agung, Author at Qultum Media - Laman 3 dari 6
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
7
archive,paged,author,author-agung,author-7,paged-3,author-paged-3,wp-theme-stockholm,wp-child-theme-stockholm-child,theme-stockholm,woocommerce-no-js,metaslider-plugin,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,smooth_scroll,wpb-js-composer js-comp-ver-7.4,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-30952

Aji Nur Afifah: Cerita-cerita Perjalanan

Cerita #1

 

Hidup memang nggak selamanya seperti yang kita mau. Kadang ada masanya kita kecewa sekali. Sampai nggak tahu lagi mau marah ke siapa. Marah ke Tuhan? Kok, kurang ajar. Akhirnya kita cuma ngadu dan ngadu.

Nangis sejadinya. Nggak berkata-kata, cuma nangis aja.

Tapi, diam-diam kita berdoa. Memohon agar semuanya lekas usai. Memohon agar kuat menghadapi ini semua. Memohon banyakkkk sekali, tapi intinya agar rasa kecewa ini diangkat, dicabut seakar-akarnya.

Permohonan-permohonan itu kita teriakkan lantang saat senyap. Yang mengerti hanya kita dan Tuhan. Nggak perlu orang lain. Rasanya cukup Tuhan saja. Karena … kita tidak mau lagi kecewa dengan respon orang lain atas kita. Cukup …



Saat itu, sebenarnya yang kita perlu cuma didengarkan. Dan kembali, di saat semuanya tampak tak mau mendengar, lagi-lagi ada Tuhan yang tanpa diminta pun sudah mau mendengar.

Tuhan mungkin sedang ingin menunjukkan, kalau kita ini makhluk yang lemah. Yang tidak ada apa-apanya, apalagi diberi masalah berat sedikit. Tuhan mungkin sedang rindu dijadikan nomer satu, dijadikan segala-galanya.

Tuhan mungkin benar-benar rindu. Selama ini kita terlalu jauh. Selama ini kita tak benar-benar bicara dengan hati. Selama ini kita terlampau asyik dengan urusan-urusan kita, bahkan kadang mengatasnamakan-Nya, tapi nyatanya tak setulus karena-Nya …

Di balik kekecewaan kita ini, Tuhan ingin kita mendekat … Tuhan sedang bilang pelan-pelan pada kita:

“Ada Aku … Ingat, ada Aku.”

***

 

Cerita #2

 

Menurut saya, kemantapan hati itu perjalanan spiritual tersendiri bagi masing-masing individu. Susah ditakar. Susah pula dideskripsikan.

Kalau mantap, ya, insyaAllah mau bagaimana sikonnya mantap melangkah. Begitupun kalau ragu … adaa saja yang buat enggan.

Masalah kemantapan hati sebelum menikah akhir-akhir ini, masyaAllah, lumayan banyak yang mengirim ask dan DM ke saya dengan berbagai macam kasus yang berbeda.

Tapi …

Jawaban saya sama, general, masing-masing hati nampaknya lebih tahu. Saya nggak bisa kasih saran macam-macam, selain istikharah.

Perbanyak dialog dengan Yang Maha Memiliki Kuasa Atas Hati. InsyaAllah masing-masing orang akan menemukan jawaban masing-masing.

Toh, kadang sebenarnya kita sudah punya jawabannya … dan hanya butuh dikuatkan.

Maka, jika kebutuhan itu adalah dikuatkan, atau butuh masukan, dengarkanlah saran dari yang begitu menyayangimu. Yang ridhanya masih kamu cari: orangtuamu.



Karena jawaban istikharah tidak melulu dari mimpi. Bisa juga restu kedua orangtua.

***

 

Cerita #3

 

Aku selalu suka mendengarkan dia bercerita, tentang petualangannya mendaki gunung, mulai dari berjuang menabung untuk beli sepatu, sampai ia yang sempat terperosok saat turun.

Seakan-akan aku ikut di belakangnya, dia menggandengku sampai ke puncak.

Ceritanya yang detail membuatku ingin bersorak setiap ada kejadian seru, seperti saat makan bersama dengan perbekalan yang tersisa, bagaimana membangun tenda, sampai segala upaya yang dia lakukan saat kedinginan.

“Kalau sudah mendaki, nggak boleh sok-sok nggak enakan sama rombongan. Kalau sakit ya bilang, kalau ada yang capek juga nggak boleh egois –kita berhenti dulu, istirahat.”

Bagi aku yang terhalang sakit ini, menjadi pendengar setia ceritanya saja sudah suatu kebahagiaan.

Aku bisa menikmati gunung demi gunung lewat langkahnya, lewat sudut pandangnya, lewat semua keindahan yang terekam di memorinya.

Aku tidak jadi marah, karena Tuhan tidak izinkan aku mendaki ke atas.

Setelah waktu mempertemukanku dengan mas-mas pendaki ini, aku jadi paham,

kisahnya adalah penawar sakitku –atas harap menghirup aroma khas pepohonan, ranu yang terngiang dalam bayangan, dan puncak yang selalu ingin kuraih.

Aku sudah mendapatkannya sepaket.

Ada padanya.

 

–Aji Nur Afifah, penulis “Melangkah Searah”

 

***

 

Menapaki kehidupan rumah tangga ibarat menempuh sebuah perjalanan. Kadang kita menemui jalan yang lurus, berliku, menanjak, atau menurun. Kadang bergelombang dan terjal, tapi kadang sangat mulus dan mudah dilalui.

Selama beberapa tahun Aji Nur Afifah menuliskan pengalaman rumah tangganya di www.ajinurafifah.tumblr.com dan awal tahun ini, alhamdulillah, ia telah merampungkan naskahnya yang berjudul Melangkah Searah dan diterbitkan oleh Qultummedia.

