kajian islam Archives - Laman 11 dari 56 - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
516
archive,paged,category,category-kajian-islam,category-516,paged-11,category-paged-11,wp-theme-stockholm,wp-child-theme-stockholm-child,theme-stockholm,woocommerce-no-js,metaslider-plugin,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-7.4,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-30952
rezeki kita harus dijemput

Rezeki Tak Terbendung dengan Istiqamah Shalat Dhuha

Rezeki tak seperti operasi bilangan yang hasilnya pasti. Itu sebabnya, untuk mencari rezeki kita tak cukup mengandalkan ikhtiar lahiriah, kita juga perlu mengiringinya dengan ikhtiar batiniah.

Baca juga:
Tips Bangun Malam untuk Mengerjakan Shalat Tahajud
Tuntunan Shalat Sesuai Al-Quran & Hadis Sahih

Sebutlah Ali, seseorang yang tidak lulus Sekolah Dasar yang memberanikan diri merantau ke kota untuk mencari pekerjaan. Berkat bantuan kakak iparnya, ia memiliki keahlian mengebor sumur. Selama dua tahun ia berkeliling menggunakan sepedanya untuk menawarkan jasanya.

Suatu hari ia mendapatkan tawaran proyek 5000 sumur bor. Ia sempat gentar, karena tidak ada modal untuk melakukan pekerjaan tersebut. Namun, si pemberi proyek memberikan uang muka 50% untuk pekerjaan pengeboran dan sisanya 50% setelah selesai.

Setelah proyek 5000 sumur bor itu, ia tidak lagi berkeliling dengan sepeda, tetapi berkendara mobil dan memiliki karyawan. Proyek yang ia dapatkan senilai 2 Milyar. Selain keuletannya dalam bekerja, Ali adalah orang yang istimewa: ia tak pernah meninggalkan Shalat Dhuha.

Syukur adalah kunci kebahagiaan hidup. Tanpanya, kita akan sulit untuk mendapatkan kebahagiaan. Sebab selalu saja ada yang kurang, tak sempurna, dan tak memuaskan hati.

Pernah tidak kita merasa sulit untuk bahagia? Padahal, semua yang kita butuhkan sudah Allah kasih. Doa yang kita panjatkan sudah Allah jawab. Serta satu persatu mimpi yang kita inginkan semakin banyak yang menjadi nyata.

Ternyata, yang kurang itu bukan karunia Allah, melainkan rasa syukur kita pada pemberian-Nya.

Baca juga:
Rezeki Kita Memang Sudah Ada yang Mengatur, Tapi …
Rezeki Kita Tak Lancar? Mari Amalkan 7 Kiat Mudah Ini

Itu sebabnya, hanya orang yang sakit yang tahu betul bahwa kesehatan mahal harganya. Hanya orang yang kehilangan yang benar-benar mengerti arti dari memiliki. Hanya orang yang kecewa yang sadar dirinya kurang bersyukur pada Allah.

Percayalah, dalam hidup ini Allah tidak mungkin mengecewakan kita. Mustahil bagi Allah ingin melihat hamba-Nya kesusahan. Dia selalu ingin kita hidup dalam ketenangan.

Namun, ketenangan itu ada di dalam hati, bukan terletak pada materi. Berapa banyak orang kaya namun ternyata tak bahagia? Berapa banyak pula orang yang sederhana tapi dalam keseharian justru sangat mensyukuri hidupnya?

fitrah cinta tumbuh berkat Allah Taala

Yang memberi ketenangan dalam hidup adalah Allah. Jadi, dekatilah Dia. Jangan menunggu waktu luang, justru luangkanlah waktu untuk berdoa dan bercerita pada-Nya.



Di balik sesuatu yang pergi, pasti ada yang lebih baik menghampiri. Setelah ada yang hilang, pasti ada yang segera datang. Hidup ini hanya tentang bersyukur saat menerima dan bersabar saat menunggu karunia-Nya.

Tak perlu melihat karunia yang Allah berikan pada orang lain. Karunia tiap orang pasti berbeda, karena ujian-Nya pun tak pernah sama. Cukup lihat yang kita punya, dan ucapkan dalam hati, “Syukurku jarang sekali, tapi Allah tetap memberiku karunia-Nya. Allah memang baik.”

Mulai saat ini, mari kita gapai ketenangan itu. Ketenangan yang sederhana. Bahwa tidak semua yang pergi harus membuat kita kecewa, karena ganti dari Allah nanti pasti lebih istimewa.

Mari bersyukur. Mari qanaah. Meski kadang hasil yang kita dapatkan tak sesuai keinginan, tetaplah percaya bahwa Allah pasti punya hikmah di balik ini semua.

 

 

Sumber Foto: Pixabay.com

***

Di kalangan para pebisnis muslim, aktivitas Shalat Dhuha sangatlah dekat dan sudah menjadi kebiasaan mereka. Shalat Dhuha diyakini dan dibuktikan nyata dapat membuka pintu rejeki bagi orang yang mau mengerjakannya.

Selain dijanjikan sebagai pembuka pintu rezeki, Shalat Dhuha juga memiliki keutaamaan lain. Keutamaan Shalat Dhuha minimal dua rakaat bisa mendatangkan ampunan dari Allah SWT, sekalipun dosanya sebanyak buih di lautan. Demikian hadist riwayat Imam Tirmizi.

 

Rezeki Tak Otomatis Datang

Namun, jangan mengira hanya dengan Shalat Dhuha pintu rezeki otomatis terbuka lebar. Tentu ada upaya dan ikhtiar untuk mengiringi terbukanya pintu itu. Ikhtiar itulah yang kemudian perlu disertai dengan doa dan Shalat Dhuha. Setelah berupaya sungguh-sungguh dan berdoa, serahkan sepenuhnya pada Sang Pencipta.

Waktu Dhuha adalah saat matahari tergelincir. Kita mengerjakan shalat di waktu ini sebagai wujud rasa syukur sebelum melakukan aktivitas bekerja atau belajar. Bekerja menyambut datangnya rezeki dan belajar menimba ilmu yang bermanfaat dan berkah. 

