Admin Qultum, Author at Qultum Media - Laman 23 dari 82
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
2
archive,paged,author,author-admin-qultum,author-2,paged-23,author-paged-23,wp-theme-stockholm,wp-child-theme-stockholm-child,theme-stockholm,woocommerce-no-js,metaslider-plugin,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,smooth_scroll,wpb-js-composer js-comp-ver-7.4,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-30952

Keutamaan Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad saw (2)

1. Diampuni segala dosanya. Rasulullah saw bersabda, “Wahai Abu Kahil, barangsiapa mengucapkan shalawat kepadaku setiap hari sebanyak tiga kali dan setiap malam sebanyak tiga kali karena didasari oleh rasa cinta dan rindu kepadaku maka hak bagi Allah untuk mengampuni dosa-dosanya yang diperbuat pada malam dan siang itu.”

2. Memberikan manfaat di alam kubur. Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah seorang hamba mengucapkan shalawat kepadaku melainkan seorang malaikat akan keluar dengan membawa shalawat itu kepada Tuhan Yang Maha Penyayang. Maka, Allah SWT berfirman, ‘Pergilah kalian dengan membawa shalawat itu ke kuburan hamba-Ku agar ia memohonkan ampunan bagi dirinya.”

3. Mendatangkan syafaat. Rasulullah saw bersabda, “Jika kalian mendengar seruan adzan, jawablah seperti apa yang dikatakan, lalu bershalawatlah untukku. Karena barangsiapa yang bershalawat kepadaku sebanyak satu kali, Allah akan memberinya rahmat hingga sepuluh kali. Kemudian, mohonlah wasilah (perantaraan) untukku, karena itu merupakan kedudukan di surga yang tidak diberikan selain kepada para hamba Allah yang diakui. Harapanku, akulah yang mendudukinya. Barangsiapa memohonkan wasilah untukku, ia akan memperoleh syafaatku.”

4.Dicukupi segala kebutuhan. Ubayy bin Ka’ab Al-Anshary ra, berkata, “Jika seperempat malam telah berlalu, Rasulullah saw biasanya bangun seraya berseru, “Hai manusia! Ingatlah kepada Allah, karena hari kiamat pasti akan tiba. Mati dan misteri di balik itu pun akan datang.” Ubay bertanya, “Ya Rasulullah, aku senantiasa membaca shalawat untukmu. Sebaiknya, berapa banyak lagi aku membaca shalawat untukmu? Nabi menjawab, “Terserah kamu.” Ubay bertanya lagi, “Bagaimana kalau seperempat waktu dari setiap hariku?” Nabi menjawab, “Terserah. Jika kamu tambah, itu lebih baik.” Ubay melanjutkan bertanya, “Sepertiga?” Nabi lagi-lagi menjawab, “Terserah. Jika kamu tambah, itu lebih baik.” Ubay kembali bertanya, “Setengah?” Nabi menjawab, “Sesukamu, jika ditambah akan lebih baik.” Ubay bertanya lagi, “Bagaimana jika kutambah dua pertiga?” Nabi menjawab, “Terserah. Jika kamu tambah lebih baik.” Ubay melanjutkan, “Ya Rasulullah, akan kugunakan seluruh hariku untuk bershalawat kepadamu.” Nabi menjawab, “Kalau begitu, keinginanmu akan dicukupi dan dosamu akan diampuni Allah SWT.”

*diambil dari The Ultimate Power of Shalat Hajat

Keutamaan Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad saw (1)

Keutamaan Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad saw (1)

1.Mendapatkan sepuluh rahmat dan keutamaan dari Allah SWT. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mengucapkan shalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak sepuluh kali.”
2.Mendapatkan sepuluh kebaikan dan didoakan oleh Rasulullah saw. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa membaca shalawat kepadaku maka shalawatnya itu akan sampai kepadaku dan aku akan bershalawat kepadanya. Selain itu, akan ditulis sepuluh kebaikan baginya.”
3.Diangkat derajatnya oleh Allah. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa di antara umatku mengucapkan shalawat kepadaku sebanyak satu kali dengan tulus dan ikhlas dari lubuk hatinya, Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak sepuluh kali, mengangkat derajatnya sepuluh tingkat, ditulis baginya sepuluh kebaikan, dan dihapus darinya sepuluh kejelekan.”
4.Didoakan oleh para malaikat. Rasulullah saw bersabda, “Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jum’at, karena sesungguhnya Jibril tadi datang kepadaku untuk menyampaikan firman Tuhannya Azza Wajalla, ‘Tidaklah di atas bumi ini ada seorang muslim yang mengucapkan shalawat kepadamu sebanyak satu kali melainkan Aku dan para malaikat-Ku akan bershalawat kepadanya sebanyak sepuluh kali.”