Buku ini bisa Pembaca dapatkan secara online di republikfiksi.com, Gramedia.com dan toko buku online yang lain, atau secara offline di Gramedia, Gunung Agung, TM Bookstore, dan toko buku offline yang lainnya. 

 

*Sumber foto: freepik.com

fitrah kebaikan

Mengapa Perlu Berdamai dengan Diri Sendiri?

Tak ada orang yang ingin hatinya patah. Tapi, tak ada yang bisa memastikan hal tersebut tak menghampiri hidupnya. Sebagai manusia yang bisa terpuruk oleh kesedihan, kita berusaha untuk menghindar darinya.

Dalam hidup ini, kita tak bisa lepas dari cinta. Pada saat yang sama, kita juga tak ingin ditinggal oleh orang yang kita cintai.

Kenyataan kadang berpihak pada kita, tapi kadang tidak. Meski kita ingin terus bersama orang yang kita cintai, kita tak bisa memaksanya menetap di sisi kita. Sebab, tiap orang berhak memilih tinggal bersama siapa.

Saat kita mulai mencintai seseorang, kita cenderung mengorbankan apa yang kita miliki. Tak terkecuali waktu dan tenaga.

Entah berapa banyak surat ditulis, novel diterbitkan, dan film-film digarap untuk menceritakan pengorbanan manusia atas nama cinta. Ini termasuk cerita-cerita dramatis dan mengaduk-aduk perasaan, seperti pengorbanan yang ternyata dikhianati.

Bayangkan tokoh utama dalam cerita-cerita itu adalah kita. Kita pasti merasakan sedih yang mendalam. Mungkin air mata akan menjadi teman paling setia yang menemani hari-hari kita.

Kita akan terbayang semua kenangan tentang orang yang kita cintai itu. Tempat-tempat yang pernah kita kunjungi atau waktu-waktu yang pernah kita lewati.



Apa pun yang berkaitan dengan orang tersebut akan menjelma bayang-bayang di benak kita.

Pada saat seperti itu, kita akan mencari orang terdekat untuk berbagi. Sayangnya, tak semua orang punya waktu untuk mendengarkan kita.

Kita mengerti. Orang lain ‘kan punya urusan yang juga harus diselesaikan. Dan, bukan mustahil mereka pun merasakan hal yang sama dengan kita.

Namun setelah semuanya berakhir, setelah tak seorang pun mau mendengar isi hati kita, kita akan ingat satu hal: Allah. Tuhan yang selalu bersama kita, walau kadang kita melupakan-Nya.

Akhirnya, kita sadar pada apa yang kita lakukan. Kekecewaan lahir bukan karena ulah orang lain, tapi karena kita yang terlalu berharap pada mereka.

Pada malam-malam yang panjang kita merenung. Menceritakan apa yang kita alami dalam doa.

Perlahan, luka yang menggores hati kita Allah sembuhkan. Kekecewaan yang kita terima memudar. Dan patah hati yang kita alami bukan lagi masalah hidup dan mati –itu hanya soal ego kita yang tak terima dengan fakta terbesar dalam hidup, yakni siapa pun yang tercipta bernyawa suatu saat akan pergi.

Kita telah menemukan jawaban dari apa yang kita cari. Dan seusai lelah dengan perasaan sendiri, kita akan sadar bahwa saat cinta membuat kita lupa pada-Nya maka tinggal menunggu hari kekecewaan akan menyapa kita.

***

Seperti benda lain yang bisa rusak, hati yang patah juga tak mudah dipulihkan. Tapi ajaibnya, meski berkali-kali mengalami kejadian yang membuatnya terluka, hati bisa sembuh seperti sedia kala. Sebagian orang berkata itu sebab kerelaan pemiliknya, sebagian yang lain mengatakan itu hanya soal waktu.

Patah mungkin bisa dihindari. Tapi tak seorang pun bisa menjamin hatinya selalu aman darinya. Itu sebabnya, tak perlu menunggu hati patah untuk tahu cara berdamai dengannya. Persis seperti yang dikatakan penulis buku ini, Desiani Yudha, berdamai adalah satu-satunya cara bagi hati yang patah untuk melanjutkan hidup.

Buku Berdamai dengan Patah Hati terbit pada Desember 2018. Saat ini Pembaca sudah bisa mendapatkannya di Gramedia, Gunung Agung, dan toko offline atau online yang lain. Secara berkala, penulis buku ini menyapa pembacanya di akun Instagram pribadinya, @desianiyudha.

*Sumber foto: freepik.com

perempuan di dalam al-quran

Bingkisan Kasih Rasulullah untuk Para Pencintanya

Pertemuan bisa mengubah sudut pandang kita. Dari pertemuan pula bisa tumbuh rasa suka. Tak jarang cinta bersemi karena sebuah pertemuan, meski hanya sesaat.

***

 

Sering kita mendengar orang-orang yang memutuskan hidup bersama pasangannya karena cinta. Mereka bilang, cinta adalah segalanya. Cinta dapat membangkitkan semangat hidup, juga mempermudah mereka meraih mimpi.

Tapi, seperti banyak hal lain dalam hidup, rasa yang mereka agung-agungkan itu lambat laun memudar.

Pelan tapi pasti, kata-kata manis yang mengiringi keseharian mereka memudar. Bahkan lebih tak terduga lagi, ada saat-saat mereka lupa pernah saling mencintai.

