rezeki Archives - Page 2 of 2 - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
570
archive,paged,tag,tag-rezeki,tag-570,paged-2,tag-paged-2,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
rezeki kita harus dijemput

Rezeki Tak Terbendung dengan Istiqamah Shalat Dhuha

Rezeki tak seperti operasi bilangan yang hasilnya pasti. Itu sebabnya, untuk mencari rezeki kita tak cukup mengandalkan ikhtiar lahiriah, kita juga perlu mengiringinya dengan ikhtiar batiniah.

Baca juga:
Tips Bangun Malam untuk Mengerjakan Shalat Tahajud
Tuntunan Shalat Sesuai Al-Quran & Hadis Sahih

Sebutlah Ali, seseorang yang tidak lulus Sekolah Dasar yang memberanikan diri merantau ke kota untuk mencari pekerjaan. Berkat bantuan kakak iparnya, ia memiliki keahlian mengebor sumur. Selama dua tahun ia berkeliling menggunakan sepedanya untuk menawarkan jasanya.

Suatu hari ia mendapatkan tawaran proyek 5000 sumur bor. Ia sempat gentar, karena tidak ada modal untuk melakukan pekerjaan tersebut. Namun, si pemberi proyek memberikan uang muka 50% untuk pekerjaan pengeboran dan sisanya 50% setelah selesai.

Setelah proyek 5000 sumur bor itu, ia tidak lagi berkeliling dengan sepeda, tetapi berkendara mobil dan memiliki karyawan. Proyek yang ia dapatkan senilai 2 Milyar. Selain keuletannya dalam bekerja, Ali adalah orang yang istimewa: ia tak pernah meninggalkan Shalat Dhuha.

***

Di kalangan para pebisnis muslim, aktivitas Shalat Dhuha sangatlah dekat dan sudah menjadi kebiasaan mereka. Shalat Dhuha diyakini dan dibuktikan nyata dapat membuka pintu rejeki bagi orang yang mau mengerjakannya.

Selain dijanjikan sebagai pembuka pintu rezeki, Shalat Dhuha juga memiliki keutaamaan lain. Keutamaan Shalat Dhuha minimal dua rakaat bisa mendatangkan ampunan dari Allah SWT, sekalipun dosanya sebanyak buih di lautan. Demikian hadist riwayat Imam Tirmizi.

 

Rezeki Tak Otomatis Datang

Namun, jangan mengira hanya dengan Shalat Dhuha pintu rezeki otomatis terbuka lebar. Tentu ada upaya dan ikhtiar untuk mengiringi terbukanya pintu itu. Ikhtiar itulah yang kemudian perlu disertai dengan doa dan Shalat Dhuha. Setelah berupaya sungguh-sungguh dan berdoa, serahkan sepenuhnya pada Sang Pencipta.

Waktu Dhuha adalah saat matahari tergelincir. Kita mengerjakan shalat di waktu ini sebagai wujud rasa syukur sebelum melakukan aktivitas bekerja atau belajar. Bekerja menyambut datangnya rezeki dan belajar menimba ilmu yang bermanfaat dan berkah. 

Nah, agar istiqamah dalam Shalat Dhuha, dekatkan diri dengan lingkungan, pergaulan yang baik (berkumpul dengan orang soleh). Selain itu baca kisah-kisah inspiratif dari para penegak Shalat Dhuha untuk memompa motivasi meraih berkah darinya.

Berikut doa yang biasa dipanjatkan usai Shalat Dhuha.

“Ya Allah, waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan itu adalah keagungan-Mu, keindahan itu adalah keindahan-Mu, kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit maka turunkanlah, jika masih di dalam bumi maka keluarkanlah, jika masih sukar maka mudahkanlah, jika (ternyata) haram maka sucikanlah, jika masih jauh maka dekatkanlah. Berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Lebih lengkap mengenai shalat sunah ini, simak penjelasannya di dalam buku Banjir Rezeki dengan Shalat Dhuha. Buku ini berisi kisah-kisah inspiratif, hikmat shalat, tatacara Shalat Dhuha, kumpulan doa, manfaat Shalat Dhuha, dan banyak lagi yang lainnya. Disebutkan dalam buku ini orang yang mengerjakan delapan rakaat Shalat Dhuha akan tercatat sebagai orang yang taat dan sukses.  Bagaimana dengan kita, ingin membuktikan keajaiban Shalat Dhuha juga?

 

Sumber foto: ulinulin.com

keajaiban sedekah menurut islam

Keajaiban Sedekah: Bagaimana Kiat Mudah untuk Meraihnya?

Keajaiban sedekah sering dipahami hanya sebagai mitos, padahal orang yang beriman harus meyakininya. Di samping merupakan janji Allah, itu juga nyata adanya. Sebab, sudah banyak yang membuktikannya.