Nah, agar istiqamah dalam Shalat Dhuha, dekatkan diri dengan lingkungan, pergaulan yang baik (berkumpul dengan orang soleh). Selain itu baca kisah-kisah inspiratif dari para penegak Shalat Dhuha untuk memompa motivasi meraih berkah darinya.

Berikut doa yang biasa dipanjatkan usai Shalat Dhuha.

“Ya Allah, waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan itu adalah keagungan-Mu, keindahan itu adalah keindahan-Mu, kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit maka turunkanlah, jika masih di dalam bumi maka keluarkanlah, jika masih sukar maka mudahkanlah, jika (ternyata) haram maka sucikanlah, jika masih jauh maka dekatkanlah. Berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Syukur adalah kunci kebahagiaan hidup. Tanpanya, kita akan sulit untuk mendapatkan kebahagiaan. Sebab selalu saja ada yang kurang, tak sempurna, dan tak memuaskan hati.

Pernah tidak kita merasa sulit untuk bahagia? Padahal, semua yang kita butuhkan sudah Allah kasih. Doa yang kita panjatkan sudah Allah jawab. Serta satu persatu mimpi yang kita inginkan semakin banyak yang menjadi nyata.

Ternyata, yang kurang itu bukan karunia Allah, melainkan rasa syukur kita pada pemberian-Nya.

Baca juga:
Rezeki Kita Memang Sudah Ada yang Mengatur, Tapi …
Rezeki Kita Tak Lancar? Mari Amalkan 7 Kiat Mudah Ini

Itu sebabnya, hanya orang yang sakit yang tahu betul bahwa kesehatan mahal harganya. Hanya orang yang kehilangan yang benar-benar mengerti arti dari memiliki. Hanya orang yang kecewa yang sadar dirinya kurang bersyukur pada Allah.

Percayalah, dalam hidup ini Allah tidak mungkin mengecewakan kita. Mustahil bagi Allah ingin melihat hamba-Nya kesusahan. Dia selalu ingin kita hidup dalam ketenangan.

Namun, ketenangan itu ada di dalam hati, bukan terletak pada materi. Berapa banyak orang kaya namun ternyata tak bahagia? Berapa banyak pula orang yang sederhana tapi dalam keseharian justru sangat mensyukuri hidupnya?

fitrah cinta tumbuh berkat Allah Taala

Yang memberi ketenangan dalam hidup adalah Allah. Jadi, dekatilah Dia. Jangan menunggu waktu luang, justru luangkanlah waktu untuk berdoa dan bercerita pada-Nya.



Di balik sesuatu yang pergi, pasti ada yang lebih baik menghampiri. Setelah ada yang hilang, pasti ada yang segera datang. Hidup ini hanya tentang bersyukur saat menerima dan bersabar saat menunggu karunia-Nya.

Tak perlu melihat karunia yang Allah berikan pada orang lain. Karunia tiap orang pasti berbeda, karena ujian-Nya pun tak pernah sama. Cukup lihat yang kita punya, dan ucapkan dalam hati, “Syukurku jarang sekali, tapi Allah tetap memberiku karunia-Nya. Allah memang baik.”

Mulai saat ini, mari kita gapai ketenangan itu. Ketenangan yang sederhana. Bahwa tidak semua yang pergi harus membuat kita kecewa, karena ganti dari Allah nanti pasti lebih istimewa.

Mari bersyukur. Mari qanaah. Meski kadang hasil yang kita dapatkan tak sesuai keinginan, tetaplah percaya bahwa Allah pasti punya hikmah di balik ini semua.

 

 

Sumber Foto: Pixabay.com

Lebih lengkap mengenai shalat sunah ini, simak penjelasannya di dalam buku Banjir Rezeki dengan Shalat Dhuha. Buku ini berisi kisah-kisah inspiratif, hikmat shalat, tatacara Shalat Dhuha, kumpulan doa, manfaat Shalat Dhuha, dan banyak lagi yang lainnya. Disebutkan dalam buku ini orang yang mengerjakan delapan rakaat Shalat Dhuha akan tercatat sebagai orang yang taat dan sukses.  Bagaimana dengan kita, ingin membuktikan keajaiban Shalat Dhuha juga?

 

Sumber foto: ulinulin.com

shalat tahajud mudah

Shalat Tahajud dan Kiat-kiat Mudah Agar Kita Istiqamah Mengerjakannya

Shalat Tahajud sering dikatakan gampang-gampang susah untuk dikerjakan. Mengerjakannya sebenarnya mudah, sama seperti shalat-shalat sunah lainnya, hanya bangun malamnya saja yang berat.

Apa yang membuat kita merasa begitu berat untuk bangun dan mengerjakan Tahajud di malam hari? Sementara ketika ada event pertandingan bola tengah malam di televisi kita bisa dengan mudah membuka mata.

Semua kembali pada motivasi, tekad, dan niat  yang kuat. 

Baca juga:
Penuntun Mengerjakan Shalat Tahajud
Penuntun Mengerjakan Shalat Istikharah

Tersebutlah seorang anak kecil yang kelak dikenal dengan nama Abu Yazid Al-Busthami. Suatu hari ia meminta pada ayahnya agar diajari cara mengerjakan Tahajud. Awalnya, sang bapak menolak karena ia terlalu kecil untuk melakukan salat malam itu. Tapi, hatinya luruh setelah sang anak berkata, “Aku ingin bisa Tahajud, tapi Ayah menghalang-halangi.”

 

Shalat Tahajud: Keutamaan dan Kiat-kiat Bangun Malam

Di kalangan orang saleh, Tahajud memang dianjurkan dan dijadikan kebiasaan. Mengapa salat ini begitu menarik bagi orang-orang saleh? Sepertiga malam adalah saat yang tepat untuk memanjatkan doa. Saat itu, Allah dan malaikat-malaikatnya turun ke bumi dan berkeliling membawa barakah bagi orang-orang yang ikhlas mendirikan Tahajud.

“Berdoalah maka akan Aku kabulkan.” 

Inilah ajakan berdoa dari Sang Pencipta pada hambanya. Di dalamnya terkandung makna kewajiban dan hak hambanya untuk berdoa. Berdoa menjadi bagian penting bagi kehidupan orang-orang yang meyakini kebesaran-Nya.