*diambil dari The Ultimate Power of Shalat Hajat

Keistimewaan Istighfar

Istighfar adalah salah satu ibadah yang mulia dan merupakan cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia juga merupakan zikir yang senantiasa dilakukan oleh para rasul dan kekasih Allah. Di antara beberapa kemuliaan istighfar adalah:
1. Istighfar mencerminkan ketaatan kepada Allah SWT;
2. Allah SWT memuji orang-orang yang gemar membaca istighfar (mustaghfirin).
3. Membaca istighfar selalu dilakukan oleh Nabi Muhammad saw.
4. Istighfar merupakan syiar para nabi Allah. Tidak ada seorang nabi pun yang tidak beristighfar. Mereka juga selalu mengajak umatnya untuk beristighfar. Nabi Adam as dan Hawa as beristighfar atas dosa yang telah mereka perbuat saat berada di surga.
5. Ketika seorang hamba beristighfar, ia akan merasakan betapa hina dan rendah dirinya.
6. Istighfar selalu dibutuhkan oleh hamba-hamba Allah. Sebab, selaku manusia, mereka sering berbuat salah baik pada malam maupun siang hari. Jadi, jika mereka mau beristighfar, Allah pasti akan mengampuni mereka.
7. Dalam istighfar, ada kemaslahatan yang tidak diketahui oleh seorang hamba. Para ulama salaf (klasik) berkata, “Dosa seorang hamba bisa membawanya ke surga, sedangkan ibadah seorang hamba bisa membawanya ke neraka.” Sebagian orang bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Mereka menjawab, “Ketika seorang hamba berbuat dosa dan setiap kali mengingatnya ia menangis, menyesal, dan akhirnya bertaubat seraya beristighfar, tunduk kepada-Nya, dan berusaha melakukan perbuatan baik tanpa mengulangi dosa tersebut, ia akan mendapatkan rahmat-Nya dan masuk surga. Sebaliknya, ketika ia berbuat baik namun kemudian ia riya’ (berhasrat untuk diperhatikan orang lain), sombong, ta’jub (ingin dikagumi orang lain), ia akan mendapat kemurkaan Allah dan akhirnya masuk neraka.”

*diambil dari The Ultimate Power of Shalat Hajat

Hal-hal yang Disunahkan dalam Haji & Umrah

Hal-hal yang Disunahkan dalam Haji & Umrah

1.Mandi sebelum melaksanakan ihram;
2.Mengenakan kain ihram yang baru;
3.Membaca talbiyah berulang-ulang;
4.Melaksanakan thawaf Qudum (thawaf selamat datang);
5.Mengerjakan shalat sunah thawaf sebanyak dua rakaat;
6.Mabit di Mina;
7.Mengerjakan haji Ifrad, yaitu melaksanakan haji terlebih dahulu baru kemudian umrah;
8.Mengerjakan thawaf Wada’, yaitu thawaf perpisahan saat jamaah haji hendak keluar dari Mekah.

*diambil dari Doa-Zikir Haji & Umrah yang Dilakukan Rasulullah & Ulama

Faedah Zikir

Zikir memiliki faedah yang sangat banyak. Ibnul Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya yang berjudul Miatu Faidatin Min Fawaidi Adz-Dzikri menguraikan sekitar 100 buah lebih faedah zikir, di antaranya:

1. Mendatangkan ridha Allah;
2. Menghilangkan kesedihan dan menumbuhkan kebahagiaan di dalam hati;
3. Memperkuat jasmani dan ruhani;
4. Menerangi wajah dan hati;
5. Mempercepat datangnya rezeki;
6. Membuat kita terlihat berwibawa;
7. Mewariskan cinta yang merupakan ruh agama Islam;
8. Mendatangkan kesuksesan;
9. Melahirkan perasaan dekat dengan Allah;
10. Menghidupkan kembali hati yang telah mati;
11. Memberikan ‘makanan’ untuk hati dan ruh;
12. Menghapus kesalahan yang kita lakukan. Zikir termasuk kebaikan yang paling agung, dan setiap kebaikan dapat menghapus keburukan;
13. Memupus sifat kebinatangan yang liar dalam diri;
14. Menyelamatkan diri kita dari azab Allah;
15. Zikir adalah ibadah yang paling mudah namun paling utama dan paling mulia di sisi Allah;