Pengorbanan yang pernah mereka lakukan tinggal kenangan. Sebab sebagian orang berpaling pada sosok yang baru. Sebagian yang lain menghabiskan waktunya untuk kebahagiaan dirinya sendiri.

 

Mengapa Cinta Bisa Tumbuh?

 

Pernahkah kita bertanya, apa alasan cinta tumbuh dan bersemi?

Sementara orang berkata kalau paras adalah jawabannya. Pandangan membuka hati untuk menumbuhkan rasa. Nyatanya, kecantikan atau ketampanan tidak bertahan selamanya. Artinya, apakah cinta itu harus layu dan mengering tatkala kecantikan atau ketampanan memudar?



Mereka yang tak sependapat berkata bahwa itu disebabkan oleh sifat baik. Benarkah? Seperti banyak hal lain yang sifatnya sementara, bukankah sifat juga bisa berubah? Karena trauma, misalnya, atau lingkungan yang baru. Lagipula, semakin kita mengenal seseorang, kita akan tahu baik dan buruk di balik perangainya.

Sering kita melihat cinta tak dapat disatukan, bukan karena sifat pasangan yang buruk tapi kebutuhan ekonomi yang tak memadai. Apa artinya harta memang jawaban teka-teki ini? Lagi dan lagi, kekayaan pun dapat habis, bukan? Lagipula, kalau cinta hanya muncul karena harta, bagaimana nasib orang yang papa?

Cinta lebih dari itu semua. Ada sesuatu yang lebih masuk akal sebagai alasan berseminya cinta.

 

Cinta Meniscayakan Pertemuan?

 

Teman-teman, pernah disukai atau dicintai seseorang? Bagaimana rasanya?

Seperti orang lain pada umumnya, ketika dicintai seseorang, kita akan mencari tahu segala hal tentang orang tersebut. Kita mungkin juga akan bertanya-tanya alasan orang tersebut mencintai kita.

Bagi kita, tak ada cinta tanpa ada pertemuan.

Meski begitu, cinta yang tanpa pertemuan itu, yang seakan “tak beralasan” itu, pernah ada. Bersemi di hati seseorang yang bukan hanya jauh tempatnya tapi juga jauh masa hidupnya dengan kita.

Ia sangat mencintai kita. Dan seperti lazimnya seorang pencinta, sepanjang hidupnya ia selalu memikirkan kita.

Baginya, cinta tak mengenal batas: Tak ada tempat yang cukup jauh dan masa yang terlalu lama untuk memisahkan. Baginya, mengasihi tak harus bertemu. Itu sebabnya, di pengujung usianya pun ia memohonkan ampunan untuk kita.

Ia adalah Muhammad. Seseorang yang terhimpun di dalam dirinya segala kebaikan. Sosok yang tak pantas diragukan lagi kemuliaan akhlaknya. Sosok yang cintanya pada kita sangat sempurna.

Kasih sayang yang tumbuh di hatinya begitu mendalam, sehingga tak ada satu pun yang bisa menghalangi cintanya. Termasuk jarak dan waktu.

Ia adalah sebaik-baik teladan. Bukan akhlaknya saja yang mulia, cintanya pun menjadi pelajaran bagi kita. Dalam mengasihi seseorang melebihi dirinya sendiri.

Semua pengorbanan telah ia lakukan. Dengan itu ia membuktikan pada kita, siapa sosok yang sempurna dalam menebarkan cinta.

 

***

 

Keteladanan Rasulullah menjadi topik pembicaraan yang melintasi masa. Puluhan –kalau bukan ratusan– buku ditulis tentangnya. Namanya abadi dalam benak pengikutnya, yang dibisikkan, didendangkan, dan disanjung-puji melalui kata-kata yang indah.



Buku ini adalah salah satu karya terbaru Arif Rahman Lubis yang juga merekam keteladanan Rasulullah itu. Di dalamnya kita akan menemukan mutiara tak ternilai tentang keindahan akhlaknya –yang dikagumi bukan hanya oleh pengikutnya yang setia tapi juga musuh-musuhnya yang kejam, dan bagaimana kita, sebagai generasi muda, mencontoh tindak-langkah Sang Utusan.

Buku Teladan Rasul sudah dirilis Maret ini. Pembaca sudah bisa mendapatkannya di toko buku, online dan offline, di seluruh Indonesia. Komunikasi seputar buku ini juga bisa dilakukan dengan penulisnya melalui Instagram @arifrahman.lubis atau Twitter @arifrahmanlubis.

 

*Sumber foto: pixabay.com

salat tahajud amal utama

Ternyata Obat Antistress Itu Ada Dalam Sujud Kita

Tiap orang pernah punya masalah. Masalah itu kadang datang dari diri sendiri, keluarga, atau orang lain. Banyaknya masalah kadang memperkeruh pikiran dan membuatnya stress. Kita pun dibuat bingung bagaimana meredakannya. Tanpa kita sadari, jawaban bagi pertanyaan itu sangat dekat dengan keseharian kita.

***

Sejak anak-anak kita sudah biasa bersujud. Tujuh belas kali dalam sehari kita menundukkan diri pada Allah, melepaskan semua keangkuhan dan kesombongan yang kita miliki. Saat mengungkapkan penghambaan tersebut, kita dituntut untuk ikhlas, tidak mengharapkan apa pun darinya.

Meski begitu, Allah punya balasan bagi ketulusan hati kita.

Shalat dan Rahasia di Balik Gerakan Sujud

Hidup kadang membuat kita stress. Banyaknya masalah menjadikan kita ingin mengeluh. Tapi, jika kita dekat dengan Allah, hidup akan terasa jauh lebih ringan.