Disebutkan dengan jelas di dalam surat Al-Baqarah ayat 186, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka sesungguhkan Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia (benar-benar) berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”

Apa sebenarnya makna doa? Berdoa adalah salah satu media komunikasi manusia kepada Tuhan. Lewat keyakinan dan sikap optimis, secara psikologis ada rasa lega setelah manusia merapalkan doa. Mungkin bisa dikatakan inilah cara curhat seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Apa yang dipanjatkan dalam sebuah doa?  Berdoa bisa apa saja, asal mengandung unsur kebaikan. Doa yang berisi suatu yang buruk tidak akan terkabul. Doa yang baik misalnya, memohon diberi kesehatan, usia panjang, keselamatan dunia dan akhirat, berkah rezeki, dimudahkan jodoh, dibebaskan dari segala masalah, dan lain-lain.

Berikut contoh doa agar terbebas dari masalah:

“Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon ampunan dan terbebas dari masalah di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan terbebas dari masalah dalam urusan agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku dan tenangkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah! Jagalah aku dari arah muka, belakang, kanan, kiri dan dari atasku, dan aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak dihancurkan dari bawahku.”

The_Science_of_ShalatMungkin sebagian dari Anda pernah bertanya-tanya, mengapa shalat harus dikerjakan sebanyak lima kali dalam sehari semalam dan kenapa sebaiknya dilakukan di awal waktu? Jawaban pertanyaan itu sangat terkait dengan rahasia di balik waktu-waktu di mana kita diperintahkan untuk mengerjakan shalat-shalat tersebut. Rahasia itu terungkap berdasarkan beberapa penelitian dan pengamatan para pakar di bidangnya.

 

Setiap peralihan waktu shalat, sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan energi alam yang dapat diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang akrab dengan dunia fotografi.

Pada waktu subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam fisiologi, tiroid memiliki pengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh manusia. Warna biru muda juga memunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rezeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur pulas pada waktu subuh akan menghadapi masalah rezeki dan komunikasi. Hal ini terjadi karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika ruh dan jasad masih tertidur. Pada saat adzan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkat optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu rukuk dan sujud.




Ketika memasuki waktu zhuhur, warna alam menguning dan berpengaruh terhadap perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga memiliki pengaruh terhadap hati. Di samping itu, warna kuning juga memunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi, mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan shalat zhuhur berulang-ulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaannya serta berkurang keceriaannya.

Saat ashar, warna alam berubah menjadi oranye. Hal ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kondisi prostat, uterus, ovary, testis, dan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga bisa memengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang kerap tertinggal waktu ashar akan menurun daya kreativitasnya. Di samping itu, organ-organ reproduksi juga akan kehilangan energi positif dari warna alam tersebut.

Menjelang maghrib, warna alam berubah menjadi merah. Pada waktu itu, kita kerap mendengar nasihat orang-orang tua agar kita tidak berada di luar rumah. Nasihat tersebut ada benarnya karena saat maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini, jin dan iblis amat bertenaga karena mereka beresonansi atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang berada dalam perjalanan sebainya berhenti sejenak dan mengerjakan shalat maghrib. Hal itu lebih baik dan lebih aman karena pada waktu ini banyak interferens atau tumpang tindihnya dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan dapat menimbulkan fatamorgana yang dapat merusak penglihatan kita.

Sedangkan ketika waktu isya’, alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu isya’ menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang kerap ketinggalan waktu isya’ akan sering merasa gelisah. Ketika alam diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan jiwa dan raga. Dengan tidur waktu itu, kondisi jiwa kita berada pada gelombang delta dengan frekuensi di bawah 4 Hz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu istirahat.

Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu, dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan frekuensi kelenjar pineal (otak kecil), kelenjar pituitary (bawah otak), thalamus, dan hypothalamus. Maka, kita sepatutnya bangun dari tidur pada waktu ini dan mengerjakan shalat malam.

Demikian sebagian kecil dari penjelasan Prof. Riset. DR. Ir. H. Osly Rachman, MS. dalam bukunya, “The Science of Shalat”. Ia menguraikannya secara luas tentang lautan hikmah shalat menurut ilmu pengetahuan atau sains. Bahkan, lebih jauh lagi ia mengupas shalat laksana sebagai suatu kesatuan utuh antara kesehatan, ibadah, rezeki, psikologi, dan lain sebagainya. Tentu nilai manfaat yang terkandung di dalam shalat ini jika diaplikasikan, tidak hanya akan mengantarkan seseorang menuju ketakwaan, tapi juga bisa menggapai hidup yang paripurna dan bahagia.

Buku terbitan QultumMedia ini dibuka dengan penjelasan untuk apa kita shalat, mukjizat shalat dari segi waktu dan jumlah rakaat, korelasi ajaib antara waktu shalat dan energi alam, mukjizat shalat subuh, shalat tahajud sebagai antistres, dan antinyeri sendi dengan shalat dhuha.

Lebih lanjut lagi, penulis menjelaskan tentang rahasia dan hikmah wudhu menurut aspek kesehatan, filosofi kiblat dan cara menentukannya secara mudah dengan garis matahari. Kemudian, dilanjutkan dengan aplikasi gerakan shalat sebagai terapi kesehatan yang dimulai dari berdiri, rukuk,hingga salam yang dilengkapi dengan keutamaan khusyuk dan menggapainya dalam shalat.

Pada tiga bagian akhir, dijelaskan tentang keagungan Allah pada ruang tanpa batas dari takbir hingga big bang theory, aspek keutamaan, hukum, zikir, dan merengkuh kesempurnaan shalat berjamaah, serta merambah jalan menuju shalat yang dititi dengan memelihara shalat.




Berdoa ada tata caranya. Inilah salah satu jalan apakah sebuah doa yang dipanjatkan akan terkabul atau tidak, cepat atau lambat. Tatacara ini semacam sopan santun seorang hamba kepada kunjungan-Nya, misalnya usai salat, lakukan dzikir, lantunkan shalawat, kirimkan doa kepada orangtua, guru-guru, dan kakek-nenek.

