kajian islam Archives - Laman 10 dari 56 - Qultum Media
Qultummedia adalah penerbit buku islami
Qultummedia, qultum, novel islami, ibadah, buku, motivasi, pengembangan diri,
516
archive,paged,category,category-kajian-islam,category-516,paged-10,category-paged-10,wp-theme-stockholm,wp-child-theme-stockholm-child,theme-stockholm,woocommerce-no-js,metaslider-plugin,ajax_fade,page_not_loaded,,select-child-theme-ver-1.0.0,select-theme-ver-4.2,menu-animation-line-through,wpb-js-composer js-comp-ver-7.4,vc_responsive,elementor-default,elementor-kit-30952
hidayah adalah keberuntungan

Hidayah dan Orang yang Beruntung Mendapatkannya

Hidayah adalah sesuatu yang menggerakkan hati kita untuk mencintai dan setia di jalan kebaikan.

Dear pembaca, salah satu anugerah terbesar yang wajib kita syukuri adalah hidayah atau petunjuk dari Yang Mahakuasa. Semata-mata karena petunjuk-Nya, hingga detik ini kita masih bernaung di bawah teduhnya ajaran agama kita, Islam.

Baca juga:
Inilah Cara Meraih Kebahagiaan Seperti Dilakukan Oleh Para Nabi
Hidup Sehat, Berkah, dan Bahagia dengan Shalat

Namun, hidayah atau petunjuk Allah bukan sesuatu yang mudah kita mengerti. Ada orang yang tak kunjung diberi petunjuk oleh Allah meski sudah memintanya siang dan malam. Ada juga orang yang tak pernah menginginkannya tapi tanpa sengaja malah menemukannya.

Hidayah Tak Terduga Datangnya

Hidayah mungkin istilah yang tepat untuk menyebut rahmat Allah untuk memalingkan hati seorang hamba pada-Nya, dengan cara yang misterius. Sesuatu yang kadang tak masuk akal tapi nyata, atau sulit dimengerti tapi benar-benar terjadi.




Kita tentu pernah mendengar cerita tentang seorang bandit yang bertobat di tengah aksinya. Sebut saja Ibrahim bin Adham, salah satu tokoh sufi terkenal, dan Berandal Lokajaya atau Sunan Kalijaga, salah satu penyebar Islam di Jawa.

Cerita-cerita tersebut, terlepas dari unsur-unsur imajinatif yang mungkin menyelimutinya, adalah contoh betapa petunjuk Allah bisa datang pada siapa saja, tanpa pandang bulu. Siapa pun yang dikaruniai petunjuk, sehebat apa pun maksiat yang sudah dilakukannya, akan bertekuk lutut di hadapan-Nya.

Adakalanya petunjuk Allah datang bak angin semilir, menyadarkan penerimanya secara lembut dan perlahan. Mula-mula ia berbenah dari sesuatu yang sederhana, seperti mengubah caranya bertutur atau berbusana, lalu berlanjut mengubah caranya dalam mencari dan menggunakan rezekinya.

Adakalanya juga ia menerjang seperti badai yang ganas, menghantam kesadaran penerimanya dan membangunkannya seketika. Tanpa butuh waktu lama, ia mengoreksi semua yang ia pandang tak sesuai agama, mulai pikirannya, hatinya, hingga perbuatannya.

Hidayah Adalah Tanda Keberuntungan

Mengapa petunjuk Allah datang dengan cara yang berbeda-beda mungkin selamanya tak bisa kita jawab. Yang pasti, siapa pun penerimanya, dia adalah orang yang beruntung.

Kita tak bisa memastikan menjadi orang yang beruntung itu. Tapi, bukankah Allah dan Rasul-Nya sering mengingatkan kita agar memohon apa pun yang kita butuhkan? Mari terus meningkatkan takwa kita pada-Nya. Semoga sebelum ajal menghampiri, Dia bermurah hati memberikan hidayah-Nya pada kita.

Amin…

 

Regard,

Firdaus Agung (Editor Qultummedia)

baper dan rasional

Baper atau Rasional: Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Baper atau “bawa perasaan” tak melulu karena perkataan orang lain yang tak sopan tapi juga telinga dan hati kita yang terlalu sensitif.

Suatu waktu, dua orang sahabat saling bertanya tentang diri mereka. Salah seorang dari keduanya mengatakan bahwa temannya itu adalah orang yang rasional.

“Maksudnya?” tanya sang teman.

“Maksudnya, meski kau tak selalu ada di sampingku, aku selalu bisa mendapatkan saran yang logis setiap kali kita membincangkan sesuatu.”

Baca juga:
Jangan Lelah Berdoa!
Mudik dan Perjuangan untuk Mengalahkan Ego Kita

Cuplikan dialog dua sahabat tersebut, kalau kita perhatikan, memberikan informasi yang menarik bagi kita. Selama ini tanpa kita sadari, kita kerap baper atau “bawa perasaan” saat menjalin pertemanan.

“Kalau nggak baper berarti nggak solid pertemanannya.”
“Kalau nggak pakai hati berarti palsu persahabatannya.”

Begitu alasan yang disampaikan oleh beberapa teman yang merasa tertuding.

Namun, benarkah demikian? Bukankah baper juga bisa tidak baik untuk sebuah hubungan? Terlalu jauh melibatkan perasaan dalam banyak kesempatan hanya akan membuat kita terlalu cepat menilai, mudah tersinggung, atau gampang terbawa emosi.

Baper Terus, Mau Sampai Kapan?

Dalam menjalin hubungan, apa pun bentuknya, kita perlu mengedepankan rasionalitas. Tak apa jika jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Tak masalah kalau kita kerap berbeda pendapat. Dan, tak usah marah apabila teman kita menertawakan satu-dua keapesan yang kita alami.

Sepanjang semua masih dalam taraf wajar, menggunakan akal sehat kita dalam berteman pasti lebih menenangkan ketimbang baper sepanjang waktu.

Berinteraksi dengan orang lain tak melulu mendengar kalimat-kalimat pujian dari mereka. Sesekali kita akan mendengar berita yang tak baik, opini mereka tentang kita, mungkin juga kritikan terhadap kita. Semua itu wajar, sebab kita sadari atau tidak, kita pun melakukan hal-hal itu pada orang lain.

Ada saatnya kita berlapang dada dengan kata-kata yang tak menyenangkan hati kita; bagaimanapun dunia dan segala isinya tak selalu menyenangkan hati kita. Tak selalu sesuai dengan harapan kita. Kalau kita mengharapkan sebuah dunia yang selalu sesuai dengan keinginan kita maka kita sebenarnya sedang memimpikan sebuah kehidupan yang tak pernah ada.

Dan, tentu saja, itu tidak baik.

Mengapa? Sebab itu artinya kita tak siap menghadapi kenyataan hidup. Kita tak siap menaklukkan dunia, sebab munculnya harapan seperti itu adalah indikasi kita enggan berjuang. Mungkin juga pertanda kita tak punya semangat hidup bahkan tidak adanya kedewasaan dalam diri kita.

So, mari mengubah cara pandang kita bahwa nggak baper bukan berarti nggak saling terkoneksi, nggak saling care. Menjalin persahabatan yang rasional tentu lebih menyehatkan emosi kita.

 

Regard,

Tri Prihantini (Editor Qultummedia)

cinta ayah

Ayah: Hari-hari Bersamanya dan Kenangan Cinta darinya

Ayah adalah sosok yang istimewa di mata anak-anaknya.

Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi dalam salah satu tulisannya berkata, “Kenangan masa kecil yang paling indah adalah kau tidur di bagian rumah mana pun, tapi ketika terbangun kau sudah berada di tempat tidurmu. Ya Allah, kasihanilah kedua orangtuaku, sebagaimana mereka telah mengasihiku sejak aku kecil.”

Saya senyum-senyum sendiri saat membaca tulisan itu. Rasa-rasanya ia mewakili sisi paling personal diri saya.

Sewaktu masih anak-anak, menonton TV sambil tiduran di karpet adalah kebiasaan saya sepulang mengaji. Menariknya, saat terbangun keadaan saya pasti sudah berbeda; masih di tempat yang sama tapi berbalut selimut atau sudah pindah ke dalam kamar. Siapa yang melakukannya? Ayah.

Sebelum keluarga kami punya TV, menonton TV di rumah kerabat hampir tiap malam saya lakukan. Dan tiap kali saya ketiduran, Ayahlah yang selalu sabar menggendong saya pulang, meski jaraknya lumayan jauh. Sebisa mungkin ia menjaga saya agar tak terbangun.