Shalat dapat menenangkan pikiran kita. Membuat kita melupakan masalah untuk sementara. Terlebih saat sujud, kita akan menghiraukan hal yang membebani kita.

Mengapa sujud membuat pikiran kita terasa lega?

Keistimewaan sujud sudah diteliti oleh berbagai pakar kesehatan. Tak terkecuali Dr. dr. H. Sagiran, Sp. B (K) KL., M. Kes. Beliau merupakan pendiri dan penanggungjawab bidang kesehatan Yayasan Nur Hidayah dan Staf Pengajar Bagian Anatomi FK UMY.

Dalam buku Mukjizat Gerakan Shalat yang ia tulis, dikatakan “Dari sudut pandang medis, gerakan sujud sangat unik. Sujud adalah satu-satunya posisi saat otak lebih rendah dari jantung, yang dikerjakan tanpa harus menjungkirbalikkan tubuh.”

Saat  bersujud, kita akan merasakan tarikan di tulang belakang daerah punggung. Hal itu disebabkan gravitasi karena pergeseran titik berat batang tubuh. Saat sujud terjadi gerakan anti kompresi alias peregangan.

Pada waktu sujud, kepala berada pada posisi paling rendah. Posisi yang menyebabkan darah yang membawa banyak zat yang dibutuhkan otak relatif banyak mengalir ke bagian tersebut.

 

Apa yang Terjadi Saat Kita Bersujud?

Dikutip dari Tribunnews, Prof. Taruna yang merupakan pakar neurosains, mengatakan bahwa struktur otak manusia begitu kompleks. Otak terdiri dari 100 miliar sel. Dalam setiap sel neuron otak, ada sekitar 10.000 koneksi (sinapsis).

Sinapsis-sinapsis tersebut butuh pasokan nutrisi dan oksigen. Dalam hal ini, darah berperan untuk mengantarkannya pada otak. Nah, dengan bersujud otak kita akan terisi oleh asupan nutrisi dan oksigen yang cukup.

Peredaran darah sangat berpengaruh terhadap daya pikir kita. Sebab itu, ada baiknya kita melakukan sujud dengan tuma’ninah, agar darah di otak tercukupi. Hal itulah yang membuat pikiran kita terasa ‘plong’.

Salat yang dikerjakan dengan khusyu juga akan memberikan banyak manfaat. Selain Allah menjanjikan pahala yang besar, ada hal baik lain yang akan kita dapat. Termasuk ketenangan bagi pikiran kita.

Allah selalu menyelipkan hikmah di balik perintah-Nya. Banyak mukjizat gerakan shalat yang belum kita ketahui. Kita mesti bersyukur. Dan salah satu syukur yang bisa kita lakukan adalah dengan mengerjakan shalat.

 

*Sumber foto: pixabay.com

perempuan teduh saleha

Perempuan Teduh: Sebab Hati Mereka Adalah Rumah

Perempuan teduh menenangkan hati dan menyejukkan suasana.

Lewat kelembutan tuturnya, amarah dapat berubah menjadi cinta. Lewat kesejukan hatinya, kekecewaan berganti menjadi senyuman.

Nasihat ibu dapat mengubah suasana buah hatinya. Padahal, sang ayah telah berusaha menghentikan tangis anak tersebut.

Wajah perempuan bisa meneduhkan pandangan suaminya. Seusai lelah bekerja, semua itu tergantikan dengan sambutan hangat di rumah. Tiap lelah terbayarkan karena hadirnya perempuan yang ia cintai.

Mereka menjadikan rasa malu sebagai mahkotanya. Tak semua orang boleh memandang dan mendekatinya. Mereka tahu bahwa ia adalah makhluk terhormat, yang harus menjaga dirinya untuk taat.

Perempuan teduh selalu menjaga yang Allah titipkan. Sebab, ia tahu itu adalah hal yang berharga. Ia tak ingin lepas amanah, bahkan sampai mengecewakan penciptanya.

Tentang Fitrah Perempuan

Tak ada yang lebih membuka hati perempuan selain cinta. Kadang cinta membuat perempuan tak tahu harus ke mana. Tak jarang juga cinta memalingkan perempuan dari fitrahnya.

Hati perempuan adalah rumah. Tak sembarang orang bisa tinggal di dalamnya. Ia akan memastikan rumahnya selalu nyaman.

Perempuan seharusnya menjadikan rumah itu teduh. Dapat menaungi orang-orang yang ia kasihi. Menjadi pelindung orang-orang yang ia cintai.

Tak ada yang ingin rumahnya diganggu. Perempuan mesti menyadari itu. Jika ada yang ingin membuka rumahnya, ia harus tahu siapa yang mengetuknya. Ia mesti memastikan di rumahnya hanya terisi orang-orang baik.

Hati perempuan mudah terbolak-balik. Hanya Allah yang bisa mengendalikan hati tersebut. Sudah seharusnya ia memohon untuk itu.

Perempuan teduh takkan bisa hidup jauh dari Allah. Sebab, hanya Allah yang bisa meneduhkan hatinya. Hanya Allah yang tahu luka yang ia miliki, tanpa-Nya luka itu takkan bisa terobati.

Perempuan teduh hanya punya satu tujuan. Meraih ridha Allah merupakan hal yang utama. Semua perjuangan untuk menjaga kehormatan, semua ditujukan untuk meraih ridha Allah semata.

Sampai kapan pun, ia tak bisa jauh dari Sang Pencipta. Ia mengerti untuk apa ia diciptakan; Beribadah pada Allah.

***

Semua yang terkait dengan tulisan di atas, sudah dimuat dengan rapi dalam buku Perempuan Teduh karya @haruntsaqif. Penulis buku tersebut telah menggambarkan perempuan dan keteduhan yang dimilikinya.