Berdoa tidak boleh tergesa-gesa. Lakukan dalam keadaan tenang dan damai. Perhatikan juga waktu-waktu khusus untuk berdoa, misalnya usai shalat fardhu, usai shalat Tahajud, di antara azan dan iqomah, dan lain sebagainya.

Berikut  beberapa tip agar doa kita segera terkabul:

1. Mencari waktu yang mustajab

Waktu yang mustajab adalah hari Arafah (9 Zulhijjah), bulan Ramadan, hari Jumat, dan waktu sahur atau sepertiga malam yang terakhir.

2. Memanfaatkan keadaan yang mustajab untuk berdoa

Saat perang, saat turun hujan, ketika sujud, waktu di antara azan dan iqamah, atau ketika menjelang berbuka puasa adalah waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa.

The_Science_of_ShalatMungkin sebagian dari Anda pernah bertanya-tanya, mengapa shalat harus dikerjakan sebanyak lima kali dalam sehari semalam dan kenapa sebaiknya dilakukan di awal waktu? Jawaban pertanyaan itu sangat terkait dengan rahasia di balik waktu-waktu di mana kita diperintahkan untuk mengerjakan shalat-shalat tersebut. Rahasia itu terungkap berdasarkan beberapa penelitian dan pengamatan para pakar di bidangnya.

 

Setiap peralihan waktu shalat, sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan energi alam yang dapat diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang akrab dengan dunia fotografi.

Pada waktu subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam fisiologi, tiroid memiliki pengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh manusia. Warna biru muda juga memunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rezeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur pulas pada waktu subuh akan menghadapi masalah rezeki dan komunikasi. Hal ini terjadi karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika ruh dan jasad masih tertidur. Pada saat adzan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkat optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu rukuk dan sujud.




Ketika memasuki waktu zhuhur, warna alam menguning dan berpengaruh terhadap perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga memiliki pengaruh terhadap hati. Di samping itu, warna kuning juga memunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi, mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan shalat zhuhur berulang-ulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaannya serta berkurang keceriaannya.

Saat ashar, warna alam berubah menjadi oranye. Hal ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kondisi prostat, uterus, ovary, testis, dan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga bisa memengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang kerap tertinggal waktu ashar akan menurun daya kreativitasnya. Di samping itu, organ-organ reproduksi juga akan kehilangan energi positif dari warna alam tersebut.

Menjelang maghrib, warna alam berubah menjadi merah. Pada waktu itu, kita kerap mendengar nasihat orang-orang tua agar kita tidak berada di luar rumah. Nasihat tersebut ada benarnya karena saat maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini, jin dan iblis amat bertenaga karena mereka beresonansi atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang berada dalam perjalanan sebainya berhenti sejenak dan mengerjakan shalat maghrib. Hal itu lebih baik dan lebih aman karena pada waktu ini banyak interferens atau tumpang tindihnya dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan dapat menimbulkan fatamorgana yang dapat merusak penglihatan kita.

Sedangkan ketika waktu isya’, alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu isya’ menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang kerap ketinggalan waktu isya’ akan sering merasa gelisah. Ketika alam diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan jiwa dan raga. Dengan tidur waktu itu, kondisi jiwa kita berada pada gelombang delta dengan frekuensi di bawah 4 Hz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu istirahat.

Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu, dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan frekuensi kelenjar pineal (otak kecil), kelenjar pituitary (bawah otak), thalamus, dan hypothalamus. Maka, kita sepatutnya bangun dari tidur pada waktu ini dan mengerjakan shalat malam.

Demikian sebagian kecil dari penjelasan Prof. Riset. DR. Ir. H. Osly Rachman, MS. dalam bukunya, “The Science of Shalat”. Ia menguraikannya secara luas tentang lautan hikmah shalat menurut ilmu pengetahuan atau sains. Bahkan, lebih jauh lagi ia mengupas shalat laksana sebagai suatu kesatuan utuh antara kesehatan, ibadah, rezeki, psikologi, dan lain sebagainya. Tentu nilai manfaat yang terkandung di dalam shalat ini jika diaplikasikan, tidak hanya akan mengantarkan seseorang menuju ketakwaan, tapi juga bisa menggapai hidup yang paripurna dan bahagia.

Buku terbitan QultumMedia ini dibuka dengan penjelasan untuk apa kita shalat, mukjizat shalat dari segi waktu dan jumlah rakaat, korelasi ajaib antara waktu shalat dan energi alam, mukjizat shalat subuh, shalat tahajud sebagai antistres, dan antinyeri sendi dengan shalat dhuha.

Lebih lanjut lagi, penulis menjelaskan tentang rahasia dan hikmah wudhu menurut aspek kesehatan, filosofi kiblat dan cara menentukannya secara mudah dengan garis matahari. Kemudian, dilanjutkan dengan aplikasi gerakan shalat sebagai terapi kesehatan yang dimulai dari berdiri, rukuk,hingga salam yang dilengkapi dengan keutamaan khusyuk dan menggapainya dalam shalat.

Pada tiga bagian akhir, dijelaskan tentang keagungan Allah pada ruang tanpa batas dari takbir hingga big bang theory, aspek keutamaan, hukum, zikir, dan merengkuh kesempurnaan shalat berjamaah, serta merambah jalan menuju shalat yang dititi dengan memelihara shalat.




3. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan

Dikisahkan dari Jabir ra, saat itu Nabi Muhammad saw berada di padang Arafah, lalu beliau menghadap kiblat dan terus berdoa sampai matahari terbenam (HR. Muslim).

Namun, berdoa saja tidak cukup. Harapan kita perlu diiringi ikhtiar terus-menerus. Di sini motivasi dan semangat berdoa juga perlu dijaga. Selengkapnya ada Tuntunan Shalat, Doa, dan Zikir Sehari-hari yang bisa dijadikan referensi dan akan memandu Anda menyempurnakan wudhu, shalat, shalat jamak, Qasar, shalat Hajat, dan shalat Jenazah. Buku ini juga berisi kumpulan doa dan zikir, seperti doa dilapangkan rezeki, doa memohon kemuliaan dunia akhira, doa agar amal ibadah diterima, doa selamat dunia akhirat, dan lain sebagainya.

