Admin Qultum, Author at Qultum Media - Laman 28 dari 82
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
2
archive,paged,author,author-admin-qultum,author-2,paged-28,author-paged-28,wp-theme-stockholm,wp-child-theme-stockholm-child,theme-stockholm,woocommerce-no-js,metaslider-plugin,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,smooth_scroll,wpb-js-composer js-comp-ver-7.4,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-30952
uji-intel

Dua Cara Menguji Intelejensi Anak Muslim

uji-intelBanyak cara yang bisa dilakukan untuk menguji tingkat intelejensi anak. Dua di antaranya seperti yang dituliskan Djafar TM-Rifamole dalam buku 2 in 1 Uji Intelejensi Anak Muslim Melalui Huruf Al-Qur’an & Angka Arab 1–30.

READ MORE

Membuka_Pintu_Keberuntungan

Rahasia Hari dan Bulan dalam Menuai Berkah

Membuka_Pintu_KeberuntunganBanyak mitos yang berkembang di masyarakat yang masih dipercaya dari hari-hari tertentu. Mitos ini, baik berkaitan dengan kesialan maupun dengan keberuntungan. Mitos ini rata-rata berhubungan dengan hal gaib sehingga memiliki daya magis yang tinggi. Anehnya, sekalipun mitos ini tidak pernah terbukti kebenarannya, tapi masyarakat tetap berusaha menjaganya untuk selalu ditaati.

READ MORE

The_Science_of_Shalat

Hikmah Shalat Menurut Sains dan Al-Qur`an

The_Science_of_ShalatMungkin sebagian dari Anda pernah bertanya-tanya, mengapa shalat harus dikerjakan sebanyak lima kali dalam sehari semalam dan kenapa sebaiknya dilakukan di awal waktu? Jawaban pertanyaan itu sangat terkait dengan rahasia di balik waktu-waktu di mana kita diperintahkan untuk mengerjakan shalat-shalat tersebut. Rahasia itu terungkap berdasarkan beberapa penelitian dan pengamatan para pakar di bidangnya.

READ MORE

The_Science_of_Shalat

Hikmah Shalat Menurut Sains dan Al-Qur`an

The_Science_of_ShalatMungkin sebagian dari Anda pernah bertanya-tanya, mengapa shalat harus dikerjakan sebanyak lima kali dalam sehari semalam dan kenapa sebaiknya dilakukan di awal waktu? Jawaban pertanyaan itu sangat terkait dengan rahasia di balik waktu-waktu di mana kita diperintahkan untuk mengerjakan shalat-shalat tersebut. Rahasia itu terungkap berdasarkan beberapa penelitian dan pengamatan para pakar di bidangnya.

 

Setiap peralihan waktu shalat, sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan energi alam yang dapat diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang akrab dengan dunia fotografi.

Pada waktu subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam fisiologi, tiroid memiliki pengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh manusia. Warna biru muda juga memunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rezeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur pulas pada waktu subuh akan menghadapi masalah rezeki dan komunikasi. Hal ini terjadi karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika ruh dan jasad masih tertidur. Pada saat adzan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkat optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu rukuk dan sujud.




Ketika memasuki waktu zhuhur, warna alam menguning dan berpengaruh terhadap perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga memiliki pengaruh terhadap hati. Di samping itu, warna kuning juga memunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi, mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan shalat zhuhur berulang-ulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaannya serta berkurang keceriaannya.

Saat ashar, warna alam berubah menjadi oranye. Hal ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kondisi prostat, uterus, ovary, testis, dan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga bisa memengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang kerap tertinggal waktu ashar akan menurun daya kreativitasnya. Di samping itu, organ-organ reproduksi juga akan kehilangan energi positif dari warna alam tersebut.

Menjelang maghrib, warna alam berubah menjadi merah. Pada waktu itu, kita kerap mendengar nasihat orang-orang tua agar kita tidak berada di luar rumah. Nasihat tersebut ada benarnya karena saat maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini, jin dan iblis amat bertenaga karena mereka beresonansi atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang berada dalam perjalanan sebainya berhenti sejenak dan mengerjakan shalat maghrib. Hal itu lebih baik dan lebih aman karena pada waktu ini banyak interferens atau tumpang tindihnya dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan dapat menimbulkan fatamorgana yang dapat merusak penglihatan kita.

Sedangkan ketika waktu isya’, alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu isya’ menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang kerap ketinggalan waktu isya’ akan sering merasa gelisah. Ketika alam diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan jiwa dan raga. Dengan tidur waktu itu, kondisi jiwa kita berada pada gelombang delta dengan frekuensi di bawah 4 Hz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu istirahat.

Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu, dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan frekuensi kelenjar pineal (otak kecil), kelenjar pituitary (bawah otak), thalamus, dan hypothalamus. Maka, kita sepatutnya bangun dari tidur pada waktu ini dan mengerjakan shalat malam.

Demikian sebagian kecil dari penjelasan Prof. Riset. DR. Ir. H. Osly Rachman, MS. dalam bukunya, “The Science of Shalat”. Ia menguraikannya secara luas tentang lautan hikmah shalat menurut ilmu pengetahuan atau sains. Bahkan, lebih jauh lagi ia mengupas shalat laksana sebagai suatu kesatuan utuh antara kesehatan, ibadah, rezeki, psikologi, dan lain sebagainya. Tentu nilai manfaat yang terkandung di dalam shalat ini jika diaplikasikan, tidak hanya akan mengantarkan seseorang menuju ketakwaan, tapi juga bisa menggapai hidup yang paripurna dan bahagia.