Buku Perempuan Teduh bisa dipesan secara online. Perihal caranya bisa dilihat di akun instagram @qultummedia.

 

*Sumber foto: pixabay.com

Kepastian yang Diharapkan, Janji-janji yang Diberikan

Perempuan teduh adalah anugerah bagi semesta, tapi perihal cinta mereka enggan bercanda.

Perempuan mana pun sulit melupakan orang yang ia cintai. Dan meski cintanya tak berbalas, ia akan memendam rasa yang dimilikinya itu. Pada beberapa perempuan, memendam cinta bisa berlangsung hingga waktu yang tak sebentar. Dan entah bagaimana, ia sanggup melakukannya.

Mungkin karena itu juga, hati perempuan mudah luluh. Jika diberi perhatian lebih, perasaannya mudah goyah. Sebagian perempuan mungkin akan menyangkal. Tapi, bukan rahasia jika perempuan mudah memikirkan orang yang memberinya perhatian.

Segalanya mungkin bermula dari titik ini. Termasuk di antaranya cinta yang tumbuh di hatinya.

          Baca juga: Perempuan Teduh: Sebab Hati Mereka Adalah Rumah

Setiap perempuan ingin dijaga. Tak heran, ia butuh sandaran dalam hidupnya. Tapi, tepat pada bagian inilah perempuan dituntut untuk peka. Sebab, melabuhkan cinta pada orang yang salah akan bisa membuatnya kecewa.

Terkadang, cinta memang menjadi ujian. Cinta dapat membawa pada hal-hal yang tak Allah inginkan. Itulah mengapa perempuan mesti pandai menjaga diri.



Bagaimanapun keindahannya bukan untuk sembarang lelaki.

Di antara banyak hal yang bisa kita bicarakan tentang perempuan, kepastian adalah salah satu hal terpenting baginya. Ya, perempuan tak ingin menunggu. Ia butuh kepastian. Hanya, kadang perempuan merasa butuh kepastian di waktu yang kurang tepat. Sebab, ketika kepastian itu diberikan saat mereka belum siap merawat cinta, yang terjadi adalah sebuah musibah.

Kekecewaan. Berapa sering kita mendengarnya?

Perempuan, sebagaimana halnya laki-laki, harus berpikir matang. Bagaimana kondisi hari ini dan yang akan datang. Ia, sekali lagi seperti halnya laki-laki, mesti berpikir dewasa.

Bahwa di kepalanya terdapat mahkota tak terlihat yang melambangkan kehormatannya.

Allah menitipkan padanya hal-hal yang berharga. Termasuk cinta. Kita tahu, sesuatu yang Allah titipkan mesti dijaga dengan baik. Bila ada yang lepas dari perempuan, akan ada kemuliaan darinya yang memudar.

Sumber kecewa adalah berharap pada manusia. Setiap perempuan harus mengerti bahwa ia kuat berjalan sendiri. Ia bisa. Memang, ada masa ia harus kuat menghadapi cobaan. Tanpa lelaki di sampingnya. Tanpa pasangan dalam hidupnya.

          Baca juga: Perempuan Teduh: Tentang Kehormatan Wanita

Perempuan memang butuh lelaki untuk menjaganya. Tapi, itu butuh tahapan. Harus ada hal yang dijalaninya sebelum memasuki jenjang baru itu. Jika tak ada persiapan, kekecewaanlah yang ia dapatkan.

Tak ada yang mengetahui isi hati perempuan kecuali dirinya sendiri. Tentang rasa yang ia pendam atau cinta yang ia rahasia. Hati perempuan tercipta dari kelembutan. Mudah terbuka, mudah terluka.

Selama tak ada yang pasti, perempuan tak salah jika terus menutup hatinya. Ada saatnya lebih baik dijauhi dibanding merasakan patah hati. Bukankah demikian?

Patah hati bukan hal yang mudah disembuhkan. Kita semua sepakat. Perlu waktu dan tenaga untuk memulihkannya.

Perempuan bisa menghindari luka, tapi ia tak mudah melupakan siapa yang telah menorehkannya.

***

Perempuan adalah makhluk kepastian. Segala yang masih kabur, tak tentu, serbamungkin, akan dihindarinya.



Tak sulit memahaminya melakukan hal itu. Di balik ketidakpastian, bagaimanapun, terkandung banyak hal yang bisa membuatnya jatuh kecewa. Dan perempuan mana pun, mungkin, kenyang dengan pengalaman ini. Pengalaman-pengalaman itulah yang semakin menguatkan hati mereka untuk hanya memilih “yang pasti-pasti”.

Buku Perempuan Teduh karya @haruntsaqif menjelaskan tentang perempuan impian di mata lelaki dan masalah-masalah yang umumnya ia temui, termasuk dan terutama sekali: cinta. Penulis menggunakan banyak metafor untuk mengungkapkan gagasan-gagasannya terkait perempuan. Pembaca akan menemukan betapa kemudahan memahami uraian di dalam buku ini bisa dilakukan setarikan nafas dengan menikmati pilihan katanya yang puitis.

 

*Sumber foto: pixabay.com

perempuan teduh wanita saleha

Perempuan Teduh: Tentang Kehormatan Wanita

Perempuan teduh adalah anugerah dari Allah Taala.

Ada banyak hal yang Allah titipkan padanya. Salah satunya adalah kehormatan.

Perempuan diberi amanah yang berat. Ia diwajibkan merawat diri dan menjaga kehormatan.