Betapa indah kala itu, masa-masa ketika pelukan Ayah secara ajaib selalu ada untuk saya. Kini, semua berubah. Saya sudah dewasa dan tubuh Ayah semakin termakan usia. Saya mengerti, kewajiban itu kini beralih ke tangan saya. Sayalah saat ini yang harus menunjukkan kasih sayang yang sama, meski tak mungkin setimpal, pada Ayah. Saya paham kenapa Ayah selalu menggeleng setiap kali saya tanya apa yang ia inginkan. Ia enggan merepotkan saya.

Lucu, bukan? Saya, anaknya, bertahun-tahun merepotkannya. Kini setelah saya dewasa dan ingin membalas kebaikannya, ia menjawab tak ingin merepotkan saya. Sering saya berbisik dalam doa-doa saya, semoga Allah memberi umur panjang dan kesehatan yang berkah padanya. Setidaknya, agar saya terus bisa berbagi kebahagiaan bersamanya. Semoga Allah mengabulkan. Amin.

 

Ditulis oleh Hendra Wirawan

***

Cerita singkat ini adalah Pemenang Pertama Kompetisi Menulis Pengalaman Pribadi yang diadakan oleh Penerbit Qultummedia dan Komunitas Teladan Rasul. Tema tulisan dalam kompetisi ini bersumber dari buku Open Your Heart, Follow Your Prophet karya Arif Rahman Lubis, yaitu tentang ayah.

 

*Gambar didownload secara gratis dari http://bossfight.co/man-baby-barn/

ayahku adalah ayah terbaik

Ayahku dan Cintanya yang Tak Pernah Mengering

Ayahku bukan sosok yang sempurna, tapi…

Aku sering iri melihat teman-teman yang selalu punya tempat curhat. Tempat yang nyaman untuk berlindung dan mengadu. Kadang mereka bercerita tentang pengalaman serunya pada seorang ayah, lain waktu mereka bercerita tentang keresahan hatinya pada seorang ibu.

Bukan berarti Ayahku tak pernah punya waktu untukku. Aku tahu, ia juga sudah berusaha keras menjadi ‘ibu’ bagiku. Tapi, aku kadang berkhayal betapa indah dunia seandainya bisa tumbuh dewasa dengan orangtua yang lengkap.

Ada ibu dengan sikapnya yang lembut, juga ayah dengan keberadaannya yang menenangkan. Kadang aku belajar memasak bersama Ibu, kadang bermain-main di halaman bersama Ayah. Indahnya…

Saat pertama kali mengalami haid, Ayahlah yang menenangkanku yang malu sekaligus cemas. Ia memberi pengertian tentang fase bulananku sebagai anak perempuan, bahkan mengajariku bagaimana memakai pembalut.

Kadang aku berpikir, apa jadinya kalau Ayah tak ada di sisiku? Bagaimana duniaku berjalan tanpa sosok yang begitu ringan mengulurkan tangannya untukku?

Saat aku menikah, ia yang selalu mendampingiku. Saat aku melahirkan, ia juga yang menemani dan mengurus segala tetek-bengek persiapan persalinanku.

Ia adalah ayah satu-satunya dan yang terbaik bagiku. Kasih sayangnya seperti seorang ibu, sepanjang masa. Tak pernah aku berhenti bersyukur memiliki ayah sepertinya.

Suamiku mungkin kini menjadi ‘pangeran’ dalam hidupku, tapi selamanya Ayah adalah ‘raja’ yang bertahta di duniaku.

Saat ia berpulang akibat kecelakaan lalu lintas setahun yang lalu, aku merasa kiamat telah datang. Aku kehilangan pegangan. Suami dan keluargaku berusaha menenangkan, tapi rasa kehilanganku benar-benar tak terperi. Bagaimanapun, kami menjalani masa-masa penuh perjuangan bersama.

Harapanku, semoga Ayah mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah. Ia mungkin telah berpisah denganku, tapi kini ia telah menyatu dengan ibuku, cinta sejatinya.

 

Ditulis oleh Fitri Mada

***

Cerita singkat ini terpilih sebagai Pemenang Kedua Kompetisi Menulis Pengalaman Pribadi yang diadakan oleh Penerbit Qultummedia dan Komunitas Teladan Rasul. Tema tulisan dalam kompetisi ini bersumber dari buku Open Your Heart, Follow Your Prophet karya Arif Rahman Lubis.

 

*Gambar diunduh secara gratis dari http://alana.io/?al_free_download=11323

yang penting yakin insya Allah bisa

Yang Penting Yakin! Bincang-bincang Bareng Komunitas @tausiyahku_

Yang penting yakin! Apa pun impian kita, bagaimanapun keadaan kita sekarang, asal kita punya keyakinan bahwa suatu saat kita akan berhasil mewujudkannya, kita akan benar-benar berhasil mewujudkannya. Dengan izin Allah.

Suasana yang penuh-sesak rupanya tidak menyurutkan niat para pengunjung Islamic Book Fair 2016 untuk bertemu dengan penulis favoritnya. Hal itulah yang terjadi saat para admin @tausiyahku_ melakukan talkshow buku Yang Penting Yakin! pada hari Minggu, 6 Maret 2016 lalu.

Baca juga:
Yang Penting Yakin! (Special Edition)
Bukan Jodohnya yang Tak Kunjung Datang

Acara yang berlangsung sejak pukul 13.30 wib ini, menghadirkan dua orang admin @tausiyahku_ untuk berbagi pengalamannya selama menulis buku Yang Penting Yakin!.

Yang Penting Yakin! merupakan buku keempat @tausiyahku_ yang diterbitkan oleh Qultum Media. Beberapa dari para adminnya merupakan anak muda yang masih duduk di bangku kuliah dan memiliki banyak aktivitas kampus. Hal itu pula yang ternyata menjadi salah satu kendala saat mereka harus menyelesaikan naskahnya tepat waktu.

“Biasanya yang menjadi kendala adalah waktu, karena kami juga masih kuliah,” kata Mulkan Fauzi, salah satu admin @tausiyahku_. Lebih lanjut Mulkan mengatakan, “Tapi alhamdulillah, ada teh Nunung yang selalu mengingatkan.”

 

Yang Penting Yakin! dan Sosok Utama di Balik Akun @tausiyahku_

Bisa dibilang, @tausiyahku_ tidak pernah absen mengikuti Islamic Book Fair sejak buku perdananya terbit. Tentunya, bagi Anda yang aktif di Instagram, sudah tidak asing dengan akun tersebut, dong. Bagaimana tidak, akun ini sudah diikuti oleh lebih dari 800 ribu follower, lho. Hmmm… kira-kira siapa sih, sosok utama di balik akun @tausiyahku_?

Dialah Nunung Fathur. Kepada Qultum Media, Nunung mengaku bahwa ia adalah orang yang tidak bisa berdiam diri. Keinginannya untuk berdakwah sangat tinggi. Akhirnya, ia pun memutuskan untuk membuat akun sosmed guna melancarkan proses dakwahnya tersebut.

Alhamdulillah, banyak yang suka. Banyak yang nge-like dan share quote-quote dari @tausiyahku_, bahkan ada pula yang curhat,” kata Nunung saat ditemui Qultum Media di sela-sela acara.

Lantas, bagaimana cara Nunung menjaga keutuhan akun yang ia gagas ini?

“Yang pasti, saya mencoba untuk tetap menjaga karakter akun @tausiyahku_. Akun ini sebenarnya ‘kan berisi puisi dengan bahasa yang agak-agak lebay, ya, jadi itu yang dipertahankan,” kata Nunung.

Tak terasa, keseruan talkshow Yang Penting Yakin! sudah harus berakhir. Setitik harapan Nunung ungkapkan sebelum acara ini berakhir.

“Semoga tahun depan @tausiyahku_ bisa berada di panggung utama Islamic Book Fair. Dengan begitu, dakwahnya bisa lebih luas lagi,” kata Nunung mengakhiri wawancara ini.

ummu-balqis-ibf-depan

Smart Parenting: Sebuah Perbincangan dengan Ummu Balqis

Smart parenting adalah “kurikulum wajib” bagi orangtua yang ingin anaknya sukses menghadapi tantangan hidup zaman now.

Sabtu, 5 Maret 2016, merupakan hari yang cukup istimewa bagi Ummu Balqis—penulis Bukan Ibu Biasa. Pasalnya, ini merupakan kali pertama Ummu menyapa secara langsung para pembacanya di event Islamic Book Fair.