Ingin menambah kebahagiaan dalam hidup? Lengkapi dengan bersedekah. Tapi, bersedekah bukan asal sedekah. Ada cara-cara tertentu yang bisa membuat sedekah kita jadi lebih berkah dan bermanfaat, baik di mata Allah maupun si penerima. Nah, berikut adalah 7 cara untuk meraih keajaiban sedekah.

Baca juga:
Panduan Meraih Hidup Bahagia, Mulia, & Berkah
Sedekah Mahabisnis dengan Allah

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #1: Bersedekah perlu keikhlasan, tapi…

Seberapa besar pahala yang kita dapat dan seberapa banyak manfaat yang orang lain peroleh bergantung pada seberapa kita ikhlas. Jangankan bersedekah, terkadang meminjamkan barang ke orang lain saja kita tidak terlalu mudah mengikhlaskan. Ya, ikhlas itu butuh latihan. Dan, bukan waktu yang sebentar untuk melatih keikhlasan itu. Tapi, jangan karena belum bisa ikhlas lantas nggak jadi-jadi bersedekah, lho.

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #2: Bersedekah dengan harta terbaik yang kita punya.

Kita punya hak, lho, untuk menentukan mana harta yang mau kita sedekahkan dan mana yang tidak. Namun, bersedekah dengan harta yang paling baik yang kita miliki itulah yang akan dibalas dengan pahala terbaik oleh Allah. Kenapa? Karena di dalamnya terdapat unsur pengorbanan yang lebih besar. Dengan menyedekahkan harta terbaik milik kita, artinya kita telah sanggup mengalahkan dorongan syahwat kita terhadap dunia.

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #3: Bersedekah pada orang-orang terdekat.

Silaturahmi adalah alasan utama mengapa kita perlu mendahulukan orang-orang terdekat, seperti saudara atau keluarga sebagai penerima sedekah. Selain itu, bersedekah kepada kerabat juga akan memperkecil potensi perpecahan keluarga dan menjaga kehormatan keluarga kita.

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #4: Bersedekah pada waktu-waktu utama.

Ada dua waktu utama yang dianjurkan untuk bersedekah, yakni hari Jumat dan bulan Ramadan. Terutama di bulan suci, sedekah yang kita tunaikan akan terasa berlipat-lipat manfaat dan keberkahannya. Mengapa? Karena umat Islam umumnya sedang banyak kebutuhan.

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #5: Bersedekah secara istiqamah.

Selain ikhlas, kita juga perlu berlatih agar istiqamah. Caranya? Jadwalkan saja kapan baiknya kita bersedekah. Selanjutnya, mengusahakan agar kita memenuhi jadwal tersebut. Mungkin tidak mudah menjalankan hal itu. Namun, semua kembali kepada diri kita. Yang perlu diingat, sekali kita melanggar, seterusnya kita akan melanggar.

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #6: Bersedekah secara sembunyi-sembunyi.

Hal ini memang terkesan sederhana, tetapi nyatanya merahasiakan sedekah bukan perkara mudah. Seperti halnya puasa yang memiliki keistimewaan karena hanya diketahui oleh pelakunya dan Allah saja, bersedekah pun demikian. Kita mungkin tidak dapat penghormatan dan sanjungan, tetapi diam-diam Allah mencatat amal kita dan membalasnya dengan kebaikan yang berlipat ganda.

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #7: Bersedekah untuk kemaslahatan umat secara luas.

Membangun masjid, sekolah, rumah sakit, pondok pesantren, atau membeli ambulance adalah beberapa contoh sedekah untuk kemaslahatan umat. Bersedekah untuk keperluan ini jauh lebih utama ketimbang bersedekah dalam pengertian sebelumnya, sebab yang mendapatkan manfaat adalah orang banyak. Dalam Islam, hal ini sebenarnya adalah wakaf, bukan sedekah. Berbeda dengan sedekah, harta yang diwakafkan tidak akan habis meski digunakan dalam waktu yang lama dan harta wakaf bisa dimanfaatkan oleh orang banyak.

Nah, setelah tahu tujuh cara meraih keajaiban sedekah, yuk segera saja kita mengatur jadwal untuk rutin bersedekah.

***

Panduan Meraih Hidup Bahagia, Mulia, & Berkah karya Achmad Al-Firdaus dan Aliyah Tsuraya memaparkan secara gamblang apa saja yang terkandung di dalam tujuh sunah Rasulullah saw, yaitu menjaga wudhu, Tahajud, istigfar, shalat Subuh berjamaah, membaca Al-Qur’an, shalat Dhuha, dan bersedekah.

WhatsApp chat