Admin Qultum, Author at Qultum Media - Laman 22 dari 82
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
2
archive,paged,author,author-admin-qultum,author-2,paged-22,author-paged-22,wp-theme-stockholm,wp-child-theme-stockholm-child,theme-stockholm,woocommerce-no-js,metaslider-plugin,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,smooth_scroll,wpb-js-composer js-comp-ver-7.4,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-30952

Tips Berbusana Saat Berada di Tanah Suci

Sejumlah saran yang penting untuk diperhatikan oleh jamaah wanita adalah:

1.Mengenakan baju ihram yang menutup aurat, tidak ketat, dan tidak transparan;
2.Memakai kaus kaki yang tidak transparan;
3.Menggunakan manset tangan untuk membantu tertutupnya aurat;
4.Jika haji atau umrah bertepatan dengan musin dingin, sebaiknya gunakan busana dalam yang ketat berupa kaus lengan panjang dan celana panjang untuk menangkal udara dingin;
5.Gunakan panty liner (lampin wanita) untuk memudahkan Anda jika terkena najis;
6.Saat berada di dalam lift, baik di apartemen atau mall, usahakan berombongan.
7.Jangan mudah tergoda jika ada orang Arab memuji atau merayu! Hati-hati dengan orang yang tak dikenal.
8.Jangan membawa perhiasan atau uang yang terlalu banyak saat pergi ke Masjidil Haram.
9.Jangan berdandan terlalu menor. Sebab, hal tersebut bisa mengundang kejahatan.

*diambil dari Doa-Zikir Haji & Umrah yang Dilakukan Rasulullah & Ulama

Tips Belanja Cerdas Saat Berada di Tanah Suci

1.    Catat barang-barang yang ingin Anda beli sejak masih di Tanah Air;
2.    Tukarkan uang rupiah Anda dengan riyal Saudi Arabia di Indonesia. Tapi, jika uang Anda dolar Amerika sebaiknya ditukar di Tanah Suci saja. Perbedaan nilai tukar uang bisa membantu Anda untuk menghemat;
3.    Teliti kembali daftar belanja Anda setelah melakukan survey di Tanah Suci;
4.    Atur jadwal belanja dengan baik agar tidak bertabrakan dengan jadwal kegiatan haji atau umrah;
5.    Pada bulan-bulan haji, barang-barang biasanya cukup mahal. Lakukan tawar-menawar. Apabila pedagang mengatakan ‘kalam akhir’, itu bukan berarti harga sudah tidak bisa ditawar. Terus lakukan penawaran agar Anda mendapatkan harga yang murah! Harga yang ditawarkan para pedagang bisa turun hingga sepertiganya;
6.    Harga barang di Madinah lebih mahal dibandingkan di Mekah. Tapi, untuk buah kurma, harga di Madinah lebih murah dan kualitasnya lebih bagus ketimbang di Mekah;
7.    Pedagang Arab menganggap orang Indonesia suka berbelanja tanpa banyak pertimbangan. Karena itu, harga yang ditawarkan kepada orang Indonesia kadang lebih mahal. Jadi, berhati-hatilah!;
8.    Berbelanjalah secara bergerombol untuk meminta pertimbangan harga dari teman-teman Anda;
9.    Oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman sebenarnya dapat dibeli di Tanah Air, seperti di Pasar Tanah Abang, Jakarta. Belanja oleh-oleh di Tanah Air jauh lebih hemat;
10.    Belilah barang sesuai kebutuhan. Belanja secara berlebihan dilarang oleh agama. Selain itu, kapasitas barang bawaan Anda juga dibatasi hanya sampai 40 kg;
11.    Untuk barang yang harganya mencapai ratusan riyal, tawarlah hingga 50% di bawahnya. Misalnya, jika harga suatu barang 200 riyal, tawarlah 100 atau 90 riyal. Jika harganya hanya puluhan riyal, para pedagang umumnya hanya mengambil untung sedikit;
12.    Barang-barang merek terkenal yang ditawarkan di jalan-jalan dan dibanderol dengan harga murah bisa dipastikan palsu. Misalnya, jam tangan Rado, Rolex, atau semacamnya.
*diambil dari Doa-Zikir Haji & Umrah yang Dilakukan Rasulullah & Ulama

Tips Aman Thawaf dan Mencium Hajar Aswad

Tips Aman Thawaf
1. Jangan sampai terpisah dari rombongan atau pasangan Anda. Jika Anda perempuan, sebaiknya Anda tidak thawaf sendirian;
2. Ikuti arus putaran thawaf, jangan menyeberang karena ingin mendekati Kakbah;
3. Simpan uang dalam kantung yang menempel di badan kita. Usahakan tidak membawa uang dalam jumlah banyak saat thawaf.
Tips Mencium Hajar Aswad
1. Ikuti putaran thawaf dan usahakan setiap putaran Anda semakin mendekati Kakbah;
2. Saat dini hari, jamaah biasanya tidak terlalu banyak. Kesempatan untuk bisa mencium Hajar Aswad pun semakin besar;
3. Tidak usah membayar calo untuk bisa mencium Hajar Aswad, karena hal itu bisa mendatangkan lebih banyak mudarat.