*diambil dari The Ultimate Power of Shalat Hajat

Berkat Shalat Dhuha (2)

Di Kuffah, Irak, ada seorang kuli barang yang namanya cukup terkenal. Orang-orang sangat mempercayainya. Karena sifatnya yang jujur dan terpercaya, para pedagang banyak yang menitipkan barang atau uang kepadanya. Suatu ketika saat sedang dalam perjalanan, ia bertemu dengan seorang laki-laki.
Laki-laki itu bertanya, “Engkau mau ke mana?”
“Aku akan ke kota,” jawab kuli itu.
“Aku juga akan ke sana. Aku bisa saja berjalan kaki bersamamu, tapi bagaimana jika aku menumpang keledaimu dengan ongkos satu dinar?” tanya laki-laki itu. Kuli itu pun setuju.
Ketika sampai di persimpangan jalan, laki-laki itu bertanya, “Jalan manakah yang akan engkau lalui?”
“Jalan besar ini,” jawab kuli itu.
Penumpang itu menyergah, “Jalan yang satu ini lebih dekat dan lebih mudah bagi binatang karena banyak rumput di sana.”
“Aku belum pernah melewati jalan ini,” kata kuli itu.
“Aku sering melewatinya,” sahut si penumpang.
“Baiklah, kalau begitu,” jawab si kuli.
Mereka akhirnya melalui jalan itu. Beberapa lama kemudian, mereka tiba di sebuah hutan yang banyak terdapat mayat manusia. Tiba-tiba, penumpang tadi melompat dari keledai yang ditungganginya dan mengeluarkan pedang dari balik punggungnya untuk membunuh kuli tadi.
“Jangan!” teriak kuli itu, “ambillah keledai dan semua barangnya, tetapi jangan bunuh aku.”
Laki-laki itu tidak memedulikan tawaran tersebut. Ia bahkan bersumpah akan membunuhnya dan mengambil semua barangnya. Kuli tersebut ketakutan, namun si laki-laki penumpang tidak peduli sama sekali. Akhirnya, kuli itu berkata, “Baiklah, izinkan aku mengerjakan shalat dua rakaat untuk terakhir kalinya.”
Sambil tertawa, penumpang itu mengabulkan permintaan kuli tersebut. “Silakan saja! kata penumpang itu, “mereka yang telah mati ini pun juga meminta hal yang sama kepadaku sebelum kubunuh, tapi shalat mereka ternyata tidak menolong sedikit pun.”
Kuli itu segera melaksanakan shalat. Akan tetapi, setelah membaca Surat Al-Fatihah, ia tidak dapat mengingat satu surat pun untuk dibaca. Sementara itu, penumpang tersebut menunggu sambil terus berteriak, “Cepat, selesaikan shalatmu!”
Tanpa sengaja, sambil menangis, kuli itu membaca ayat berikut.
“Atau, siapakah yang memperkenankan do’a orang yang ada dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan…” (QS. An-Naml [27]: 62)
Setelah membaca ayat itu, tiba-tiba muncul seorang penunggang kuda dengan topi yang terbuat dari besi. Ia datang dan menikam tubuh penumpang tersebut hingga mati. Di tempat mayat penumpang itu terkapar, tiba-tiba muncul kobaran api.
Kuli itu langsung bersujud syukur ke hadirat Allah SWT. Ia lalu berlari ke arah penunggang kuda tersebut dan bertanya, “Siapakah engkau dan bagaimanakah engkau datang?”
Ia menjawab, “Aku adalah hamba dari ayat yang kau baca tadi. Sekarang, kau aman dan bisa pergi ke mana pun sesukamu.” Setelah berkata demikian, orang itu menghilang.