Baca juga:
Tak Ada Anak Hebat Tanpa Ayah Luar Biasa
Doa Ibu, Istri, dan Anak Saleha Mudah Dikabulkan Oleh Allah

 

Pada kesempatan itu, Ummu berbagi tentang pengalamannya dalam mendidik anak dengan cara yang sederhana, namun tepat sasaran. Sebagai contoh, Ummu membagi pengalamannya dalam mengajarkan anak belajar. Kebetulan, saat itu Ummu juga masih berstatus sebagai mahasiswi. Jadi saat ia belajar untuk keperluan pendidikannya, ia pun mengajak sang anak untuk belajar bersama.

 

Smart Parenting: Bukan Perkara Mudah

Ya, mendidik anak memang bukan perkara mudah. Untuk itu dibutuhkan banyak sekali sharing-knowledge antarorangtua. Hal inilah yang dilihat oleh Ummu. Oleh karenanya, ia pun tak ragu untuk menulis buku bergenre parenting.

“Saya melihat, pembaca buku di Indonesia masih sangat banyak dan genre parenting belum basi. Masih banyak orang yang membutuhkan buku parenting,” kata Ummu kepada Qultum Media di workshop Bukan Ibu Biasa.

Ummu pun bersyukur, buku perdananya mendapat respon positif dari pembaca dan follower-nya.

Terlepas dari itu, peran Ibu di dalam rumah tangga begitu penting. Menurut Ummu, Ibu merupakan pusat segala kenyamanan berada.

“Sejauh apa pun anak mengenal gadget, ia akan kembali ke ibunya. Oleh karena itu penting bagi seorang ibu—khususnya di zaman sekarang—untuk bisa memberikan kenyamanan bagi mereka dengan cara positif,” kata Ummu.

Selain berbagi pengalaman dalam mendidik anak, Ummu juga memberikan kesempatan kepada para pengunjung yang ingin melakukan konsultasi seputar cara mendidik anak secara langsung.

Di akhir acara, Ummu berharap semoga apa yang ia tulis dalam buku Bukan Ibu Biasa bisa diterima oleh masyarakat. “Kita saling berbagi dan sama-sama berusaha menjadi ibu yang lebih baik lagi. Menjadi rumah bagi anak-anak kita,” katanya menutup perbincangan ini.

aldilla-ibf-depan

Talkshow Bareng Aldilla Dharma, Penulis Jangan Pernah Menyerah!

Talkshow bersama Aldilla Dharma mengundang perhatian penonton Islamic Book Fair 2016 di Istora Senayan. Mereka penasaran bagaimana penulis Jangan Pernah Menyerah! tersebut menjalani proses penulisan buku yang kemudian menjadi bestseller itu.

Islamic Book Fair 2016 sudah dimulai sejak Jumat, 26 Februari lalu. Sebagai salah satu peserta yang mengikuti pesta buku islami ini, Qultum Media menghadirkan serangkaian acara menarik. Salah satunya adalah talkshow buku Jangan Pernah Menyerah! bersama Aldilla D. Wijaya, penggagas @BeraniBerhijrah.

Baca juga:
Jangan Pernah Menyerah! (Special Edition)
Kegagalan Hari Ini Adalah Pelajaran untuk Kesuksesan Esok Hari

Acara yang digelar pada Sabtu, 27 Februari 2016 di Ruang Mekah, stan 205, Istora Senayan Jakarta ini ramai didatangi pengunjung. Mereka antusias mengikuti talkshow bersama Dilla, sapaan akrab Aldilla D. Wijaya.

Pada kesempatan itu, Dilla berkesempatan untuk berbagi ilmu dan pengalamannya seputar dunia kepenulisan. Lantas, bagaimana ya perasaannya yang baru pertama kali menulis buku ini?

“Awalnya saya berpikir setelah buku ini terbit dan disukai banyak orang, saya akan bangga. Tapi setelah merasakannya sendiri, dalam diri saya malah muncul rasa takut,” kata laki-laki yang masih terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Brawijaya ini.

Lebih lanjut Dilla mengungkapkan, rasa takut itu muncul karena menurutnya apa yang ia tulis merupakan amanah. “Kalau dalam perjalanannya membuat saya sombong, sayalah orang pertama yang akan masuk neraka,” tambah Aldilla saat diwawancarai Qultum Media di acara tersebut.

Sebagai orang yang kali pertama menulis buku, Dilla mengaku sempat minder. Namun, rasa minder itu bisa ia tepis dengan bantuan dari berbagai pihak, termasuk redaksi Qultum Media. Ia pun mulai memfokuskan diri untuk menuntaskan penulisan buku ini. Menurutnya, untuk meraih sesuatu yang besar harus melalui perjuangan yang besar juga.

Setelah sesi bincang bareng penulis berakhir, acara dilanjutkan dengan tanya-jawab dan game seru. Keseruan semakin terlihat saat Dilla ditantang untuk mengikuti permainan tebak kata. Di akhir acara, para pengunjung berkesempatan untuk berfoto bersama penulis dan melakukan booksigning.

Acara tersebut ditutup dengan sepatah-dua patah kata penulis yang berharap agar even Islamic Book Fair bisa menjadi trigger yang bisa mengajak orang menjadi lebih islami dengan cara yang ramah dan menyenangkan.

penyakit hati sering tak disadari

Penyakit Hati dan 5 Amalan untuk Membuatnya Suci Kembali

Penyakit hati seringkali tak terdeteksi. Penderitanya kadang sadar ketika dampak buruknya sudah besar dan sulit diobati.

Obat hati ada lima perkaranya. Yang pertama, baca Qur’an dan maknanya. Yang kedua, shalat malam dirikanlah. Yang ketiga, berkumpullah dengan orang sholeh. Yang keempat, perbanyaklah berpuasa. Yang kelima, dzikir malam perpanjanglah.” –Opick, Obat Hati

Kita tentu tak asing ‘kan dengan lirik lagu yang dipopulerkan oleh Opick ini? Sayangnya, tidak semua dari kita sudah terbiasa mengamalkan lima perkara tersebut secara utuh. Padahal, lima perkara ini merupakan jalan bagi kita untuk melepaskan diri dari penyakit hati, lho.

Nah, ternyata hal ini juga yang menarik perhatian Ustadz Ali Akbar bin Aqil. Bersama Ustadz M. Abdullah Charis, pria yang biasa dipanggil Ali ini menulis buku 5 Amalan Penyuci Hati yang berisi perwujudan dari Tombo Ati yang sangat populer itu.

“Buku ini hadir untuk memberitahu kepada khalayak, ini lho penjabaran dari Tombo Ati itu, yang terdiri dari baca Al-Qur`an, shalat malam, berkumpul dengan orang saleh, puasa sunah, dan zikir,” kata Ustadz Ali.

Tidak hanya itu, menurut Ustadz Ali, alasan lain yang melatarbelakangi hadirnya buku ini adalah untuk bercermin diri, melihat perilaku kita selama ini. Dari situ akan tampak, di sisi mana harus kita perbaiki, dan di sisi mana harus kita tinggalkan.

 

Penyakit Hati: Apa Saja Macamnya?

Jangankan tubuh manusia, hati pun bisa terkena penyakit. Buruk sangka, cinta dunia, dendam, dengki, ghibah, riya’, sombong, marah, iri, dan sebagainya merupakan beberapa contoh penyakit hati yang—tanpa sadar—sering kita alami.

Banyak faktor yang menyebabkannya. Menurut Ustadz Ali, salah satu faktor penyebab kotornya hati adalah keengganan untuk berhenti sejenak, instropeksi, melakukan evaluasi, merenungi keadaan diri.

“Hal inilah yang dapat menyebabkan kebinasaan di dunia dan akhirat. Karenanya, kita harus berusaha mengobati hati kita dan berusaha memperoleh keselamatannya. Sebab, tiada yang selamat kecuali orang yang datang menghadap Allah SWT dengan hati yang bersih,” katanya pria kelahiran Malang, 10 Agustus 1984 ini.

 

Bagaimana Menyembuhkan Penyakit Hati?

Anda tentu percaya kan, bahwa setiap permasalahan akan ada penyelesaiannya? Nah, cara yang paling ampuh untuk mengatasi penyakit hati ini adalah dengan mengamalkan lima perkara yang dipopulerkan oleh Opick tadi.

Selain itu, menurut Ustadz Ali, jangan ragu untuk bertanya kepada para ulama yang mengenal Allah SWT dan agamaNya, terdiri dari kalangan ahli yaqin dan takut kepada-Nya juga hidup zuhud di dunia.