Bagi perempuan, itu adalah suatu hal yang harus dijaga. Memang tak mudah, tapi justru itulah letak kemuliaannya. Siapa pun yang bisa menjaga diri dan kehormatannya, Allah akan memberi balasan yang mulia.

Perempuan dibaluti rasa malu. Malu ketika melanggar perintah Allah, juga saat mengabaikan kemuliaan dirinya. Kadang perempuan lupa bahwa ia berharga. Kadang lupa bahwa Allah memuliakannya.

Paras cantik dan suara yang lembut memang ujian. Tidak mudah menjaga keduanya. Terlebih, sebagian perempuan mudah takluk. Saat diberi perhatian, ia bisa terbawa perasaan.

Anugerah Allah Punya Alasan

Allah memberi anugerah tersebut bukan tanpa alasan. Saat perempuan bisa menjaga yang dititipkan, justru itu sebuah kemuliaan baginya. Seberapa berat ujian yang ia terima, berbanding lurus dengan pahala yang diberikan padanya.

Kemuliaan perempuan bukan dari parasnya. Kecantikan pasti memudar. Keindahan yang melekat pada tubuhnya tidak bertahan lama. Seiring usia bertambah, kecantikan itu semakin tak tampak di wajahnya.




Kemuliaan itu terletak pada hatinya. Hati yang jernih akan membuatnya terus menjaga diri. Hati yang bersih senantiasa mendekatkan dia pada Allah. Kecantikan hati akan terkenang sampai ia menutup usia. Bahkan membuat orang-orang membicarakan kebaikannya.

Hati perempuan begitu lembut. Mudah terbawa suasana. Hal itulah yang membuatnya sulit dijaga.

Jika perempuan berhasil menjaganya, hatinya akan menuntun dia pada arah yang lebih baik. Hatinya takkan ingin berbuat yang salah, karena hendak menjaga apa yang dititipkan oleh-Nya.

Perempuan harus terhormat. Hendaknya ia menjaga diri, karena kecantikannya bukan sesuatu yang bisa sembarang orang nikmati.

Allah memuliakan perempuan. Dengan menjaga aurat, ia telah meringankan dosa ayahnya. Dengan merawat diri, ia telah menjaga pandangan laki-laki. Bagaimana perempuan tidak mulia, sedangkan surga ada di bawah telapak kakinya.

***

Kemuliaan perempuan tertulis dalam buku Perempuan Teduh karya @haruntsaqif. Buku tersebut membahas perempuan dan fitrah yang Allah berikan padanya. Penulis memaparkan kemuliaan perempuan satu persatu. Ditambah dengan ilustrasi cerita, Perempuan Teduh semakin layak untuk dibaca.

Buku Perempuan Teduh bisa dipesan secara online. Informasi bisa didapatkan akun instagram @qultummedia.

Tentang buku Perempuan Teduh, lihat di sini.

 

*Sumber foto: pixabay.com

Siapa Pun Tak Mudah untuk Menerima Kepergiannya

Kau harus menerima kenyataan bahwa dia telah pergi. Tak perlu menyesalinya. Jika dia memang baik untukmu, Allah akan membuatnya dekat denganmu.

Dia tak punya kewajiban menyatukan kalian hari ini. Sebab Dia tahu waktu yang paling baik untuk kalian. Allah hanya sedang memisahkan. Sementara.

Tak ada larangan untukmu merawat cinta. Asal cinta itu menuntunmu semakin dekat pada-Nya.

Baca juga: Tentang Kepergiannya: Mengapa Kau Harus Kecewa?

Kalaupun bukan dia yang terbaik, Allah punya cara untuk menjaga jarakmu dengannya. Dan Dia akan menggunakan cara yang paling halus. Yang bisa kau terima, tanpa perlu mengeluh pada-Nya.

Tak perlu menyesal.

Takdirmu sudah Allah gariskan. Entah kelak seperti apa. Yang pasti, itu akan menjadi jalan terbaik untukmu. Mungkin juga untuknya.

Penyesalan hanya akan menambah sedihmu. Sampai-sampai kau berpikir seandainya dan seandainya. Hingga lupa Allah penulis cerita yang paling sempurna.

Penyesalan takkan membuat lukamu pergi. Sebaliknya, ia akan membuatnya menetap lebih lama.

Semakin kau memikirkan kesalahanmu, semakin kau tak punya waktu untuk mengingat-Nya.

Berdoalah. Hadirkan Allah di hatimu. Seharusnya cinta yang Dia beri tak menjauhkanmu dari-Nya. Jadi, sekarang Dia hanya ingin mengembalikan jalanmu. Dari jalan yang menghadirkan luka menuju jalan yang dicintai-Nya.

Baca juga: Relakan, Agar Cinta Sejatimu Segera Datang

Ikutilah jalan yang Allah hadiahkan itu. Tak semua orang mendapatkan anugerah yang Dia beri padamu. Bersyukurlah, karena Dia tak ingin kau terjerumus dalam cinta yang salah.

Ceritakan semua dalam doamu. Ungkapkan perasaan yang menyesakkan dadamu. Mempersempit kebahagiaanmu. Dan mengurangi prasangka baikmu. Ceritakan. Allah akan mendengarnya.

Hapus penyesalan yang menghambat langkahmu. Sebab satu langkah ke depan lebih baik daripada beribu-ribu penyesalan.

Pilihan ada di tanganmu. Jika kau tak bisa melupakan dia yang kau cintai, adukan pada Allah. Bertanyalah bagaimana caranya. Seperti apa baiknya.

Cintamu pada-Nya harus lebih besar daripada cintamu padanya.



Jangan sampai cinta yang seharusnya menjadi fitrah, justru membuatmu semakin jauh dari-Nya. Jangan sampai.