Siapa yang kuat menahan rasa kantuknya dengan mengerjakan amalan ini, akan diberikan kemuliaan dan doa-doanya dikabulkan.

Apa saja manfaat Tahajud? Dari sisi kesehatan, bangun tengah malam dan terkena air dingin bisa mengobati berbagai penyakit. Dampak positif Tahajud sendiri bisa menguatkan daya tahan tubuh dan menghindarkan penyakit jantung, kanker, dan stres.

Shalat Tahajud adalah shalat yang paling utama setelah salat fardlu, demikian disebutkan dalam buku Banjir Kemuliaan dengan Shalat Tahajud. Salat ini memiliki derajat tertinggi dibandingkan salat sunah lainnya.

“Dirikanlah shalat dari condong matahari sampai gelap malam dan Quran fajar (shalat subuh), sesungguhnya Quran fajar itu dipersaksikan. Pada malam hari hendaklah engkau bertahajjud sebagai tambahan untuk engkau, mudah-mudahan Maha Pemeliharamu mengangkat engkau ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra`: 78-79)

Berikut kiat-kiat yang bisa memudahkan kita melakukan Tahajud. Mari praktikkan malam semampunya!

  1. Tidur lebih awal
  2. Memasang alarm
  3. Berniat sebelum tidur agar bangun sepertiga malam
  4. Minum air putih sebelum dan sesudah bangun tidur
  5. Mengajak teman atau saudara untuk Shalat Tahajud
  6. Mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat pada siang hari
  7. Tidur siang yang cukup
  8. Membaca doa dan zikir pilihan sebelum tidur
  9. Segera bangun begitu mendengar alarm berbunyi.

Bagi kaum muslimin yang ingin menempa hidup dengan disiplin mendirikan Tahajud, buku Banjir Kemuliaan dengan Shalat Tahajud bisa dijadikan referensi yang tepat. Buku ini berisi aneka keistimewaan Tahajud, manfaat Tahajud, serta cara melakukan Tahajud dengan tepat dan benar.

 

Sumber foto: pixabay.com

fakta unik di pesantren

Fakta Unik di Pesantren yang Bisa Membuat Tertawa Sekaligus Prihatin

Fakta unik tentang anak-anak pesantren mungkin baru sedikit diulas di media massa. Padahal sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia, pesantren punya segudang cerita yang bisa mengundang tawa sekaligus air mata.

Baca juga:
Agar Setiap Usaha Bernilai Ibadah
Agar Hati Selalu Ikhlas, Sabar, dan Syukur

Seperti halnya siswa di sekolah umum, para santri di pesantren juga memiliki banyak cerita unik yang bisa dibahas. Ada saja kejadian-kejadian tak terduga yang bisa bikin kita bengong, tidak percaya, bahkan tertawa. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya.

 

Fakta Unik #1: Terlihat Tegar, Padahal Melow

Sebagian besar para santri biasanya akan menginap di pesantren. Momen ini biasanya jadi ajang yang paling seru untuk dibahas. Yup, selama di pesantren para santri terlihat tegar dan mandiri saat berjauhan dengan orangtuanya. Padahal, awal-awal mereka berpisah ada saja yang melow dan sedih terutama saat malam menjelang. Hayo, siapa di antara kamu yang seperti itu? Wajar, kok. Asal jangan keterusan ya.

 

Fakta Unik #2: Bebas Nongkrong, Padahal Pukul 10 Malam Lampu Sudah Harus Padam

Jauh dari orangtua itu artinya bebas nongkrong hingga jam barapa saja. Salah! Meski kamu jauh dari orangtua, tapi peraturan tetaplah peraturan. Hampir setiap pesantren mewajibkan santrinya untuk tidur tepat waktu. Bahkan, ada yang menerapkan pukul 10 malam semua lampu di pesantren sudah harus mati. Masih mau bilang bebas nongkrong semalaman?

 

Fakta Unik #3: Makan Sepuasnya, Padahal Makan Seadanya dan Harus Berbagi

Kalau kamu pikir makan di pesantren itu mewah, lupain deh! Kamu bisa dapat makanan “mewah” kalau orangtuamu datang berkunjung. Yang ada, di pesantren kamu akan makan seadanya. Cukup nasi, cukup lauk, dan cukup sayur. Nggak hanya itu, kamu pun diharapkan untuk bisa menakar porsi makanmu sendiri. Ya, kamu harus berbagi dengan santri-santri lainnya. Tidak boleh dihabiskan sendirian. Tapi, di situlah letak kenikmatannya. Kamu akan merasakan kebersamaan yang sangat mendalam.

 

Fakta Unik #4: Peraturan dan Disiplin yang Ketat

Kalau di rumah atau sekolah umum kamu bisa merasa sedikit “bebas” lain halnya dengan pesantren. Peraturan di pesantren sangat ketat dan disiplinnya sangat tinggi. Lagi asyik-asyiknya mimpi, pukul 3 atau 4 pagi kamu sudah dibangunkan untuk mulai menjalankan ibadah dan aktivitas. Hal ini yang menjadikan kamu—para santri—terbiasa bangun sebelum ayam jantan berkokok. Tidak hanya badan yang segar, tetapi juga pikiranmu.

Nah, itulah beberapa fakta unik yang bisa kita temui di pesantren. Bukan bermaksud menakut-nakuti buat Pembaca yang mau masuk pesantren atau mau mengirim anaknya ke pesantren, ya. Yang jelas, apa pun yang terjadi di pesantren, tidak akan membuat kita rugi kok. Justru itu bisa menambah pengalaman dan kedewasaan.

keajaiban sedekah menurut islam

Keajaiban Sedekah: Bagaimana Kiat Mudah untuk Meraihnya?

Keajaiban sedekah sering dipahami hanya sebagai mitos, padahal orang yang beriman harus meyakininya. Di samping merupakan janji Allah, itu juga nyata adanya. Sebab, sudah banyak yang membuktikannya.