“Jika kita tidak menemukan salah seorang dari mereka, hendaknya kita membaca buku-buku yang mereka tulis mengenai ilmu tauhid dan keyakinan. Buku 5 Amalan Penyuci Hati bisa jadi salah satunya, hehehe,” begitu ungkap pria lulusan UIN Malang ini.

Lantas, apa harapan Ustadz Ali dengan hadirnya buku ini?

“Pertama, mengharap ridha Allah SWT. Kedua, Allah SWT berkenan menjadikan buku 5 Amalan Penyuci Hati bermanfaat bagi diri penulis dan umat Islam. Ketiga, dapat menjadi sarana dalam melatih diri untuk istikamah menyucikan hati dari hari ke pekan, pekan ke bulan, bulan ke tahun, selama-lamanya,” katanya menutup bincang-bincang ini.

jum'atan adalah kewajiban setiap muslim laki-laki

Tip-tip Ini Akan Membuat Doa Anda Cepat Dikabulkan

“Berdoalah maka akan Aku kabulkan.” 

Inilah ajakan berdoa dari Sang Pencipta pada hambanya. Di dalamnya terkandung makna kewajiban dan hak hambanya untuk berdoa. Berdoa menjadi bagian penting bagi kehidupan orang-orang yang meyakini kebesaran-Nya.

Disebutkan dengan jelas di dalam surat Al-Baqarah ayat 186, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka sesungguhkan Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia (benar-benar) berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”

Apa sebenarnya makna doa? Berdoa adalah salah satu media komunikasi manusia kepada Tuhan. Lewat keyakinan dan sikap optimis, secara psikologis ada rasa lega setelah manusia merapalkan doa. Mungkin bisa dikatakan inilah cara curhat seorang hamba kepada Sang Pencipta.

“Berdoalah maka akan Aku kabulkan.” 

Inilah ajakan berdoa dari Sang Pencipta pada hambanya. Di dalamnya terkandung makna kewajiban dan hak hambanya untuk berdoa. Berdoa menjadi bagian penting bagi kehidupan orang-orang yang meyakini kebesaran-Nya.

Disebutkan dengan jelas di dalam surat Al-Baqarah ayat 186, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka sesungguhkan Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia (benar-benar) berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”

Apa sebenarnya makna doa? Berdoa adalah salah satu media komunikasi manusia kepada Tuhan. Lewat keyakinan dan sikap optimis, secara psikologis ada rasa lega setelah manusia merapalkan doa. Mungkin bisa dikatakan inilah cara curhat seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Apa yang dipanjatkan dalam sebuah doa?  Berdoa bisa apa saja, asal mengandung unsur kebaikan. Doa yang berisi suatu yang buruk tidak akan terkabul. Doa yang baik misalnya, memohon diberi kesehatan, usia panjang, keselamatan dunia dan akhirat, berkah rezeki, dimudahkan jodoh, dibebaskan dari segala masalah, dan lain-lain.

Berikut contoh doa agar terbebas dari masalah:

“Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon ampunan dan terbebas dari masalah di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan terbebas dari masalah dalam urusan agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku dan tenangkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah! Jagalah aku dari arah muka, belakang, kanan, kiri dan dari atasku, dan aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak dihancurkan dari bawahku.”

The_Science_of_ShalatMungkin sebagian dari Anda pernah bertanya-tanya, mengapa shalat harus dikerjakan sebanyak lima kali dalam sehari semalam dan kenapa sebaiknya dilakukan di awal waktu? Jawaban pertanyaan itu sangat terkait dengan rahasia di balik waktu-waktu di mana kita diperintahkan untuk mengerjakan shalat-shalat tersebut. Rahasia itu terungkap berdasarkan beberapa penelitian dan pengamatan para pakar di bidangnya.

 

Setiap peralihan waktu shalat, sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan energi alam yang dapat diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang akrab dengan dunia fotografi.

Pada waktu subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam fisiologi, tiroid memiliki pengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh manusia. Warna biru muda juga memunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rezeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur pulas pada waktu subuh akan menghadapi masalah rezeki dan komunikasi. Hal ini terjadi karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika ruh dan jasad masih tertidur. Pada saat adzan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkat optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu rukuk dan sujud.




Ketika memasuki waktu zhuhur, warna alam menguning dan berpengaruh terhadap perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga memiliki pengaruh terhadap hati. Di samping itu, warna kuning juga memunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi, mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan shalat zhuhur berulang-ulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaannya serta berkurang keceriaannya.

Saat ashar, warna alam berubah menjadi oranye. Hal ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kondisi prostat, uterus, ovary, testis, dan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga bisa memengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang kerap tertinggal waktu ashar akan menurun daya kreativitasnya. Di samping itu, organ-organ reproduksi juga akan kehilangan energi positif dari warna alam tersebut.

Menjelang maghrib, warna alam berubah menjadi merah. Pada waktu itu, kita kerap mendengar nasihat orang-orang tua agar kita tidak berada di luar rumah. Nasihat tersebut ada benarnya karena saat maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini, jin dan iblis amat bertenaga karena mereka beresonansi atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang berada dalam perjalanan sebainya berhenti sejenak dan mengerjakan shalat maghrib. Hal itu lebih baik dan lebih aman karena pada waktu ini banyak interferens atau tumpang tindihnya dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan dapat menimbulkan fatamorgana yang dapat merusak penglihatan kita.

Sedangkan ketika waktu isya’, alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu isya’ menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang kerap ketinggalan waktu isya’ akan sering merasa gelisah. Ketika alam diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan jiwa dan raga. Dengan tidur waktu itu, kondisi jiwa kita berada pada gelombang delta dengan frekuensi di bawah 4 Hz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu istirahat.

Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu, dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan frekuensi kelenjar pineal (otak kecil), kelenjar pituitary (bawah otak), thalamus, dan hypothalamus. Maka, kita sepatutnya bangun dari tidur pada waktu ini dan mengerjakan shalat malam.

Demikian sebagian kecil dari penjelasan Prof. Riset. DR. Ir. H. Osly Rachman, MS. dalam bukunya, “The Science of Shalat”. Ia menguraikannya secara luas tentang lautan hikmah shalat menurut ilmu pengetahuan atau sains. Bahkan, lebih jauh lagi ia mengupas shalat laksana sebagai suatu kesatuan utuh antara kesehatan, ibadah, rezeki, psikologi, dan lain sebagainya. Tentu nilai manfaat yang terkandung di dalam shalat ini jika diaplikasikan, tidak hanya akan mengantarkan seseorang menuju ketakwaan, tapi juga bisa menggapai hidup yang paripurna dan bahagia.

Buku terbitan QultumMedia ini dibuka dengan penjelasan untuk apa kita shalat, mukjizat shalat dari segi waktu dan jumlah rakaat, korelasi ajaib antara waktu shalat dan energi alam, mukjizat shalat subuh, shalat tahajud sebagai antistres, dan antinyeri sendi dengan shalat dhuha.

Lebih lanjut lagi, penulis menjelaskan tentang rahasia dan hikmah wudhu menurut aspek kesehatan, filosofi kiblat dan cara menentukannya secara mudah dengan garis matahari. Kemudian, dilanjutkan dengan aplikasi gerakan shalat sebagai terapi kesehatan yang dimulai dari berdiri, rukuk,hingga salam yang dilengkapi dengan keutamaan khusyuk dan menggapainya dalam shalat.

Pada tiga bagian akhir, dijelaskan tentang keagungan Allah pada ruang tanpa batas dari takbir hingga big bang theory, aspek keutamaan, hukum, zikir, dan merengkuh kesempurnaan shalat berjamaah, serta merambah jalan menuju shalat yang dititi dengan memelihara shalat.




Berdoa ada tata caranya. Inilah salah satu jalan apakah sebuah doa yang dipanjatkan akan terkabul atau tidak, cepat atau lambat. Tatacara ini semacam sopan santun seorang hamba kepada kunjungan-Nya, misalnya usai salat, lakukan dzikir, lantunkan shalawat, kirimkan doa kepada orangtua, guru-guru, dan kakek-nenek.

Berdoa tidak boleh tergesa-gesa. Lakukan dalam keadaan tenang dan damai. Perhatikan juga waktu-waktu khusus untuk berdoa, misalnya usai shalat fardhu, usai shalat Tahajud, di antara azan dan iqomah, dan lain sebagainya.

Berikut  beberapa tip agar doa kita segera terkabul:

1. Mencari waktu yang mustajab

Waktu yang mustajab adalah hari Arafah (9 Zulhijjah), bulan Ramadan, hari Jumat, dan waktu sahur atau sepertiga malam yang terakhir.