***

Persoalan dalam hidup bisa datang kapan saja. Kita sering tidak bisa mengatur apalagi menghindarinya. Dan, satu di antara persoalan-persoalan itu adalah soal … kehilangan orang terkasih.

Klise, mungkin. Tapi masalah tetap masalah, dan karena itu tetap harus kita selesaikan.

Siapa pun tak ingin kekasihnya pergi. Tapi, kenyataan sering tak bisa diajak kerjasama. Sebesar apa pun cinta kita, seluas apa pun perhatian kita, ketika sesuatu itu harus terlepas, tak ada yang bisa kita lakukan.



Kita tentu tak sedang baik-baik saja. Tapi bagaimanapun, kita tetap harus melanjutkan hidup. Seperti dikatakan penulis buku I’m Not Fine ini.

Buku yang baru kami rilis pada bulan Maret ini sudah tersedia di toko buku; menunggu dihampiri dan dibaca. Direnungkan dan dijadikan teman setia, saat seseorang beranjak dari sisimu.

Selamat membaca!

 

Sumber foto: pixabay.com

tak usah kecewa terlalu lama

Tentang Kepergiannya: Mengapa Kau Harus Kecewa?

Relakanlah.

Tak perlu bersedih karena dia meninggalkanmu. Sejatinya, Allah ingin mengajarimu kesucian cinta. Dia tak rela perasaanmu dipermainkan orang yang salah.

Sadarilah, Allah sedang menyelamatkanmu. Dia tak ingin kau mengenal cinta dengan cara yang tak diridhai-Nya.

Mari renungkan pertanyaan ini: mengapa cinta yang kau punya berakhir dengan kecewa? Bukankah itu artinya ada yang perlu dibenahi? Bukankah harusnya cinta itu justru membahagiakanmu?

Baca juga:
Cinta Lebih Membutuhkan Keikhlasan Dibanding Pengorbanan
Relakan, Agar Cinta Sejatimu Segera Datang

Supaya kau tak larut dalam kesedihan, Allah memberi jarak antara dirimu dengan orang yang kau cintai. Bukan Dia melarangmu menyimpan perasaan padanya. Allah hanya ingin menuntunmu bagaimana merawatnya.

Kepergian memang menyakitkan. Terlebih, ditinggal orang yang kita cintai. Tapi, selalu ada hikmah di balik apa yang kita alami.

Hikmah akan menghentikan langkah kita pada apa yang kita senangi. Tapi, membuat hati tak merasakan luka yang lebih dalam lagi.

Orang yang menjauh darimu tak lebih mencintaimu dibandingkan Allah. Allah akan melakukan apa pun yang terbaik untukmu. Meski mungkin saat patah, kau menganggap perlakuan-Nya sama sekali tak adil.

Hidupmu tak berhenti di hari ini. Tapi jika kau kecewa hari ini, bagaimana kau akan melangkah menuju masa depan?

Bangkitlah!

Hapus kesedihanmu. Raih tujuan yang ingin kau gapai. Jangan biarkan cinta yang salah membuatmu menghentikan langkah.

Allah selalu ada untukmu. Walau kau tak menyadarinya, tiap peristiwa yang kau alami tak terjadi kecuali atas kehendak-Nya. Dia tak menghendaki sesuatu yang buruk terjadi padamu.

Tegakkan kepalamu. Masih banyak mimpi yang harus kau ubah menjadi nyata. Masih ada orang-orang yang harus kau bahagiakan.

Tumbuhkan cinta pada Yang benar-benar mencintaimu. Yang selalu ada di saat kau putus asa. Yang tak pernah pergi ketika kau punya masalah. Yang setia menemanimu di setiap langkah.

Percayalah, Allah tak mungkin mengecewakanmu. Tugasmu adalah berprasangka baik pada-Nya. Selebihnya biar Allah yang mengatur. Dan kau akan bahagia setelahnya.

 

*Sumber foto: pixabay.com

doa memperlancar rezeki

7 Doa Mustajab untuk Menarik Rezeki

Doa adalah kebutuhan manusia. Tanpanya kita mustahil bisa mendekatkan diri pada Allah. Sebab, doa adalah sarana untuk berinteraksi dengan-Nya.

Dengan doa hubungan kita dengan Allah semakin erat. Karena doa menjadikan kita lebih sering bercerita tentang apa yang kita rasakan. Manis dan pahitnya hidup semua bisa kita tuangkan.

Baca juga:
1. Ingin Rezeki Melimpah dan Berkah? Ini Kuncinya
2. Doa-doa Ini Akan Membuat Kita Dikejar-kejar Rezeki

Allah Mahakaya. Dia yang paling sayang di antara yang lain. Allah suka ketika ada hamba yang meminta. Sebab hamba tersebut menjadikan Dia sebagai sandaran hidup. Bukan yang lain.

Tapi, Allah tak serta-merta mengabulkan doa. Dia ingin kita berjuang dulu. Melewati cobaan yang diberikan-Nya. Jika berhasil Dia akan memberikan apa pun yang terbaik untuk kita.



Perjuangan dan doa tak bisa dipisahkan. Keduanya harus beriringan. Kita tak bisa mengabaikan salah satunya.

Tanpa doa, kita akan ‘kehilangan’ Allah. Itulah kehilangan terbesar. Jika Allah mengabaikan kita, hidup tiada artinya. Kita hanya menjalankan sesuatu yang kita cintai, tidak ada keridhaan Allah di dalamnya.