Ingin menambah kebahagiaan dalam hidup? Lengkapi dengan bersedekah. Tapi, bersedekah bukan asal sedekah. Ada cara-cara tertentu yang bisa membuat sedekah kita jadi lebih berkah dan bermanfaat, baik di mata Allah maupun si penerima. Nah, berikut adalah 7 cara untuk meraih keajaiban sedekah.

Baca juga:
Panduan Meraih Hidup Bahagia, Mulia, & Berkah
Sedekah Mahabisnis dengan Allah

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #1: Bersedekah perlu keikhlasan, tapi…

Seberapa besar pahala yang kita dapat dan seberapa banyak manfaat yang orang lain peroleh bergantung pada seberapa kita ikhlas. Jangankan bersedekah, terkadang meminjamkan barang ke orang lain saja kita tidak terlalu mudah mengikhlaskan. Ya, ikhlas itu butuh latihan. Dan, bukan waktu yang sebentar untuk melatih keikhlasan itu. Tapi, jangan karena belum bisa ikhlas lantas nggak jadi-jadi bersedekah, lho.

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #2: Bersedekah dengan harta terbaik yang kita punya.

Kita punya hak, lho, untuk menentukan mana harta yang mau kita sedekahkan dan mana yang tidak. Namun, bersedekah dengan harta yang paling baik yang kita miliki itulah yang akan dibalas dengan pahala terbaik oleh Allah. Kenapa? Karena di dalamnya terdapat unsur pengorbanan yang lebih besar. Dengan menyedekahkan harta terbaik milik kita, artinya kita telah sanggup mengalahkan dorongan syahwat kita terhadap dunia.

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #3: Bersedekah pada orang-orang terdekat.

Silaturahmi adalah alasan utama mengapa kita perlu mendahulukan orang-orang terdekat, seperti saudara atau keluarga sebagai penerima sedekah. Selain itu, bersedekah kepada kerabat juga akan memperkecil potensi perpecahan keluarga dan menjaga kehormatan keluarga kita.

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #4: Bersedekah pada waktu-waktu utama.

Ada dua waktu utama yang dianjurkan untuk bersedekah, yakni hari Jumat dan bulan Ramadan. Terutama di bulan suci, sedekah yang kita tunaikan akan terasa berlipat-lipat manfaat dan keberkahannya. Mengapa? Karena umat Islam umumnya sedang banyak kebutuhan.

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #5: Bersedekah secara istiqamah.

Selain ikhlas, kita juga perlu berlatih agar istiqamah. Caranya? Jadwalkan saja kapan baiknya kita bersedekah. Selanjutnya, mengusahakan agar kita memenuhi jadwal tersebut. Mungkin tidak mudah menjalankan hal itu. Namun, semua kembali kepada diri kita. Yang perlu diingat, sekali kita melanggar, seterusnya kita akan melanggar.

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #6: Bersedekah secara sembunyi-sembunyi.

Hal ini memang terkesan sederhana, tetapi nyatanya merahasiakan sedekah bukan perkara mudah. Seperti halnya puasa yang memiliki keistimewaan karena hanya diketahui oleh pelakunya dan Allah saja, bersedekah pun demikian. Kita mungkin tidak dapat penghormatan dan sanjungan, tetapi diam-diam Allah mencatat amal kita dan membalasnya dengan kebaikan yang berlipat ganda.

 

Kiat Meraih Keajaiban Sedekah #7: Bersedekah untuk kemaslahatan umat secara luas.

Membangun masjid, sekolah, rumah sakit, pondok pesantren, atau membeli ambulance adalah beberapa contoh sedekah untuk kemaslahatan umat. Bersedekah untuk keperluan ini jauh lebih utama ketimbang bersedekah dalam pengertian sebelumnya, sebab yang mendapatkan manfaat adalah orang banyak. Dalam Islam, hal ini sebenarnya adalah wakaf, bukan sedekah. Berbeda dengan sedekah, harta yang diwakafkan tidak akan habis meski digunakan dalam waktu yang lama dan harta wakaf bisa dimanfaatkan oleh orang banyak.

Nah, setelah tahu tujuh cara meraih keajaiban sedekah, yuk segera saja kita mengatur jadwal untuk rutin bersedekah.

***

Panduan Meraih Hidup Bahagia, Mulia, & Berkah karya Achmad Al-Firdaus dan Aliyah Tsuraya memaparkan secara gamblang apa saja yang terkandung di dalam tujuh sunah Rasulullah saw, yaitu menjaga wudhu, Tahajud, istigfar, shalat Subuh berjamaah, membaca Al-Qur’an, shalat Dhuha, dan bersedekah.

tempat mustajabah di masjidil haram

Tempat Mustajabah dan Lokasinya di Masjidil Haram

Tempat mustajabah banyak terdapat di sekeliling Kakbah. Umat Islam yang sedang menunaikan haji atau umrah tak buang kesempatan dengan memanjatkan doa di sana.

Umat muslim mana pun tentu sangat berharap untuk bisa menjalankan ibadah umrah atau pun haji. Dan, saat kesempatan itu datang, kebahagiaan tak terkira akan dirasakan. Nah, jika Anda berkesempatan untuk mengunjungi rumah Allah, sempatkanlah berdoa di tempat-tempat mustajab berikut ini.

Tempat Mustajabah #1: Multazam

Multazam merupakan bagian dari Ka’bah yang diyakini sebagai tempat paling mustajab untuk berdoa. Letaknya berada di antara hajar aswad dan pintu Ka’bah. Untuk bisa berdoa di tempat ini memang dibutuhkan sedikit perjuangan. Pasalnya, luas multazam terbilang cukup kecil membuat Anda harus berdesak-desakan menuju tempat tersebut.

Tempat Mustajabah #2: Hijir Ismail

Hijir Ismail juga bagian dari Ka’bah yang diyakini sebagai tempat mustajab untuk berdoa. Shalat di Hijir Ismail sama artinya shalat di dalam Ka’bah. Biasanya, setelah melakukan sholat, para jemaah memuaskan diri untuk berdoa di tempat ini. Seperti halnya Multazam, Hijir Ismail juga tidak terlalu luas sehingga jemaah yang shalat dan berdoa di sini akan berdesak-desakan.