2. Memanfaatkan keadaan yang mustajab untuk berdoa

Saat perang, saat turun hujan, ketika sujud, waktu di antara azan dan iqamah, atau ketika menjelang berbuka puasa adalah waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa.

The_Science_of_ShalatMungkin sebagian dari Anda pernah bertanya-tanya, mengapa shalat harus dikerjakan sebanyak lima kali dalam sehari semalam dan kenapa sebaiknya dilakukan di awal waktu? Jawaban pertanyaan itu sangat terkait dengan rahasia di balik waktu-waktu di mana kita diperintahkan untuk mengerjakan shalat-shalat tersebut. Rahasia itu terungkap berdasarkan beberapa penelitian dan pengamatan para pakar di bidangnya.

 

Setiap peralihan waktu shalat, sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan energi alam yang dapat diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang akrab dengan dunia fotografi.

Pada waktu subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam fisiologi, tiroid memiliki pengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh manusia. Warna biru muda juga memunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rezeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur pulas pada waktu subuh akan menghadapi masalah rezeki dan komunikasi. Hal ini terjadi karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika ruh dan jasad masih tertidur. Pada saat adzan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkat optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu rukuk dan sujud.




Ketika memasuki waktu zhuhur, warna alam menguning dan berpengaruh terhadap perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga memiliki pengaruh terhadap hati. Di samping itu, warna kuning juga memunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi, mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan shalat zhuhur berulang-ulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaannya serta berkurang keceriaannya.

Saat ashar, warna alam berubah menjadi oranye. Hal ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kondisi prostat, uterus, ovary, testis, dan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga bisa memengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang kerap tertinggal waktu ashar akan menurun daya kreativitasnya. Di samping itu, organ-organ reproduksi juga akan kehilangan energi positif dari warna alam tersebut.

Menjelang maghrib, warna alam berubah menjadi merah. Pada waktu itu, kita kerap mendengar nasihat orang-orang tua agar kita tidak berada di luar rumah. Nasihat tersebut ada benarnya karena saat maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini, jin dan iblis amat bertenaga karena mereka beresonansi atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang berada dalam perjalanan sebainya berhenti sejenak dan mengerjakan shalat maghrib. Hal itu lebih baik dan lebih aman karena pada waktu ini banyak interferens atau tumpang tindihnya dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan dapat menimbulkan fatamorgana yang dapat merusak penglihatan kita.

Sedangkan ketika waktu isya’, alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu isya’ menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang kerap ketinggalan waktu isya’ akan sering merasa gelisah. Ketika alam diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan jiwa dan raga. Dengan tidur waktu itu, kondisi jiwa kita berada pada gelombang delta dengan frekuensi di bawah 4 Hz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu istirahat.

Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu, dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan frekuensi kelenjar pineal (otak kecil), kelenjar pituitary (bawah otak), thalamus, dan hypothalamus. Maka, kita sepatutnya bangun dari tidur pada waktu ini dan mengerjakan shalat malam.

Demikian sebagian kecil dari penjelasan Prof. Riset. DR. Ir. H. Osly Rachman, MS. dalam bukunya, “The Science of Shalat”. Ia menguraikannya secara luas tentang lautan hikmah shalat menurut ilmu pengetahuan atau sains. Bahkan, lebih jauh lagi ia mengupas shalat laksana sebagai suatu kesatuan utuh antara kesehatan, ibadah, rezeki, psikologi, dan lain sebagainya. Tentu nilai manfaat yang terkandung di dalam shalat ini jika diaplikasikan, tidak hanya akan mengantarkan seseorang menuju ketakwaan, tapi juga bisa menggapai hidup yang paripurna dan bahagia.

Buku terbitan QultumMedia ini dibuka dengan penjelasan untuk apa kita shalat, mukjizat shalat dari segi waktu dan jumlah rakaat, korelasi ajaib antara waktu shalat dan energi alam, mukjizat shalat subuh, shalat tahajud sebagai antistres, dan antinyeri sendi dengan shalat dhuha.

Lebih lanjut lagi, penulis menjelaskan tentang rahasia dan hikmah wudhu menurut aspek kesehatan, filosofi kiblat dan cara menentukannya secara mudah dengan garis matahari. Kemudian, dilanjutkan dengan aplikasi gerakan shalat sebagai terapi kesehatan yang dimulai dari berdiri, rukuk,hingga salam yang dilengkapi dengan keutamaan khusyuk dan menggapainya dalam shalat.

Pada tiga bagian akhir, dijelaskan tentang keagungan Allah pada ruang tanpa batas dari takbir hingga big bang theory, aspek keutamaan, hukum, zikir, dan merengkuh kesempurnaan shalat berjamaah, serta merambah jalan menuju shalat yang dititi dengan memelihara shalat.




3. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan

Dikisahkan dari Jabir ra, saat itu Nabi Muhammad saw berada di padang Arafah, lalu beliau menghadap kiblat dan terus berdoa sampai matahari terbenam (HR. Muslim).

Namun, berdoa saja tidak cukup. Harapan kita perlu diiringi ikhtiar terus-menerus. Di sini motivasi dan semangat berdoa juga perlu dijaga. Selengkapnya ada Tuntunan Shalat, Doa, dan Zikir Sehari-hari yang bisa dijadikan referensi dan akan memandu Anda menyempurnakan wudhu, shalat, shalat jamak, Qasar, shalat Hajat, dan shalat Jenazah. Buku ini juga berisi kumpulan doa dan zikir, seperti doa dilapangkan rezeki, doa memohon kemuliaan dunia akhira, doa agar amal ibadah diterima, doa selamat dunia akhirat, dan lain sebagainya.

Apa yang dipanjatkan dalam sebuah doa?  Berdoa bisa apa saja, asal mengandung unsur kebaikan. Doa yang berisi suatu yang buruk tidak akan terkabul. Doa yang baik misalnya, memohon diberi kesehatan, usia panjang, keselamatan dunia dan akhirat, berkah rezeki, dimudahkan jodoh, dibebaskan dari segala masalah, dan lain-lain.

Berikut contoh doa agar terbebas dari masalah:

“Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon ampunan dan terbebas dari masalah di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan terbebas dari masalah dalam urusan agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku dan tenangkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah! Jagalah aku dari arah muka, belakang, kanan, kiri dan dari atasku, dan aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak dihancurkan dari bawahku.”

The_Science_of_ShalatMungkin sebagian dari Anda pernah bertanya-tanya, mengapa shalat harus dikerjakan sebanyak lima kali dalam sehari semalam dan kenapa sebaiknya dilakukan di awal waktu? Jawaban pertanyaan itu sangat terkait dengan rahasia di balik waktu-waktu di mana kita diperintahkan untuk mengerjakan shalat-shalat tersebut. Rahasia itu terungkap berdasarkan beberapa penelitian dan pengamatan para pakar di bidangnya.

 

Setiap peralihan waktu shalat, sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan energi alam yang dapat diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang akrab dengan dunia fotografi.

Pada waktu subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam fisiologi, tiroid memiliki pengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh manusia. Warna biru muda juga memunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rezeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur pulas pada waktu subuh akan menghadapi masalah rezeki dan komunikasi. Hal ini terjadi karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika ruh dan jasad masih tertidur. Pada saat adzan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkat optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu rukuk dan sujud.




Ketika memasuki waktu zhuhur, warna alam menguning dan berpengaruh terhadap perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga memiliki pengaruh terhadap hati. Di samping itu, warna kuning juga memunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi, mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan shalat zhuhur berulang-ulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaannya serta berkurang keceriaannya.

Saat ashar, warna alam berubah menjadi oranye. Hal ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kondisi prostat, uterus, ovary, testis, dan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga bisa memengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang kerap tertinggal waktu ashar akan menurun daya kreativitasnya. Di samping itu, organ-organ reproduksi juga akan kehilangan energi positif dari warna alam tersebut.

Menjelang maghrib, warna alam berubah menjadi merah. Pada waktu itu, kita kerap mendengar nasihat orang-orang tua agar kita tidak berada di luar rumah. Nasihat tersebut ada benarnya karena saat maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini, jin dan iblis amat bertenaga karena mereka beresonansi atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang berada dalam perjalanan sebainya berhenti sejenak dan mengerjakan shalat maghrib. Hal itu lebih baik dan lebih aman karena pada waktu ini banyak interferens atau tumpang tindihnya dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan dapat menimbulkan fatamorgana yang dapat merusak penglihatan kita.