*diambil dari Doa-Zikir Haji & Umrah yang Dilakukan Rasulullah & Ulama

Tips Aman Naik Taksi Saat Berada di Tanah Suci

1.    Pastikan sopir taksi mengerti tempat yang akan Anda tuju. Sebab, sopir kendaraan umum di Tanah Suci berasal dari berbagai bangsa seperti Pakistan, Bangladesh, India dan Birma;
2.    Sepakati dulu ongkosnya. Sekalipun di sana taksi menggunakan argometer, sopir taksi lebih suka sistem borongan;
3.    Untuk taksi tujuan Masjidil Haram, para sopir taksi biasanya menggunakan sistem ‘ramai-ramai’. Maksudnya, satu taksi diisi penumpang banyak dan tidak saling mengenal. Biasanya, sopir taksi meminta ongkos satu atau dua riyal saja;
4.    Pangkalan taksi di Mekah berada sekitar 50 meter dari Masjidil Haram pintu Babul Fahad;
5.    Jika Anda adalah jamaah wanita dan ingin menggunakan taksi, pastikan Anda bepergian bersama mahram. Sebab, di tengah jalan terkadang sopir juga memuat penumpang laki-laki dan duduk bergabung dengan Anda.
6.    Jika Anda bepergian bersama perempuan, misalnya istri atau saudara, dengan menumpang taksi, Anda harus masuk ke dalam taksi lebih dahulu dan keluar belakangan. Sebab, tidak sedikit kasus ketika laki-laki keluar lebih dulu, mahram perempuannya dibawa kabur oleh sopir taksi yang nakal;
7.    Jika Anda ingin berbelanja, bawalah selalu tanda pengenal dan kartu hotel yang Anda tempati. Jika tersesat, Anda dapat menanyakan lokasi tempat tinggal Anda;
8.    Jangan membeli makanan yang kurang cocok dengan perut Anda, terutama mendekati Hari Arafah.

*diambil dari Doa-Zikir Haji & Umrah yang Dilakukan Rasulullah & Ulama

Tips Agar Tidak Tertipu Saat Berada di Tanah Suci

1.   Waspadai orang yang baru Anda kenal dan ingin meminjam handphone atau kamera Anda! Banyak penipu melancarkan aksi dengan modus meminjam barang-barang kita. Mereka biasanya meminjam barang-barang tersebut saat akan melakukan shalat jamaah. Setelah shalat jamaah selesai, mereka sudah menghilang;
2.    Waspadai juga orang yang mengaku kehilangan barang-barang miliknya dan ingin meminjam atau meminta sesuatu dari kita. Modus penipuan seperti ini sudah sering memakan korban;
3.    Jangan memberi uang sepeser pun kepada orang yang baru Anda kenal dan menawarkan diri untuk mengantarkan Anda membeli kebutuhan, misalnya kambing untuk dam atau denda haji. Bisa-bisa ia membawa kabur uang Anda tanpa membawa barang yang Anda pesan.

*diambil dari Doa-Zikir Haji & Umrah yang Dilakukan Rasulullah & Ulama

Tips Agar Tidak Tersesat di Tanah Suci

1. Jangan bepergian sendiri dan jangan lupa mengenakan ciri khas atau seragam haji Indonesia agar kalau tersesat kita bisa dengan mudah ditemukan;
2.Jangan lupa membawa peta atau nomor maktab, agar jika tersesat kita mudah bertanya kepada petugas.
3. Sudah tiba di masjid minimal setengah jam sebelum waktu shalat;
4. Mengingat nomor atau nama pintu masuk;
5. Membawa kantung untuk menyimpan alas kaki dan payung. Bawa saat shalat;
6. Sebelum masuk masjid, buat janji lebih dulu dengan teman Anda di mana akan bertemu jika ingin pulang bersama;
7. Jangan lupa juga untuk membuat janji pukul berapa Anda bertemu dengan teman tersebut;
8. Tempat berkumpul bisa diberi tanda berupa bendera yang mudah dilihat dari kejauhan;
9. Membuat identitas rombongan yang unik, bisa dengan selempang, slayer, atau pita.

*diambil dari Doa-Zikir Haji & Umrah yang Dilakukan Rasulullah & Ulama

Syarat Wajib dan Syarat Sah Haji

Syarat haji terbagi menjadi dua, yaitu syarat wajib dan syarat sah. Syarat wajib haji antara lain:
1.Islam;
2.Baligh (dewasa);
3.Berakal sehat;
4.Merdeka (bukan budak);
5.Mampu.