*diambil dari The Ultimate Power of Shalat Hajat

Berkat Shalat Hajat (1)

Dalam kitab Abjadul ‘Ulumil Wasyi Al-Marqum fi Bayani Ahwalil ‘Ulum karya Shadiq bin Hasan Al-Qanuji, disebutkan suatu riwayat dari Hasan. Anas berkata, “Ada seorang pedagang laki-laki yang dipanggil dengan nama Abu Mughlaq. Ia adalah sahabat Nabi Muhammad saw dari kaum Anshar. Ia mengembara ke berbagai pelosok negeri untuk berdagang, baik berdagang barang miliknya sendiri maupun milik persekutuan. Ia adalah orang yang taat beribadah dan selalu menjaga dirinya untuk tidak memakan barang subhat (tidak jelas hukumnya) apalagi haram.
Suatu ketika, Abu Mughlaq keluar rumah dan bertemu dengan seorang perampok yang bertopeng dan bersenjata. Perampok itu berkata kepadanya, “Letakkan apa yang kamu bawa, aku akan membunuhmu!”
Abu Mughlaq menjawab, “Kenapa kau ingin membunuhku? Ambil saja hartaku sesukamu.”
“Kalau harta, aku sudah punya. Aku hanya menginginkan nyawamu,” kata perampok itu.
Abu Mughlaq menjawab, “Jika kamu bersikukuh demikian, izinkan aku mengerjakan shalat empat rakaat.”
“Lakukan saja!” kata si perampok. Abu Mughlaq pun berwudhu dan shalat empat rakaat. Saat melakukan sujud yang terakhir, ia berdoa,
“Wahai Dzat Yang Maha Pecinta, wahai yang memiliki ‘Arsy yang mulia, wahai yang melaksanakan apa yang Engkau inginkan, aku memohon kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu yang tidak dilemparkan dan kerajaan yang tidak dihimpunkan dan dengan cahaya-Mu yang meliputi rukun ‘Arsy-Mu, cegahlah kejahatan pencuri ini. Wahai Dzat Yang Maha Penolong, tolonglah aku.”
Saat itu, secara tiba-tiba muncul seorang penunggang kuda yang memegang tombak yang diletakkan di antara kedua telinga kudanya. Penunggang kuda itu lalu mendatangi si perampok dan menikamnya hingga mati. Penunggang kuda itu lalu menemui pedagang yang taat beribadah tersebut dan berkata, “Berdirilah!”
Dengan keheranan, pedagang itu bertanya, “Demi bapak dan ibumu, siapakah kau? Allah menyelamatkanku dengan perantaraanmu hari ini.”
Penunggang kuda itu menjawab, “Aku adalah malaikat penghuni langit keempat. Ketika kau memanjatkan doamu yang pertama, aku mendengar pintu langit bergemuruh. Ketika kau memanjatkan doamu yang kedua, aku mendengar penghuni langit gaduh. Ketika kau memanjatkan doamu yang ketiga maka disampaikan kepadaku, “Ini adalah doa orang yang sedang dalam kesusahan. Aku lalu memohon kepada Allah agar mewakilkanku untuk membunuh perampok itu.”
Hasan berkata, “Barangsiapa berwudhu, lalu mengerjakan shalat empat rakaat dan memanjatkan doa di atas maka doa itu akan dikabulkan baginya, baik ia sedang dalam kesulitan maupun tidak.”

*diambil dari The Ultimate Power of Shalat Hajat

Adab Berdoa dan Berzikir

Dalam memanjatkan doa kepada Allah SWT atau membaca zikir haji dan umrah, hendaknya kita mengikuti beberapa adab berikut ini.

1.Tidak mengonsumsi makanan atau minuman yang diharamkan;
2.Memanjatkan doa atau membaca zikir dengan hati yang ikhlas;
3.Sangat dianjurkan mengerjakan shalat terlebih dahulu, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Darda` bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa berwudhu dengan baik, mengerjakan shalat dua rakaat, lalu berdoa, Allah SWT akan memperhatikan permintaannya. Dia akan mengabulkannya dengan segera atau menundanya.”;
4. Khusyu’, konsentrasi, dan tenang;
5. Merendahkan suara dan berharap sepenuh hati doa kita dikabulkan;
6. Mengulang doa atau zikir beberapa kali dan tidak berputus asa;
7. Tidak berdoa untuk melakukan perbuatan dosa.