Sedangkan ketika waktu isya’, alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu isya’ menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang kerap ketinggalan waktu isya’ akan sering merasa gelisah. Ketika alam diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan jiwa dan raga. Dengan tidur waktu itu, kondisi jiwa kita berada pada gelombang delta dengan frekuensi di bawah 4 Hz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu istirahat.

Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu, dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan frekuensi kelenjar pineal (otak kecil), kelenjar pituitary (bawah otak), thalamus, dan hypothalamus. Maka, kita sepatutnya bangun dari tidur pada waktu ini dan mengerjakan shalat malam.

Demikian sebagian kecil dari penjelasan Prof. Riset. DR. Ir. H. Osly Rachman, MS. dalam bukunya, “The Science of Shalat”. Ia menguraikannya secara luas tentang lautan hikmah shalat menurut ilmu pengetahuan atau sains. Bahkan, lebih jauh lagi ia mengupas shalat laksana sebagai suatu kesatuan utuh antara kesehatan, ibadah, rezeki, psikologi, dan lain sebagainya. Tentu nilai manfaat yang terkandung di dalam shalat ini jika diaplikasikan, tidak hanya akan mengantarkan seseorang menuju ketakwaan, tapi juga bisa menggapai hidup yang paripurna dan bahagia.

Buku terbitan QultumMedia ini dibuka dengan penjelasan untuk apa kita shalat, mukjizat shalat dari segi waktu dan jumlah rakaat, korelasi ajaib antara waktu shalat dan energi alam, mukjizat shalat subuh, shalat tahajud sebagai antistres, dan antinyeri sendi dengan shalat dhuha.

Lebih lanjut lagi, penulis menjelaskan tentang rahasia dan hikmah wudhu menurut aspek kesehatan, filosofi kiblat dan cara menentukannya secara mudah dengan garis matahari. Kemudian, dilanjutkan dengan aplikasi gerakan shalat sebagai terapi kesehatan yang dimulai dari berdiri, rukuk,hingga salam yang dilengkapi dengan keutamaan khusyuk dan menggapainya dalam shalat.

Pada tiga bagian akhir, dijelaskan tentang keagungan Allah pada ruang tanpa batas dari takbir hingga big bang theory, aspek keutamaan, hukum, zikir, dan merengkuh kesempurnaan shalat berjamaah, serta merambah jalan menuju shalat yang dititi dengan memelihara shalat.




Berdoa ada tata caranya. Inilah salah satu jalan apakah sebuah doa yang dipanjatkan akan terkabul atau tidak, cepat atau lambat. Tatacara ini semacam sopan santun seorang hamba kepada kunjungan-Nya, misalnya usai salat, lakukan dzikir, lantunkan shalawat, kirimkan doa kepada orangtua, guru-guru, dan kakek-nenek.

Berdoa tidak boleh tergesa-gesa. Lakukan dalam keadaan tenang dan damai. Perhatikan juga waktu-waktu khusus untuk berdoa, misalnya usai shalat fardhu, usai shalat Tahajud, di antara azan dan iqomah, dan lain sebagainya.

Berikut  beberapa tip agar doa kita segera terkabul:

1. Mencari waktu yang mustajab

Waktu yang mustajab adalah hari Arafah (9 Zulhijjah), bulan Ramadan, hari Jumat, dan waktu sahur atau sepertiga malam yang terakhir.

2. Memanfaatkan keadaan yang mustajab untuk berdoa

Saat perang, saat turun hujan, ketika sujud, waktu di antara azan dan iqamah, atau ketika menjelang berbuka puasa adalah waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa.

The_Science_of_ShalatMungkin sebagian dari Anda pernah bertanya-tanya, mengapa shalat harus dikerjakan sebanyak lima kali dalam sehari semalam dan kenapa sebaiknya dilakukan di awal waktu? Jawaban pertanyaan itu sangat terkait dengan rahasia di balik waktu-waktu di mana kita diperintahkan untuk mengerjakan shalat-shalat tersebut. Rahasia itu terungkap berdasarkan beberapa penelitian dan pengamatan para pakar di bidangnya.

 

Setiap peralihan waktu shalat, sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan energi alam yang dapat diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang akrab dengan dunia fotografi.

Pada waktu subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam fisiologi, tiroid memiliki pengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh manusia. Warna biru muda juga memunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rezeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur pulas pada waktu subuh akan menghadapi masalah rezeki dan komunikasi. Hal ini terjadi karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika ruh dan jasad masih tertidur. Pada saat adzan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkat optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu rukuk dan sujud.




Ketika memasuki waktu zhuhur, warna alam menguning dan berpengaruh terhadap perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga memiliki pengaruh terhadap hati. Di samping itu, warna kuning juga memunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi, mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan shalat zhuhur berulang-ulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaannya serta berkurang keceriaannya.

Saat ashar, warna alam berubah menjadi oranye. Hal ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kondisi prostat, uterus, ovary, testis, dan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga bisa memengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang kerap tertinggal waktu ashar akan menurun daya kreativitasnya. Di samping itu, organ-organ reproduksi juga akan kehilangan energi positif dari warna alam tersebut.

Menjelang maghrib, warna alam berubah menjadi merah. Pada waktu itu, kita kerap mendengar nasihat orang-orang tua agar kita tidak berada di luar rumah. Nasihat tersebut ada benarnya karena saat maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini, jin dan iblis amat bertenaga karena mereka beresonansi atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang berada dalam perjalanan sebainya berhenti sejenak dan mengerjakan shalat maghrib. Hal itu lebih baik dan lebih aman karena pada waktu ini banyak interferens atau tumpang tindihnya dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan dapat menimbulkan fatamorgana yang dapat merusak penglihatan kita.

Sedangkan ketika waktu isya’, alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu isya’ menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang kerap ketinggalan waktu isya’ akan sering merasa gelisah. Ketika alam diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan jiwa dan raga. Dengan tidur waktu itu, kondisi jiwa kita berada pada gelombang delta dengan frekuensi di bawah 4 Hz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu istirahat.

Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu, dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan frekuensi kelenjar pineal (otak kecil), kelenjar pituitary (bawah otak), thalamus, dan hypothalamus. Maka, kita sepatutnya bangun dari tidur pada waktu ini dan mengerjakan shalat malam.

Demikian sebagian kecil dari penjelasan Prof. Riset. DR. Ir. H. Osly Rachman, MS. dalam bukunya, “The Science of Shalat”. Ia menguraikannya secara luas tentang lautan hikmah shalat menurut ilmu pengetahuan atau sains. Bahkan, lebih jauh lagi ia mengupas shalat laksana sebagai suatu kesatuan utuh antara kesehatan, ibadah, rezeki, psikologi, dan lain sebagainya. Tentu nilai manfaat yang terkandung di dalam shalat ini jika diaplikasikan, tidak hanya akan mengantarkan seseorang menuju ketakwaan, tapi juga bisa menggapai hidup yang paripurna dan bahagia.

Buku terbitan QultumMedia ini dibuka dengan penjelasan untuk apa kita shalat, mukjizat shalat dari segi waktu dan jumlah rakaat, korelasi ajaib antara waktu shalat dan energi alam, mukjizat shalat subuh, shalat tahajud sebagai antistres, dan antinyeri sendi dengan shalat dhuha.

Lebih lanjut lagi, penulis menjelaskan tentang rahasia dan hikmah wudhu menurut aspek kesehatan, filosofi kiblat dan cara menentukannya secara mudah dengan garis matahari. Kemudian, dilanjutkan dengan aplikasi gerakan shalat sebagai terapi kesehatan yang dimulai dari berdiri, rukuk,hingga salam yang dilengkapi dengan keutamaan khusyuk dan menggapainya dalam shalat.

Pada tiga bagian akhir, dijelaskan tentang keagungan Allah pada ruang tanpa batas dari takbir hingga big bang theory, aspek keutamaan, hukum, zikir, dan merengkuh kesempurnaan shalat berjamaah, serta merambah jalan menuju shalat yang dititi dengan memelihara shalat.

“Berdoalah maka akan Aku kabulkan.” 

Inilah ajakan berdoa dari Sang Pencipta pada hambanya. Di dalamnya terkandung makna kewajiban dan hak hambanya untuk berdoa. Berdoa menjadi bagian penting bagi kehidupan orang-orang yang meyakini kebesaran-Nya.