Sementara itu, syarat sah haji antara lain:
1.Dikerjakan pada waktu-waktu tertentu, yaitu pada bulan Syawal, Dzulqa’dah, dan 10 hari pertama bulan Dzulhijah;

2.Dikerjakan di tempat-tempat tertentu, yaitu Masjidil Haram untuk thawaf, Padang Arafah untuk wukuf, bukit Safa dan Marwa untuk sa’i, Jamarat untuk melempar jumrah, serta Muzdalifah dan Mina untuk mabit;

3.Bagi jamaah haji perempuan, ia harus didampingi suami atau laki-laki yang memiliki hubungan saudara dekat dengannya, mendapat izin suaminya, dan tidak sedang menjalani masa iddah.

*diambil dari Doa-Zikir Haji & Umrah yang Dilakukan Rasulullah & Ulama

Rukun dan Wajib Haji

Rukun haji antara lain:
1.Ihram (niat melaksanakan haji);
2.Wukuf (singgah) di Arafah;
3.Thawaf  (mengelilingi Kakbah) Ifadah;
4.Sa’i (berlari-lari kecil) antara bukit Safa dan Marwa;
5.Tahallul (mencukur sebagian rambut kepala);
6.Tertib atau berurutan dalam mengerjakan rukun-rukun tersebut.

Wajib haji adalah ketentuan-ketentuan yang apabila dilanggar maka haji tetap sah, namun pelakunya wajib membayar dam (denda). Wajib haji antara lain:
1.Ihram (niat menunaikan haji dari Miqat);
2.Mabit (bermalam) di Muzdalifah;
3.Mabit (bermalam) di Mina;
4.Melempar Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah;
5.Thawaf Wada’ (thawaf perpisahan) bagi jamaah yang akan meninggalkan Mekah.

*diambil dari Doa-Zikir Haji & Umrah yang Dilakukan Rasulullah & Ulama

Nasihat Nabi untuk Si Buta

Diriwayatkan dari Utsman bin Hunaif bahwa suatu ketika, ada orang buta yang menemui Nabi Muhammad saw. Ia berkata, “Sesungguhnya aku mendapatkan musibah pada kedua mataku. Berdoalah kepada Allah untuk kesembuhanku.” Mendengar permintaan itu, Nabi saw bersabda,
“Pergilah dan berwudhulah, kemudian shalatlah dua rakaat. Setelah itu, berdoalah (dengan mengucapkan): ALLAAHUMMA INNII AS`ALUKA WA ATAWAJJAHU ILAIKA BINABIYYI MUHAMMADIN NABIYIR RAHMAH. YAA MUHAMMAD, INNII ASTASYFA’U BIKA ‘ALAA RABBII, FII RADDI BASHARI (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon dan menghadap kepada-Mu atas [perintah] Nabiku, Muhammad, Nabi yang menjadi rahmat. Wahai Muhammad, sesungguhnya aku meminta syafa’at kepada Tuhanku dengan dirimu agar Dia mengembalikan penglihatanku).”

Utsman bin Hunaif berkata, “Dalam waktu yang singkat, mata laki-laki itu pulih kembali seakan matanya tak pernah buta.” Kemudian, Rasulullah saw bersabda, “Jika kamu memiliki kebutuhan maka lakukanlah seperti itu (shalat Hajat)!” (HR. Tirmidzi)

*diambil dari The Ultimate Power of Shalat Hajat

Larangan-larangan dalam Haji & Umrah

1.Larangan selama ihram bagi pria:
• Memakai pakaian berjahit;
• Memakai sepatu yang menutup tumit;
• Memakai penutup kepala seperti topi, kecuali jika udara sangat dingin atau ada luka di kepala yang harus diperban sehingga menutupi sebagian kepala atau seluruhnya.

2.Larangan selama ihram bagi wanita:
• Mengenakan kaus tangan;
• Memakai cadar atau masker.

3.Larangan selama ihram bagi pria dan wanita:
• Memakai parfum atau wewangian kecuali yang sudah dipakai sebelum ihram;
• Memotong kuku dan mencukur atau mencabut rambut di badan;
• Memburu binatang buruan darat yang liar dan boleh dimakan;
• Membunuh binatang buruan darat dengan cara apapun, kecuali binatang yang membahayakan dan boleh dibunuh;
• Menikah, menikahkan, atau meminang wanita untuk dinikahi atau dinikahkan;
• Bercumbu atau berhubungan seksual;
• Mencaci, bertengkar, atau mengucapkan kata-kata kotor.

*diambil dari Doa-Zikir Haji & Umrah yang Dilakukan Rasulullah & Ulama