Sementara tanpa perjuangan, impian yang kita inginkan mustahil terwujud. Semua yang kita harapkan akan menjadi nyata bila kita bersungguh-sungguh mengejarnya. Salah satu bukti kesungguhan itu: berjuang dan berdoa.

Nah, untuk mewujudkan harapan kita dalam mencari rezeki yang melimpah dan berkah, doa-doa ini perlu kita baca.

1. Doa Agar Diberi Kelancaran Rezeki

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَ عَطَائِكَ رِزْقًا طَيِّبًا مُبَارَكًا

 

ALLOOHUMMA INNII AS-ALUKA MIN FADHLIKA WA ‘ATHOO-IKA RIZQON THOYYIBAN MUBAAROKAN.

“Ya Allah, dengan karunia dan anugerah-Mu, aku meminta rezeki yang baik lagi diberkahi.” (HR. Thabrani)

2. Doa Saat Belum Mampu Membayar Hutang

اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَ أَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

 

ALLOOHUMMAKFINII BI HALAALIKA ‘AN HAROOMIKA WA AGHNINII BIFADHLIKA ‘AMMAN SIWAAKA.

“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan barang yang halal hingga aku tidak butuh kepada yang haram dan cukupkanlah aku dengan keutamaan-Mu hingga aku tidak butuh kepada selain-Mu.” (HR. Turmudzi)

3. Doa Memohon Perlindungan dari Kemiskinan

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْفَقْرِ وَ الْفَاقَةِ، وَ الْقِلَّةِ وَ الذِّلَّةِ، وَ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ

 

ALLOOHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MINAL FAQRI WAL FAAQOH, WAL QILLAH WADZ DZILLAH, WA A’UUDZU BIKA AN ADZLIMA AW UDZLAMA.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kekurangan, kehinaan, dan aku berlindung kepada-Mu dari melakukan kezaliman dan dizalimi.” (HR. Baihaqi)

4. Doa untuk Mencapai Target Pekerjaan

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِي آخِرَهُ وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِمَهُ وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ لِقَائِكَ

 

ALLOOHUMMAJ’AL KHOYRO ‘UMRII AAKHIROHU WAKHOYRO ‘AMALII KHOWAATIMAHU WAKHOYRO AYYAAMII YAWMA LIQOO-IKA.

“Ya Allah, jadikanlah sebaik-baiknya umurku pada ujungnya dan sebaik-baik amalku adalah pada ujung akhirnya, dan sebaik-baik hariku adalah pada saat aku menemui-Mu.”

5. Doa Ketika Pendapatan Menurun

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

 



LAA ILAAHA ILLALLOOHUL ‘AZIIM. LAA ILAAHA ILLALLOOHU ROBBUL’ARSYIL ‘AZHIIM. LAA ILAAHA ILLALLOOHU ROBBUS SAMAAWAATI WAROBBUL ARDHI WAROBBUL ‘ARSYIL KARIIM.

“Tiada tuhan selain Allah, Zat Yang Maha Agung dan Maha Penyantun. Tiada tuhan selain Allah. Rabb Arsy yang agung. Tiada Tuhan selain Allah. Rabb langit, bumi, dan arsy yang mulia.”

6. Doa untuk Membuka Pintu Rezeki

اَللَّهُمَّ يَاغَنِيُّ يَامُغْنِيْ أَغْنِنِيْ غِنًى أَبَدًا وَيَا عَزِيْزُ يَا مُعِزُّ أَعِزَّنِيْ بِإِعْزَازِ عِزَّةِ قُدْرَتِكَ وَيَا مُيَسِّرَ اْلأُمُوْرِ يَسِّرْ لِي أُمُوْرَ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ يَا خَيْرَ مَنْ يُرْجَى يَا اَللهُ

 

ALLOOHUMMA YAA GHONIYYU YAA MUGHNII AGHNINII GHINAN ABADAA, WA YAA ‘AZIIZU YAA MU’IZZU A’IZZANII BI I’ZAAZI ‘IZZATI QUDROTIKA, WA YAA MUYASSIROL UMUURI YASSIR LII UMUUROD DUN-YAA WAD DIINNI, YAA KHOIRO MAN YURJAA, YAA ALLOOH.

“Ya Allah, Dzat Yang Mahakaya dan memberikan kekayaan, berilah kekayaan yang abadi kepadaku. Wahai Dzat Yang Mahamulia dan yang memberikan kemuliaan, berilah kemuliaan kepadaku dengan kemuliaan kekuasaan-Mu. Wahai Dzat yang mempermudah semua urusan, berilah kemudahan kepadaku di dalam semua urusan dunia dan agama, wahai Dzat yang paling diharapkan, ya Allah.”

7. Doa agar Allah Menambah Rezeki Keluarga

اَللَّهُمَّ زِدْنَا وَلاَ تَنْقُصْنَا وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُوْهِنَا وَأَعْطِنَا وَلاَ تَحْرِمْنَا وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرُ عَلَيْنَا وَأَرْضِنَا وَارْضَ عَنَّا

 

ALLOOHUMMA ZIDNAA WA LAA TANQUSHNAA WA AKRIMNAA WA LAA TUUHINAA WA A’THINAA WA LAA TAHRIMNAA WA AATSIRNAA WA LAA TU’TSIRU ‘ALAINAA WA ARDHINAA WARDHO ‘ANNAA.

“Ya Allah, tambahkan rezeki kepada kami, jangan Engkau kurangi. Muliakanlah kami dan  janganlah Engkau hinakan kami. Berilah kami dan janganlah Engkau halangi kami. Pilihlah kami dan janganlah Engkau tinggalkan kami, dan janganlah Engkau cegah kami.”

 

Sumber foto: pixabay.com