Disebutkan dengan jelas di dalam surat Al-Baqarah ayat 186, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka sesungguhkan Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia (benar-benar) berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”

Apa sebenarnya makna doa? Berdoa adalah salah satu media komunikasi manusia kepada Tuhan. Lewat keyakinan dan sikap optimis, secara psikologis ada rasa lega setelah manusia merapalkan doa. Mungkin bisa dikatakan inilah cara curhat seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Apa yang dipanjatkan dalam sebuah doa?  Berdoa bisa apa saja, asal mengandung unsur kebaikan. Doa yang berisi suatu yang buruk tidak akan terkabul. Doa yang baik misalnya, memohon diberi kesehatan, usia panjang, keselamatan dunia dan akhirat, berkah rezeki, dimudahkan jodoh, dibebaskan dari segala masalah, dan lain-lain.

Berikut contoh doa agar terbebas dari masalah:

“Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon ampunan dan terbebas dari masalah di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan terbebas dari masalah dalam urusan agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku dan tenangkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah! Jagalah aku dari arah muka, belakang, kanan, kiri dan dari atasku, dan aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak dihancurkan dari bawahku.”

The_Science_of_ShalatMungkin sebagian dari Anda pernah bertanya-tanya, mengapa shalat harus dikerjakan sebanyak lima kali dalam sehari semalam dan kenapa sebaiknya dilakukan di awal waktu? Jawaban pertanyaan itu sangat terkait dengan rahasia di balik waktu-waktu di mana kita diperintahkan untuk mengerjakan shalat-shalat tersebut. Rahasia itu terungkap berdasarkan beberapa penelitian dan pengamatan para pakar di bidangnya.

 

Setiap peralihan waktu shalat, sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan energi alam yang dapat diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang akrab dengan dunia fotografi.

Pada waktu subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam fisiologi, tiroid memiliki pengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh manusia. Warna biru muda juga memunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rezeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur pulas pada waktu subuh akan menghadapi masalah rezeki dan komunikasi. Hal ini terjadi karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika ruh dan jasad masih tertidur. Pada saat adzan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkat optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu rukuk dan sujud.




Ketika memasuki waktu zhuhur, warna alam menguning dan berpengaruh terhadap perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga memiliki pengaruh terhadap hati. Di samping itu, warna kuning juga memunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi, mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan shalat zhuhur berulang-ulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaannya serta berkurang keceriaannya.

Saat ashar, warna alam berubah menjadi oranye. Hal ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kondisi prostat, uterus, ovary, testis, dan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga bisa memengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang kerap tertinggal waktu ashar akan menurun daya kreativitasnya. Di samping itu, organ-organ reproduksi juga akan kehilangan energi positif dari warna alam tersebut.

Menjelang maghrib, warna alam berubah menjadi merah. Pada waktu itu, kita kerap mendengar nasihat orang-orang tua agar kita tidak berada di luar rumah. Nasihat tersebut ada benarnya karena saat maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini, jin dan iblis amat bertenaga karena mereka beresonansi atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang berada dalam perjalanan sebainya berhenti sejenak dan mengerjakan shalat maghrib. Hal itu lebih baik dan lebih aman karena pada waktu ini banyak interferens atau tumpang tindihnya dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan dapat menimbulkan fatamorgana yang dapat merusak penglihatan kita.

Sedangkan ketika waktu isya’, alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu isya’ menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang kerap ketinggalan waktu isya’ akan sering merasa gelisah. Ketika alam diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan jiwa dan raga. Dengan tidur waktu itu, kondisi jiwa kita berada pada gelombang delta dengan frekuensi di bawah 4 Hz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu istirahat.

Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu, dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan frekuensi kelenjar pineal (otak kecil), kelenjar pituitary (bawah otak), thalamus, dan hypothalamus. Maka, kita sepatutnya bangun dari tidur pada waktu ini dan mengerjakan shalat malam.

Demikian sebagian kecil dari penjelasan Prof. Riset. DR. Ir. H. Osly Rachman, MS. dalam bukunya, “The Science of Shalat”. Ia menguraikannya secara luas tentang lautan hikmah shalat menurut ilmu pengetahuan atau sains. Bahkan, lebih jauh lagi ia mengupas shalat laksana sebagai suatu kesatuan utuh antara kesehatan, ibadah, rezeki, psikologi, dan lain sebagainya. Tentu nilai manfaat yang terkandung di dalam shalat ini jika diaplikasikan, tidak hanya akan mengantarkan seseorang menuju ketakwaan, tapi juga bisa menggapai hidup yang paripurna dan bahagia.

Buku terbitan QultumMedia ini dibuka dengan penjelasan untuk apa kita shalat, mukjizat shalat dari segi waktu dan jumlah rakaat, korelasi ajaib antara waktu shalat dan energi alam, mukjizat shalat subuh, shalat tahajud sebagai antistres, dan antinyeri sendi dengan shalat dhuha.

Lebih lanjut lagi, penulis menjelaskan tentang rahasia dan hikmah wudhu menurut aspek kesehatan, filosofi kiblat dan cara menentukannya secara mudah dengan garis matahari. Kemudian, dilanjutkan dengan aplikasi gerakan shalat sebagai terapi kesehatan yang dimulai dari berdiri, rukuk,hingga salam yang dilengkapi dengan keutamaan khusyuk dan menggapainya dalam shalat.

Pada tiga bagian akhir, dijelaskan tentang keagungan Allah pada ruang tanpa batas dari takbir hingga big bang theory, aspek keutamaan, hukum, zikir, dan merengkuh kesempurnaan shalat berjamaah, serta merambah jalan menuju shalat yang dititi dengan memelihara shalat.




Berdoa ada tata caranya. Inilah salah satu jalan apakah sebuah doa yang dipanjatkan akan terkabul atau tidak, cepat atau lambat. Tatacara ini semacam sopan santun seorang hamba kepada kunjungan-Nya, misalnya usai salat, lakukan dzikir, lantunkan shalawat, kirimkan doa kepada orangtua, guru-guru, dan kakek-nenek.

Berdoa tidak boleh tergesa-gesa. Lakukan dalam keadaan tenang dan damai. Perhatikan juga waktu-waktu khusus untuk berdoa, misalnya usai shalat fardhu, usai shalat Tahajud, di antara azan dan iqomah, dan lain sebagainya.

Berikut  beberapa tip agar doa kita segera terkabul:

1. Mencari waktu yang mustajab

Waktu yang mustajab adalah hari Arafah (9 Zulhijjah), bulan Ramadan, hari Jumat, dan waktu sahur atau sepertiga malam yang terakhir.

2. Memanfaatkan keadaan yang mustajab untuk berdoa

Saat perang, saat turun hujan, ketika sujud, waktu di antara azan dan iqamah, atau ketika menjelang berbuka puasa adalah waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa.

The_Science_of_ShalatMungkin sebagian dari Anda pernah bertanya-tanya, mengapa shalat harus dikerjakan sebanyak lima kali dalam sehari semalam dan kenapa sebaiknya dilakukan di awal waktu? Jawaban pertanyaan itu sangat terkait dengan rahasia di balik waktu-waktu di mana kita diperintahkan untuk mengerjakan shalat-shalat tersebut. Rahasia itu terungkap berdasarkan beberapa penelitian dan pengamatan para pakar di bidangnya.

 

Setiap peralihan waktu shalat, sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan energi alam yang dapat diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam adalah sesuatu yang tidak asing bagi mereka yang akrab dengan dunia fotografi.

Pada waktu subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam fisiologi, tiroid memiliki pengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh manusia. Warna biru muda juga memunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rezeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur pulas pada waktu subuh akan menghadapi masalah rezeki dan komunikasi. Hal ini terjadi karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika ruh dan jasad masih tertidur. Pada saat adzan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkat optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu rukuk dan sujud.




Ketika memasuki waktu zhuhur, warna alam menguning dan berpengaruh terhadap perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga memiliki pengaruh terhadap hati. Di samping itu, warna kuning juga memunyai rahasia yang berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi, mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan shalat zhuhur berulang-ulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaannya serta berkurang keceriaannya.

Saat ashar, warna alam berubah menjadi oranye. Hal ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kondisi prostat, uterus, ovary, testis, dan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga bisa memengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang kerap tertinggal waktu ashar akan menurun daya kreativitasnya. Di samping itu, organ-organ reproduksi juga akan kehilangan energi positif dari warna alam tersebut.

Menjelang maghrib, warna alam berubah menjadi merah. Pada waktu itu, kita kerap mendengar nasihat orang-orang tua agar kita tidak berada di luar rumah. Nasihat tersebut ada benarnya karena saat maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini, jin dan iblis amat bertenaga karena mereka beresonansi atau ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang berada dalam perjalanan sebainya berhenti sejenak dan mengerjakan shalat maghrib. Hal itu lebih baik dan lebih aman karena pada waktu ini banyak interferens atau tumpang tindihnya dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan dapat menimbulkan fatamorgana yang dapat merusak penglihatan kita.