*diambil dari Doa-Zikir Haji & Umrah yang Dilakukan Rasulullah & Ulama

Wanita yang Tak Pernah Haid

Fatimah Az-Zahra, siapalah yang tidak mengenalnya. Putri Rasulullah, salah satu wanita yang telah dijanjikan masuk surga, istri dari Ali bin Abi Thalib, dan ibu dari Hasan dan Husain. Fatimah adalah potret wanita sederhana, sabar, dan pemberani. Ia adalah satu-satunya perempuan yang tidak pernah meninggalkan kewajiban shalat fardhu dan puasa Ramadhan, begitu pula dengan ibadah sunah lainnya.

Berbeda dengan wanita biasa yang mengalami masa haid, Fatimah tidak pernah mengalami haid sehingga dalam kehidupannya, ia tidak pernah absen melakukan kewajiban-kewajiban agamanya. Keistimewaan ini (tidak haid) bukan karena penyakit, melainkan salah satu mukjizat Rasulullah saw.

Keistimewaan ini menjadikan Rasulullah memberikan gelar khusus pada Fatimah, yaitu Al-Batul (salah satu maknanya adalah “orang suci”). Aisyah berkata bahwa Rasulullah saw bersabda,  “Ketika aku diperjalankan ke langit, aku dimasukkan ke surga, lalu berhenti di sebuah pohon dari pohon-pohon surga. Aku tidak melihat yang lebih indah dari pohon yang satu itu, daunnya paling putih, buahnya paling harum. Kemudian, aku mendapatkan buahnya, lalu aku makan. Buah itu menjadi nuthfah di sulbiku. Setelah aku sampai di bumi, aku berhubungan dengan Khadijah, kemudian ia mengandung Fatimah. Setelah itu, setiap aku rindu aroma surga, aku menciumi Fatimah.” (Tafsir Ad-Durrul Mantsur tentang surat Al-Isra’: 1; Mustadrak Ash-Shahihayn 3: 156)

Tips Bangun Pagi Bagi Wanita Haid

Bangun pagi merupakan kewajiban, baik untuk para murid yang bersekolah pagi, untuk para pegawai kantor, untuk para ibu rumah tangga agar dapat menyiapkan sarapan bagi keluarganya, terutama untuk umat Islam karena kita berkewajiban untuk mendirikan shalat subuh. Biasanya, wanita yang sedang mengalami haid, akan cenderung bermalas-malasan untuk bangun pagi. Toh, mereka sedang berhalangan dan tidak boleh shalat subuh. Maka, alibi ini pun ditasbihkan sebagai legalitas untuk bangun siang.

Kondisi haid bukan berarti saatnya kita bermalasan. Justru pada ‘saat libur’ ini kita pergunakan sebaik mungkin untuk men-charge iman kita. Nah, langkah kecilnya adalah dengan tetap bangun pagi, beraktivitas seperti biasa, dan ganti ibadah subuh kita dengan perbanyak zikir. Yuk, bangun pagi! Berikut ini beberapa tip agar dapat bangun pagi.

•    Jangan tidur terlalu malam. Salah satu penyebab utama kita tidak dapat bangun pagi adalah karena kita tidur terlalu malam atau bahkan terlalu pagi. Biasakan untuk lekas tidur, jangan melakukan kegiatan yang tidak perlu di atas jam 9 malam.
•    Berolahraga secara rutin. Berolahraga secara rutin akan membuat tubuh kita lebih cepat lelah pada malam hari dan membuat kita lebih mudah tertidur. Oleh karena itu, kita dapat bangun lebih cepat pada pagi harinya.
•    Tentukanlah jam berapa Anda ingin bangun. Sebelum Anda tidur, tentukanlah secara spesifik pada jam berapa Anda ingin bangun. Jika kita tidak menentukan waktu untuk bangun secara spesifik, akan mudah sekali bagi kita untuk tertidur kembali saat kita bangun dan menunda jam bangun kita.
•    Setel alarm. Menyetel alarm sering kali tidak terlalu membantu untuk kita dapat bangun pagi. Alasannya, saat alarm kita berbunyi, sering kali kita mematikan alarm tersebut dan tertidur lagi. Hal tersebut dapat diatasi dengan cara menyimpan alarm di tempat yang tidak dapat dijangkau dari tempat tidur kita. Usahakanlah agar alarm tersebut ditempatkan di dekat pintu agar kita dapat segera keluar setelah mendengar alarm tersebut.
•    Segera cuci muka atau mandi setelah bangun dan jangan tidur kembali. Segera setelah kita bangun usahakanlah agar kita segera mencuci muka kita atau mandi saja sekalian dan jangan tidur kembali.