk nggak terpengaruh oleh omongan orang. Jika kita terbiasa sabar, masalah-masalah yang menghantui pasti akan mudah diatasi. Selamat belajar sabar, ya!

Sabar memang susah dilakukan, tapi jika kita terbiasa sabar, pasti akan mudah melakukannya. Simak beberapa cerita menarik tentang sabar dalam komik Woles Aja… karya Alisnaik ini. Ringan, segar, namun juga penuh makna.

 

Sumber foto: https://yeaharip.com