Buku terbitan QultumMedia ini dibuka dengan penjelasan untuk apa kita shalat, mukjizat shalat dari segi waktu dan jumlah rakaat, korelasi ajaib antara waktu shalat dan energi alam, mukjizat shalat subuh, shalat tahajud sebagai antistres, dan antinyeri sendi dengan shalat dhuha.

Lebih lanjut lagi, penulis menjelaskan tentang rahasia dan hikmah wudhu menurut aspek kesehatan, filosofi kiblat dan cara menentukannya secara mudah dengan garis matahari. Kemudian, dilanjutkan dengan aplikasi gerakan shalat sebagai terapi kesehatan yang dimulai dari berdiri, rukuk,hingga salam yang dilengkapi dengan keutamaan khusyuk dan menggapainya dalam shalat.

Pada tiga bagian akhir, dijelaskan tentang keagungan Allah pada ruang tanpa batas dari takbir hingga big bang theory, aspek keutamaan, hukum, zikir, dan merengkuh kesempurnaan shalat berjamaah, serta merambah jalan menuju shalat yang dititi dengan memelihara shalat.




Mukjizat_Angka_di_Dalam_Alquran

Rahasia Angka di Dalam Al-Qur`an

Mukjizat_Angka_di_Dalam_AlquranSeluruh material di dunia ini terhubung dengan angka, karena berdasarkan kalkulasi dari sebuah penciptaan dan korelasi. Karenanya, matematika menjadi ilmu yang sangat penting dalam ilmu pengetahuan. Tanpa matematika, kita tidak bisa membuat kalkulasi dalam berbagai bidang, seperti kimia, fisika, arsitektur, teknik, dan pemprograman komputer.

READ MORE

The_Paradise_Journeys

Cerita Indah Traveler Menyusuri Asia, Eropa, dan Amerika

The_Paradise_JourneysSeorang musafir, Fakhrudin Al-Raziy, pernah mengungkapkan bahwa perjalanan wisata memiliki dampak yang sangat besar dalam rangka menyempurnakan jiwa manusia. Ketika mendapat kesulitan, ia dapat mendidik jiwanya untuk bersabar. Bahkan, ia bisa menemukan orang-orang terkemuka sehingga bisa mendapatkan sesuatu dari mereka hal-hal yang tidak dimilikinya. Selain itu, ia juga dapat menyaksikan aneka ragam perbedaan ciptaan Allah. Maka, perjalanan wisata memiliki dampak yang kuat dalam kehidupan beragama seseorang. READ MORE

JanganLukaiIbumu

Telaga Kehidupan dari Sang Ibu

JanganLukaiIbumuRasulullah saw bersabada, “Ridhanya Allah, (karena) ridhanya kedua orangtua.” Demikian besarnya keutamaan yang diberikan Allah SWT kepada seorang orangtua sehingga menyamakan keridhaan-Nya dengan keridhaan mereka. Bahkan, dalam sambungan haditsnya di atas terdapat pula kalimat “Murkanya Allah, (karena) murkanya keduaorangtua.” Telah banyak kisah dan sejarah membuktikan akan hal ini.

READ MORE

juzamma0011

Mengaji Secara Baik dan Benar dengan Juz ‘Amma

juzamma0011Mengaji Al-Qur`an diperlukan media yang tepat untuk menghasilkan proses bacaan yang baik dan benar. Mulai dari ketebalan, bentuk, dan jarak antarhuruf, hingga jenis kertas. Jika huruf terlalu tebal kemungkinan mata juga tidak akan nyaman melihatnya, karena terkadang bisa mengaburkan tanda baca dan titik. Begitu pula jika terlalu tipis, mata tidak akan leluasa melihatnya sehingga harus membacanya dengan jarak dekat dan membutuhkan cahaya yang terang.

READ MORE

juzamma0011

Mengaji Secara Baik dan Benar dengan Juz ‘Amma

juzamma0011Mengaji Al-Qur`an diperlukan media yang tepat untuk menghasilkan proses bacaan yang baik dan benar. Mulai dari ketebalan, bentuk, dan jarak antarhuruf, hingga jenis kertas. Jika huruf terlalu tebal kemungkinan mata juga tidak akan nyaman melihatnya, karena terkadang bisa mengaburkan tanda baca dan titik. Begitu pula jika terlalu tipis, mata tidak akan leluasa melihatnya sehingga harus membacanya dengan jarak dekat dan membutuhkan cahaya yang terang.

READ MORE

CaraMudahBenarMembagiHartaWarisan

Teknik Menghitung Warisan Secara Tepat dan Mudah

 

CaraMudahBenarMembagiHartaWarisanHukum waris dan pembagiannya di dalam Islam memiliki aspek keadilan paling substansial. Bentuk keadilan dalam hukum waris Islam tidak bergantung pada jenis kelamin, tapi pada substansinya. Keadilannya terletak pada keseimbangan antara hak dan kewajiban atau antara keperluan dan kegunaan. Di dalam surat An-Nisa1 ayat 11 dan 12, baik laki-laki maupun perempuan mendapatkan hak yang sama. READ MORE