Tempat Mustajabah #3: Di Bawah Mizab (Talang Emas)

Pancuran yang terbuat dari emas ini terdapat di area Hijir Ismail. Kabarnya, pancuran ini termasuk salah satu tempat mustajab di Makkah. Tidak sedikit orang yang menyempatkan diri untuk berdoa di bawah pancuran emas tersebut. Bahkan, di saat hujan turun, para jamaah pun berebut untuk mengambil air yang jatuh melalui pancuran itu.

Tempat Mustajabah #4: Di Belakang Maqam Ibrahim

Setelah melakukan thawaf sebanyak tujuh putaran, para jamaah disunahkan untuk shalat dua rakaat di belakang maqam Ibrahim. Seperti disebutkan dalam kitab Qadhaya fi al-Hajj wa al-Umrah, “di antara fadhilah Maqam Ibrahim adalah dikabulkannya setiap doa yang dipanjatkan di tempat tersebut.”

Tempat Mustajabah #5: Bukit Shafa dan Marwah

Bukit Shafa adalah tempat dimulainya ibadah Sa’i. Biasanya, para jamaah akan berdoa sebelum melaksanakan ibadah tersebut. Sedangkan bukit Marwah adalah tempat berakhirnya ibadah Sa’i. Di tempat inilah, para jamaah akan mengakhirinya dengan memotong rambut. Dalam sejarah Islam, disebutkan bahwa Siti Hajar—ibunda Nabi Ismail—berlari-lari antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 putaran untuk mendapatkan air bagi sang buah hati. Dan, banyak orang yang mengatakan bahwa Shafa dan Marwah merupakan beberapa tempat mustajab untuk berdoa.

Tempat Mustajabah #6: Raudhah

Tidak seperti tempat-tempat di atas, Raudhah berada di Madinah, tepatnya di masjid Nabawi. Rasulullah saw bersabda, “Tempat di antara rumahku dan mimbarku adalah taman-taman surga,” (HR. Muslim). Oleh karenanya, setiap jamaah pasti akan menyempatkan diri berdoa di sana.

Demikianlah beberapa tempat mustajabah yang bisa kita datangi saat menjalankan ibadah haji atau umrah. Semoga Allah SWT mendengar dan mengabulkan apa yang menjadi doa kita. Aamiin.

idul adha dan maknanya

Idul Adha: Pengorbanan Nabi Ibrahim & Ketaatan Nabi Ismail

Idul Adha tak sebatas hari raya tapi juga peringatan tentang pengorbanan besar yang pernah dilakukan oleh seorang anak manusia.

Sebentar lagi, tepatnya pada 10 Dzulhijjah, umat Islam di seluruh dunia akan merayakan hari raya Idul Adha atau Idul Qurban. Seperti kita ketahui, Idul Adha merupakan momen hari raya Islam yang erat kaitannya dengan nilai-nilai pengorbanan.

Tentunya nilai-nilai pengorbanan ini mengingatkan kita pada kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, yang tak lain merupakan titik mula sejarah hari raya Idul Adha.

Idul Adha: Pengorbanan Nabi Ibrahim

Ya, Nabi Ibrahim menjadi sosok utama dalam sejarah ini. Nabi Ibrahim—yang juga dikenal dengan sebutan Al-Khalil—adalah manusia dengan tingkat keimanan yang sangat tinggi. Begitu pun dengan Nabi Ismail. Ia adalah seorang anak yang memiliki keyakinan luar biasa.

Oleh karena itu, saat Nabi Ibrahim diperintahkan Allah SWT melalui mimpi untuk menyembelih anaknya sendiri, ia pun dengan ikhlas menjalankannya sebagai bentuk keimanan kepada Allah SWT. Sedangkan Nabi Ismail sendiri secara ikhlas menerima hal tersebut sebagai baktinya terhadap orangtua dan ketaatannya pada Allah SWT.

Tanpa ragu, Nabi Ibrahim mulai mengarahkan pisaunya ke leher Nabi Ismail dan Nabi Ismail pun ikhlas untuk melalui semua itu atas nama Allah SWT. Ketaatan serta keikhlasan orangtua dan anak ini pun tidak perlu diragukan lagi, sehingga Allah SWT mengganti posisi Nabi Ismail dengan seekor hewan kurban yang besar.




Begitulah kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam sejarah Idul Adha. Dalam hal itu, pengorbanan bukan sekadar bentuk bakti terhadap orangtua semata dan ketaatan kita terhadap Allah SWT, tetapi juga wujud rasa syukur terhadap nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada kita.

“Sesungguhnya kami telah memberi kamu nikmat yang banyak, karena itu dirikanlah Shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah,” firman Allah dalam QS. Al-Kautsar: 1-2.

Idul Adha: Apa yang Harus Kita Teladani?

Saat ini, nilai pengorbanan Nabi Ibrahim dan nilai ketaatan Nabi Ismail sudah sangat terkikis. Kita begitu mudah melupakan betapa sebagai hamba, kita adalah milik Allah Taala. Dan karenanya, pengorbanan dan ketaatan pada-Nya adalah sesuatu yang niscaya dan menjadi tolok ukur keimanan kita.

Melalui kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, sudah selayaknya kita meresapi kembali nilai pengorbanan dan ketaatan pada Allah Taala, sebab dalam shalat pun kita berikrar, bahwa hidup dan mati kita hanya untuk Allah Taala. Pengorbanan dan ketaatan yang tulus adalah pondasi untuk memastikan bahwa amal-amal kita bukan untuk siapa-siapa melainkan Allah semata.

Selamat Hari Raya Idul Adha!

everyone-rev

Siapa Saja Bisa Jadi Model

everyone-revPernah tidak kamu memiliki keinginan untuk menjadi model? Namun, sebagai muslimah berhijab, sepertinya sulit mewujudkan keinginan itu. Alhasil, keinginan itu terpaksa kamu simpan rapat-rapat dalam hati. Bagaimana tidak, seorang model dituntut untuk memeragakan berbagai macam busana.

READ MORE

surga-di-telapak-kaki-ibu

Sebab Surga Ada di Bawah Restu Orangtua

surga-di-telapak-kaki-ibu“Ya sudah kalau Ibu sama Ayah tidak mau memberikan restu. Biarkan saja aku pergi meninggalkan rumah ini. Aku ingin ke Surabaya menemui calonku di sana dan melamarnya,” kataku sambil membanting gelas yang ada di depanku.

