adab Archives - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
719
archive,tag,tag-adab,tag-719,theme-stockholm,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,no_animation_on_touch,wpb-js-composer js-comp-ver-4.11.1,vc_responsive
sosial media harus menjadi ladang pahala, bukan ladang dosa

Sosial Media: Bagaimana Kita Mendapatkan Pahala darinya?

Sosial media bisa menjadi ladang pahala, bisa juga menjadi ladang dosa. Pilihannya ada pada kita: bagaimana kita memanfaatkannya.

Jika kita punya keterbatasan dalam memposting kebaikan, lebih baik tahan jari untuk memposting atau mengomentari hal-hal yang tak bermanfaat. Bukan hanya sia-sia, pahala kita pun bisa berkurang karenanya.

Di dunia maya sekali pun, kita harus menjaga perkataan yang tak selayaknya ditulis. Menjaga kesopanan di dunia maya sama dengan di dunia nyata. Mungkin malah lebih sulit di dunia maya, karena kita tak langsung bertemu dengan lawan bicara kita.

Jika teman kita memposting suatu kebaikan, tak perlu langsung menuduhnya riya. Bukankah sangat mungkin ia bertujuan untuk mendapatkan pahala dari apa yang mampu ia lakukan?

Justru ketika ada postingan kebaikan, mari kita renungkan. Jika kita tak bisa berbagi kebaikan, lakukanlah kebaikan dari apa yang teman-teman kita sudah bagikan. Tetaplah berbaik sangka, sebab Allah menyukainya.

Sebelum kita mengomentari sesuatu, seharusnya kita pahami dulu apa yang ingin kita komentari. Jika hal tersebut memang sesuatu yang harus diperbaiki, silakan berkomentar dengan bahasa yang sopan dan tak menyakiti hati.

Kalau kita berkomentar dengan cara yang tak baik, banyak sekali kerugian yang akan kita dapatkan. Pertama, komentar yang sia-sia akan mengurangi pahala. Kedua, orang lain akan berprasangka yang tak baik pada kita.

Bukankah kita tak ingin mendapatkan keduanya?

Mari gunakan sosial media dengan bijak. Jika belum bisa menebar kebaikan, tak perlu berulah dengan keburukan. Tahan emosi dan perasaan, semoga Allah senantiasa menjaga kita dari apa yang tak diridhai-Nya.

Bukankah kita semua ingin masuk surga? Dan, bukankah surga hanya dipenuhi oleh orang-orang baik lagi bersih hatinya?

Gunakanlah sosial media dengan cara yang baik. Tak perlu ada pertikaian di dalamnya, sebab Islam memerintahkan kita untuk cinta perdamaian.

Di Dunia Maya Pun Kita Harus Santun Berkata-kata

Santun berkata-kata di dunia maya sama pentingnya dengan di dunia nyata.

Kita sering memikirkan kebaikan apa yang bisa kita bagikan di dunia maya, tapi lupa untuk menjaga sikap santun saat menyampaikannya.

Kita adalah makhluk yang dianugerahi oleh Allah perasaan yang berbeda-beda. Ada orang yang mudah marah, ada yang sangat sabar dalam menangani masalah. Ada yang mudah mengontrol emosi, ada yang sulit untuk menjaganya.

Kita tak dilarang untuk mengomentari tulisan apa pun di dunia maya. Tapi agar tak melukai hati sesama, sudah sepatutnya kita memperhatikan adab di dalamnya. Salah satunya adalah bersikap santun.

Informasi di dunia maya tak bisa dicegah. Entah fakta atau rekayasa, semuanya ada. Karena itu, kita harus pandai memilah mana yang benar dan mana yang salah.

Jika ada postingan yang tak kita sukai, jangan langsung terbawa emosi. Karena kalau sedang marah, biasanya hati kita tak bisa berpikir panjang untuk melakukan apa yang seharusnya.

Kalau amarah atau emosi sudah menguasai diri kita, akibatnya tak sepele. Mungkin kita akan mengeluarkan kata yang tak seharusnya ditulis. Terlebih di dunia maya, kita tak tahu tujuan seseorang memposting hal yang tak kita sukai.

Coba teliti ulang, apakah benar informasi yang kita baca. Jika memang tak sesuai, ingatkan pengunggahnya dengan cara yang santun. Menjaga hati seseorang lebih utama daripada meluapkan perasaan yang kita punya.

Kita tak perlu melukai hati sesama. Sebagaimana kita tak ingin ada yang melukai hati kita, sudah sepatutnya kita menjaga perasaan orang lain walaupun berbeda pendapat dengan kita.

Dunia maya bisa menjadi ladang amal untuk kita. Kita bisa menambah pahala dengannya. Karena, siapa yang memberi tahu suatu kebaikan, ia akan mendapat pahala yang sama dengan pelakunya, tanpa mengurangi pahala orang yang melakukannya.

Mari lebih bijak saat berinteraksi di dunia maya. Selagi bisa menambah pahala, kenapa harus kita gunakan untuk menguranginya?