Sedangkan ketika waktu isya’, alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu isya’ menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang kerap ketinggalan waktu isya’ akan sering merasa gelisah. Ketika alam diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan jiwa dan raga. Dengan tidur waktu itu, kondisi jiwa kita berada pada gelombang delta dengan frekuensi di bawah 4 Hz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu istirahat.

Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu, dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan frekuensi kelenjar pineal (otak kecil), kelenjar pituitary (bawah otak), thalamus, dan hypothalamus. Maka, kita sepatutnya bangun dari tidur pada waktu ini dan mengerjakan shalat malam.

Demikian sebagian kecil dari penjelasan Prof. Riset. DR. Ir. H. Osly Rachman, MS. dalam bukunya, “The Science of Shalat”. Ia menguraikannya secara luas tentang lautan hikmah shalat menurut ilmu pengetahuan atau sains. Bahkan, lebih jauh lagi ia mengupas shalat laksana sebagai suatu kesatuan utuh antara kesehatan, ibadah, rezeki, psikologi, dan lain sebagainya. Tentu nilai manfaat yang terkandung di dalam shalat ini jika diaplikasikan, tidak hanya akan mengantarkan seseorang menuju ketakwaan, tapi juga bisa menggapai hidup yang paripurna dan bahagia.

Buku terbitan QultumMedia ini dibuka dengan penjelasan untuk apa kita shalat, mukjizat shalat dari segi waktu dan jumlah rakaat, korelasi ajaib antara waktu shalat dan energi alam, mukjizat shalat subuh, shalat tahajud sebagai antistres, dan antinyeri sendi dengan shalat dhuha.

Lebih lanjut lagi, penulis menjelaskan tentang rahasia dan hikmah wudhu menurut aspek kesehatan, filosofi kiblat dan cara menentukannya secara mudah dengan garis matahari. Kemudian, dilanjutkan dengan aplikasi gerakan shalat sebagai terapi kesehatan yang dimulai dari berdiri, rukuk,hingga salam yang dilengkapi dengan keutamaan khusyuk dan menggapainya dalam shalat.

Pada tiga bagian akhir, dijelaskan tentang keagungan Allah pada ruang tanpa batas dari takbir hingga big bang theory, aspek keutamaan, hukum, zikir, dan merengkuh kesempurnaan shalat berjamaah, serta merambah jalan menuju shalat yang dititi dengan memelihara shalat.




3. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan

Dikisahkan dari Jabir ra, saat itu Nabi Muhammad saw berada di padang Arafah, lalu beliau menghadap kiblat dan terus berdoa sampai matahari terbenam (HR. Muslim).

Namun, berdoa saja tidak cukup. Harapan kita perlu diiringi ikhtiar terus-menerus. Di sini motivasi dan semangat berdoa juga perlu dijaga. Selengkapnya ada Tuntunan Shalat, Doa, dan Zikir Sehari-hari yang bisa dijadikan referensi dan akan memandu Anda menyempurnakan wudhu, shalat, shalat jamak, Qasar, shalat Hajat, dan shalat Jenazah. Buku ini juga berisi kumpulan doa dan zikir, seperti doa dilapangkan rezeki, doa memohon kemuliaan dunia akhira, doa agar amal ibadah diterima, doa selamat dunia akhirat, dan lain sebagainya.

3. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan

Dikisahkan dari Jabir ra, saat itu Nabi Muhammad saw berada di padang Arafah, lalu beliau menghadap kiblat dan terus berdoa sampai matahari terbenam (HR. Muslim).

Namun, berdoa saja tidak cukup. Harapan kita perlu diiringi ikhtiar terus-menerus. Di sini motivasi dan semangat berdoa juga perlu dijaga. Selengkapnya ada Tuntunan Shalat, Doa, dan Zikir Sehari-hari yang bisa dijadikan referensi dan akan memandu Anda menyempurnakan wudhu, shalat, shalat jamak, Qasar, shalat Hajat, dan shalat Jenazah. Buku ini juga berisi kumpulan doa dan zikir, seperti doa dilapangkan rezeki, doa memohon kemuliaan dunia akhira, doa agar amal ibadah diterima, doa selamat dunia akhirat, dan lain sebagainya.

kiat cerdas agar anak cinta alquran

Kiat Cerdas Agar Anak Mencintai Al-Qur`an Sejak Dini

Kiat cerdas mendekatkan anak-anak dengan Al-Qur`an akan membuat mereka tak malas membacanya setelah dewasa nanti. Sebab, ia telah menjadi sahabat yang menemaninya sejak kecil.

Dalam buku Bukan Ibu Biasa karangan Ummu Balqis, diterangkan sejumlah kiat untuk membuat anak kita mencintai Al-Qur`an sejak dini. Salah satu kiat cerdas yang paling dicari para ibu terangkum dalam penuturan penulis berikut ini.

“Suatu ketika, saya meng-upload video anak saya yang sedang menghafalkan Al-Qur`an di tengah kemacetan kota Jakarta. Iseng saja sih sebenarnya, sekaligus dokumentasi rasa syukur saya di sosmed. Ternyata, tanggapan followers saya lumayan banyak. Alhamdulillah.

Setelah saya membaca berbagai komen mereka, ternyata sebagian besar menanyakan bagaimana sih cara yang bisa dilakukan orangtua agar balitanya suka menghafal Al-Qur`an. Menjawab pertanyaan tersebut, berikut beberapa tip yang mungkin bisa diterapkan untuk anak kita agar mencintai Kitab Sucinya.”

Baca juga:
Tuntunan Shalat Sesuai Al-Quran & Hadis Sahih
Tips Bangun Malam untuk Mengerjakan Shalat Tahajud

Kiat Cerdas #1: Akrabkan Anak dengan Lantunan Al- Qur`an

Cinta akan tumbuh dengan mudah jika kita sudah kenal dan akrab. Nah, karenanya, mengakrabkan anak pada Al-Qur`an adalah step awal membuatnya jatuh cinta pada Kalam Ilahi tersebut.

Cara terampuh adalah dengan mengajaknya mendengarkan lantunan kitab suci Al-Qur`an sejak dari kandungan. Orangtua yang rutin melakukan tilawah akan mudah membentuk anak-anak yang cinta Al-Qur`an. Jadi sebatas mimpi, jika mengharapkan anak mencintai Al-Qur`an sementara ia jarang melihat orangtuanya mengaji atau membacanya.

Kiat Cerdas #2: Perdengarkan Meski Anak Sedang Bermain

Indera pendengaran dan memori balita sangat kuat. Karenanya, walau sambil bermain, lantunkan saja surat pendek berulang-ulang di sampingnya.

Bacakan surat yang sama berulang-ulang pada balita kita selama satu minggu. Jangan bosan melakukannya secara konsisten, dan In sya Allah, walaupun mereka terkesan tidak memerhatikannya, kita akan terkejut mendapatkan betapa mudahnya mereka menghafalkan surat-surat pendek tersebut.

Kiat Cerdas #3: Muraja’ah

Metode ini biasa saya lakukan untuk anak-anak saya. Bagaimanakah metode muraja’ah itu? Caranya adalah dengan menghafalkan satu ayat dengan tajwid yang benar.

Biasanya saya lantunkan langsung atau lewat rekaman suara saya di gadget dan diputar berulang-ulang. Setelah anak-anak mendengarkan berulang-ulang, dilanjutkan dengan melantunkan bersama. Dan saat mereka telah lancar mengaji bersama, saya akan meminta mereka untuk melantunkan ayat tersebut sendiri, sementara saya atau suami menyimak bacaannya.

Setelah ayat ini bisa dilantunkan dengan baik, keesokan harinya saya akan menambah lagi satu ayat berikutnya. Jadi, besok ada dua ayat yang dapat dilantunkan anak. Lusa, kembali saya tambahkan satu ayat, dan begitu seterusnya hingga anak dapat menghafalkan satu surat pendek tersebut.

Untuk memudahkan mengingat, saya juga meminta mereka untuk membaca ayat yang sedang dihafal dalam shalatnya.

Yang terpenting dalam menghafalkan Al-Qur`an adalah tidak ada paksaan, dan anak bergembira saat proses ini berlangsung. Selain itu, diperlukan konsistensi orangtua untuk membimbing anak-anak kita dalam mencintai Al-Qur`an.