READ MORE

ayah harus meluangkan waktunya untuk sang buah hati

Ayah Punya Andil yang Besar dalam Kesuksesan Seorang Anak

Ayah berperan besar dalam kesuksesan seorang anak, dan hal itu bisa dimulai dengan meluangkan waktu untuk menemaninya.

Putri Indahsari Tanjung adalah anak pertama pengusaha terkenal Indonesia Chairul Tanjung. Pada tahun 2015, ia masuk dalam berbagai pemberitaan di media massa. Bahkan ada stasiun televisi yang sengaja mengundangnya menjadi bintang tamu untuk mengetahui lebih jauh sukses yang telah diraihnya selama ini.

Banyak yang terkejut melihat kesuksesan dan hasil kerja kerasnya tanpa campur tangan sang bapak secara langsung.

Ayah Perlu Meluangkan Waktu untuk Sang Buah Hati

Melihat kesuksesan anak Chairul Tanjung, siapa pun pasti menginginkan agar anaknya menjadi sedemikian hebat. Namun, mendidik anak untuk menjadi seseorang yang hebat bukan perkara mudah. Bahkan bagi kebanyakan orang, mendidik anak merupakan hal yang sangat sulit.

Anak sering membandel, tidak mau menurut, cenderung tidak patuh, dan justru berkata kasar.

Ternyata, setiap anak membutuhkan waktu dan kehadiran sang bapak. Anak tidak bisa dididik hanya dalam waktu singkat. Sebab, karakter anak yang terbentuk ketika remaja dan dewasa tergantung dari proses bagaimana orangtua mendidiknya.

Bila sang bapak sering bersikap cuek dan mengabaikan anak, kemungkinan besar anak akan tumbuh dengan perilaku yang buruk.

Ayah Tak Bisa Hanya Memberi Materi

Anak pun tidak bisa dididik hanya dengan diberikan materi. Agar menjadi seseorang yang hebat, anak perlu dididik dengan berbagai cara. Contohnya, dengan mengajarkan adanya Allah SWT. Hal ini dilakukan agar anak mengerti bahwa dalam situasi apapun, kita tidak boleh lupa berserah diri terhadap Tuhan.

Kemudian, dengan memberikan pendidikan agama dan moral. Bila memiliki pemahaman yang besar dalam pendidikan agama dan moral, penalaran anak akan semakin kuat terhadap benar atau salahnya suatu tindakan. Sampai dengan memberikan dukungan untuk mencapai impian dan cita-cita. Tentunya, hal ini dilakukan agar anak memiliki masa depan yang cerah dan bisa menjadi orang yang sukses kelak.

Nah, cara-cara inilah yang dibahas oleh akun @NasihatAyah dalam buku Tak Ada Anak Hebat Tanpa Ayah Luar Biasa. Penulis buku ini ingin mengajak Anda yang merupakan calon ayah ataupun yang telah menjadi seorang bapak agar berhasil mendidik anak dengan berbagai kiat. Tanpa ingin menggurui, penulis membahas kiat-kiat tersebut dengan menyisipkan kisah nyata yang inspiratif.

impian dalam hidup

Move On Mungkin Nggak Mudah, Tapi Semua Orang Bisa Melakukannya

Move On itu tanda kalau kita cukup dewasa menjalani hidup…

Cause honey your soul can never grow old
It’s ever green
Baby your smile forever in my mind and memory
And I’m thinking ’bout how people fall in love in mysterious ways

Lagu Ed Sheran ini sempat menjadi lagu favorit gue selama berminggu-minggu. Yap, lagu romantis yang udah kepikiran bakal jadi soundtrack pas resepsi pernikahan gue. Tapi, semua berubah ketika gue menerima sebuah undangan nikah dalam bentuk video.

Undangannya unik dan kreatif. Cuman yang bikin nyesek, itu adalah undangan nikah mantan gue. Salah satu yang paling spesial, karena secara fisik doi mirip banget sama Raisa. Hehe… Cuman parahnya, backsong di undangan itu lagunya Ed Sheran yang lagi gue gandrungin itu.

Seketika gue illfeel sama lagu itu.

 

Move On Bukan Melupakan

Pernah nggak mengalami hal serupa? Berusaha move on, tapi merasa usaha yang kita lakukan sia-sia. Sia-sia karena mendadak ada wangi parfum dari undangan pernikahan mantan.

Sama seperti yang lo rasakan, gue juga pernah merasakan hal serupa. Tapi, akhirnya gue sadar kesalahan gue. Selama ini gue berusaha melupakan dia. Dan, itu ternyata salah besar.

Move on bukan tentang melupakan. Sebab, apa yang pernah menyentuh hati nggak akan bisa terlupakan. Semakin kita berusaha melupakan, semakin kita akan sulit untuk melangkah.

Mencari pengganti buat move on? Hmm… Itu nggak selamanya berhasil. Kita memang nggak bisa membohongi diri sendiri dengan mencari pengganti yang mirip dengannya. Karena hati kecil kita pasti teriak kalau tahu itu bukan dia.

Sekali lagi, move on bukan tentang melupakan atau mencari pelarian. Move on itu tentang bagaimana kita menerima kenyataan. Kenyataan kalau dia memang sudah pergi.

 

Hargai Keputusannya

Hargai keputusannya untuk pergi, lalu buru-buru sadari kalau yang selama ini membuat kita sakit hati adalah harapan kita sendiri. Sadari kalau yang membuat kita sakit hati adalah ketakutan kita menjalani hari esok tanpa dia yang menemani.

Nggak perlu menyalahkan, nggak perlu membenci. Cinta bukan untuk saling benci. Hargai saja keputusannya untuk pergi. Dia memang indah, tapi jangan lupa, tanpanya hidup kita masih berharga dan memiliki arti.

 

*Brili Agung, penulis ME: Fokus pada Kekuatan, Jangan Sibuk dengan Kelemahan
**Sumber foto: https://blogofthebeardedone.wordpress.com